Julian Assange Bebas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Julian Assange.  REUTERS/Luke MacGregor

    Julian Assange. REUTERS/Luke MacGregor

    TEMPO Interaktif, Niat Vaughan Smith, 47 tahun, menjadi tuan rumah yang baik akhirnya terkabul juga. Kemarin Pengadilan Tinggi London mengabulkan permohonan bebas bersyarat atas Julian Paul Assange, 39 tahun, pendiri situs WikiLeaks, dengan jaminan deposit tunai sebesar 200 ribu poundsterling (sekitar Rp 2,8 miliar) dan garansi tambahan 40 ribu poundsterling. Assange juga mesti memakai pengaman elektronik. 

    "Pengalaman Natal yang luar biasa kali ini buat saya," kata Smith, pendiri klub wartawan Frontline Club. Sebab,"Tamu saya ini istimewa sekali karena mesti melapor ke polisi setiap hari dan memakai pengaman elektronik," ujarnya, lagi. Smith-lah yang selama ini menyembunyikan Assange. Ia bekas perwira resimen elite infanteri Angkatan Darat Inggris, Grenadier Guards, yang kemudian menjadi koresponden liputan perang. 

    Lalu mengapa ia bersedia menampung Assange selama di Inggris? "Keputusan ini saya ambil tanpa melihat apakah WikiLeaks salah atau benar," ujar Smith, yang sempat hampir mati saat peluru yang ditembakkan tentara Serbia nyaris menembus dadanya ketika meliput Perang Bosnia. Beruntung peluru menghantam telepon selulernya. "Ini tentang sikap melawan kesewenang-wenangan," ujarnya lagi. 

    Hakim Duncan Ousley akhirnya memenangkan Assange, yang kebebasannya sempat tertunda setelah kuasa hukum Pengadilan Swedia naik banding atas putusan Pengadilan Westminster. "Kami butuh dia untuk dimintai keterangan di Swedia," kata juru bicara Kejaksaan Swedia, Karin Rosander. Karena itu, mereka banding guna membawa Assange ke Swedia, di mana ia dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap dua perempuan. 

    Batal ke Swedia, giliran Kejaksaan Amerika Serikat mengincar bekas peretas kelahiran Australia tersebut. Harian The New York Times mengatakan jaksa federal tengah mencari sejumlah bukti keterkaitan Assange dengan seorang tamtama Angkatan Darat Amerika Serikat yang bertugas di Unit Analisis Intelijen. Prajurit Bradley Manning dituduh telah bersekongkol dengan Assange dalam mengunggah (upload) data-data pemerintah. 

    "Sewaktu saya sedang mengunduh (download) data-data milik pemerintah, tiba-tiba saja saya terhubung dengan Assange di layanan percakapan online," ujar Bradley, seperti dilansir harian itu. Mark Stephens, salah seorang anggota tim pengacara Assange, mengaku cemas kliennya bakal diadili di Amerika Serikat dengan tuduhan bersekongkol membocorkan data spionase, yang merupakan perbuatan melanggar hukum di negeri adidaya itu. 

    NYTIMES | GUARDIAN | INDEPENDENT | ANDREE PRIYANTO 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.