Daniel Assange Minta Ayahnya Diperlakukan Adil  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil tahanan yang diyakini membawa pendiri WikiLeaks, Julian Assange, dari Pengadilan Negeri Westminster, London (7/12). REUTERS/Suzanne Plunkett

    Mobil tahanan yang diyakini membawa pendiri WikiLeaks, Julian Assange, dari Pengadilan Negeri Westminster, London (7/12). REUTERS/Suzanne Plunkett

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Anak Julian Assange, pendiri Wikileaks, Daniel Assange yang bermukim di Melbourne, Australia angkat bicara mengenai penahanan ayahnya. Dia meminta ayahnya diperlakukan secara adil dan dilepaskan dari kepentingan politik. 

    "Saya berharap ini bukan langkah awal yang bisa membuat dia diekstradisi ke Amerika Serikat," katanya di situs mikroblogging Twitter. Dalam akunnya @somnidea, Daniel juga meretweet @craigreucassel yang menulis: Julian Assange tidak bisa dipenjara gara-gara melakukan hubungan seks tanpa kondom. Hukuman itu hanya berlaku untuk anak-anak. 

    Daniel, 20, yang bekerja sebagai developer piranti lunak di Melbourne, Australia. Daniel lahir saat Julian berusia 18 tahun. Adapun identitas ibu dari Daniel tidak diketahui sampai saat ini. Ibu Julian, Christine Assange mengatakan kepada media Australia bahwa anaknya memang menjaga jarak dengan keluarga demi keselamatan. 

    Pada Agustus lalu, Daniel menulis di blognya, dia sangat menghormati ayahnya. "Tuduhan kekerasan seksual hanya pengalihan isu dari kehebatannya dan apa yang dilakukannya selama ini," katanya. 
     
    Julian Assange kemarin ditahan polisi Inggris atas perintah pemerintah Swedia. Assange dituduh melakukan kekerasan seksual di Swedia.  
     
    TELEGRAPH | PGR 





     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.