Obama Berjanji Mengoreksi Kebijakan Dalam Negeri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Amerika Serikat Barack Obama keluar dari pesawat kepresidenan Air Force One, setelah tiba di bandara internasional Indianapolis (18/5). Foto: AP/AJ Mast

    Presiden Amerika Serikat Barack Obama keluar dari pesawat kepresidenan Air Force One, setelah tiba di bandara internasional Indianapolis (18/5). Foto: AP/AJ Mast

    TEMPO Interaktif, Mumbai -Hampir setengah masa jabatannya, Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengakui dia harus membuat sejumlah “koreksi tengah periode” jika dia ingin memenangkan elektorat yang frustrasi dan bekerja dengan memberdayakan Republiken.

    Obama sendiri tidak muncul dalam pemungutan suara pekan lalu, tapi Partai Demokrat terpukul. Partai Republik memenangi kendali atas DPR, mengikis mayoritas Demokrat di Senat, membuat keuntungan besar pada tingkat negara dan bakal banyak mengubah lanskap politik seiring posisi Obama untuk kampanye pemilihannya kembali pada 2012.

    Dalam sebuah diskusi terbuka dengan puluhan mahasiswa di kampus St. Xavier, sebuah lembaga Jesuit di Mumbai, India, siang tadi, Obama menegaskan tak bakal mengubah tekad berinvestasi di bidang pendidikan, infrastruktur dan energi bersih pada saat tekanan Washington memotong pengeluaran. Kepada para mahasiswa India dia bilang pemilu sela “memaksa saya membuat beberapa koreksi tengah periode dan penekanan.”

    Sebelumnya, Obama menyerukan India untuk meningkatkan upaya-upaya damai dengan Pakistan yang menjauh sejak serangan teroris Mumbai pada 2008 lalu. Hubungan kedua negara adalah faktor krusial atas kesulitan dalam upaya memenangkan perang di Afganistan.

    Dalam hari kedua lawatan resmi ke India, Obama menghadapi keadaan sulit dalam mengembangkan hubungan diplomatik dengan kekuatan global yang terus meningkat. Pada saat bersamaan membantu Pakistan dengan miliaran dolar dan mempromosikan perdamaian yang lebih luas di Afganistan.

    Lawatan leg pertama Asia Obama selama 10 hari dianggap sebagai pergerakan Amerika Serikat lebih dekat ke India karena Washington mencoba menghidungkan kembali melemahnya ekonomi dan mengumpulkan dukungan buat menekan Cina soal kebijakan mata uangnya. Tapi kemarin, India cemas soal dominasi Pakistan.

    “Harapan saya dengan berjalannya waktu, kepercayaan (mesti) dikembangkan antara dua negara, bahwa dialog dimulai, mungkin pada isu-isu yang kurang kontroversial, berlanjut ke isu-isu yang lebih kontroversial,” kata Obama.

    AP | Reuters | Guardian | dwi arjanto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.