Rakyat Irak Minta Dukungan Negara-negara Lain

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Rakyat Irak meminta dukungan bangsa Indonesia dan negara-negara lain, baik negara Islam maupun non-Islam, untuk mencegah terjadinya perang akibat serangan Amerika Serikat ke negara itu. Permintaan ini disampaikan ketua Organisasi Konferensi Islam Umum Irak, dr. Khatami Ahmad, dalam konferensi pers di Ruang Rapat MUI, Mesjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (11/2). Menurut Khatami, saat ini rakyat Irak masih mengalami penderitaan akibat embargo yang sudah berjalan selama 12 tahun pasca Perang Teluk. Jika Amerika jadi menyerang Irak, penderitaan rakyat di negeri seribu satu malam itu akan bertambah berat. Tapi, lanjut dia, kalaupun sampai terjadi perang, rakyat Irak akan membela diri. Untuk itu, dia berharap adanya dukungan dari negara-negara Islam. Dalam Al Quran dikatakan jika ada umat Islam yang dizalimi, umat Islam lainnya harus membela dan berdosa bagi yang tidak berbuat apa-apa, katanya. Namun saat ditanya apakah berarti pihaknya meminta bantuan militer, Khatami tidak menjawab. Ia hanya berkomentar, jika Irak diserang, umat Islam secara keseluruhan akan ikut tersakiti. Dia menambahkan, rencana serangan AS bermaksud untuk menguasai kekayaan alam Irak, karena negara ini memiliki cadangan minyak kedua terbesar di dunia. Mengenai alasan bahwa Irak menyimpan dan mengembangkan senjata pemusnah massal, menurut Khatami, itu adalah kebohongan besar Amerika. Bahkan walaupun dicari sampai ke rumah-rumah dan mesjid-mesjid, tidak akan ditemukan senjata yang dimaksud Amerika. Ketika ditanya, apakah aksi AS tersebut juga merupakan upaya untuk menjatuhkan pemerintahan Saddam Husein, Khatami membantah. Menurutnya, siapapun pemimpin Irak, AS tetap akan menyerang. Yang penting bagi mereka adalah kekayaan ekonomi, katanya. Ditambahkan, masyarakat Irak dalam referendum pada 15 Oktober 2002 mendukung 100 persen kepemimpinan Saddam. Alasan menjatuhkan Saddam itu sudah mencampuri urusan dalam negeri kami, katanya. Sementara itu, menurut salah seorang ketua MUI, KH Amidhan, yang menerima delegasi Irak tersebut, mengatakan MUI hanya bisa memberikan dukungan dalam bentuk doa qunut nazillah kepada rakyat Irak dan tidak memberikan bantuan dalam bentuk pasukan jihad. Walaupun demikian, dia mengatakan MUI sepakat dengan delegasi Irak bahwa masalah serangan Amerika ke Irak bukan hanya masalah agama. Tapi itu adalah masalah kemanusiaan. Oleh karena itu, kami menolak invasi AS tersebut, katanya. Untuk itu, lanjut Amidhan, pihaknya mengingatkan adanya kesungguhan dan kejujuran dari pemerintahan Saddam Husein untuk menyelamatkan rakyatnya. Caranya adalah dengan merespon upaya damai yang ditawarkan negara-negara lain. Tapi dia menolak apabila dikatakan maksud pernyataan tersebut, pemerintah Saddam belum jujur. (Sam CahyadiTempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.