Wikileaks Bakal Bocorkan Ribuan Dokumen Perang Irak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Founder WikiLeaks, Julian Assange. AP/APTN

    Founder WikiLeaks, Julian Assange. AP/APTN

    TEMPO Interaktif, Washington - Pentagon Ahad waktu Washington (dinihari tadi WIB), telah menyiapkan tim beranggotakan 120 orang untuk bersiap meninjau bocornya secara masif hingga 500.000 dokumen perang Irak, yang diperkirakan akan dirilis oleh situs WikiLeaks bulan ini.

    Juru bicara Pentagon Kolonel Dave Lapan kepada Reuters menyebut saat kebocoran masih belum jelas, namun Departemen Pertahanan Amerika Serikat sudah siap untuk membuang sebuah dokumen secepatnya pada Senin atau Selasa, satu kemungkunan muncul dalam pernyataan WikiLeaks sebelumnya.

    Masih, orang-orang familiar dengan kebocoran yang akan datang kepada Reuters mereka tak berharap WikiLeaks akan merilis dokumen rahasia untuk setidaknya pekan-penkan mendatang.

    Jika terjadi, pembocoran ini akan lebih besar ketimbang rilis pembocoran yang memecahkan rekor atas lebih dari 70 ribu dokumen-dokumen perang Afganistan pada Juli lalu, yang telah memicu perdebatan soal 9 tahun konflik tetapi tidak mengandung keuntungan besar.

    Itu adalah pelanggaran terbesar terhadap sejarah militer Amerika Serikat. “Ini adalah tim yang sama yang kami bentuk setelah publikasi (dokumen-dokumen perang Afganistan),” kata Kolonel Lapan, sembari menambahkan bahwa belum jelas berapa banyak dari 120 personel bakal dibutuhkan yang berkontribusi untuk analisa bocornya dokumen perang Irak nanti.

    Reuters | The Straits Times | dwi a


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.