Repotnya Warga Prancis Akibat Pemogokan Transportasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Unjuk rasa usia pensiun di Paris, Perancis. AP Photo/Thibault Camus

    Unjuk rasa usia pensiun di Paris, Perancis. AP Photo/Thibault Camus

    TEMPO Interaktif, Paris --Ribuan komuter Prancis berjejalan di kereta api bawah tanah dan bus-bus hari ini seiring buka tutup pemogokan hari kedua melawan rencana Presiden Prancis Nicolas Sarkozy untuk menaikkan usia pensiun hingga ke angka 62 tahun. Pemerintah masih memegang teguh pendirian meskipun terjadi demonstrasi dan pemogokan massal.

    Kemarin, sekitar 1,2 juta orang berparade di seluruh negeri memprotes reformasi pensiun, menurut polisi -terbesar dalam empat demonstrasi dalam lima pekan ini. Pihak-pihak serikat pekerja malah menghitung angkanya lebih besar, yakni diikuti 3,5 juta warga.

    Sementara kuatnya momentum untuk gerakan, jumlah para pekerja yang mogok tampaknya mengurangi operasional di banyak sektor, dari bandara, stasiun-stasiun hingga Menara Eiffel untuk mahasiwa dan SMU.

    Pemerintahan konservatif Sarkozy menyebut, menaikkan usia pensiun dari 60 ke 62 adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan sistem pensiun uang yang hilang -sebuah reformasi yang muncul di tengah upaya-upaya seantero Eropa untuk menurunkan utang yang membubung yang telah mengancam mata uang euro dan reputasi keuangan Eropa.

    Menteri Perburuhan Eric Woerth menekankan bahwa “protes-protes jalanan tidak berarti bahwa kami harus membongkar reformasi yang sangat dibutuhkan”. Berbicara kepada wartawan setelah sebuah pertemuan kabinet hari ini di istana kepresidenan Elysee, Paris, Woerth bilang reformasi diperebutkan “adalah tentang bukan perkara sistem tabungan luar.”

    AP | CNN | dwi arjanto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.