Cina Panggil Duta Besar Jepang Soal Penangkapan Nelayan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • File foto saat Penjaga Pantai Jepang, bertemu dengan nelayan Cina di perairan dekat rantai pulau yang dipersengketakan di Laut Cina Timur. (AP Photo / Japan Coast Guard, File)

    File foto saat Penjaga Pantai Jepang, bertemu dengan nelayan Cina di perairan dekat rantai pulau yang dipersengketakan di Laut Cina Timur. (AP Photo / Japan Coast Guard, File)

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerintah Cina kembali memperingatkan Jepang untuk segera melepaskan lebih dari selusin nelayan Cina yang ditahan awal pekan ini dengan memanggil duta besar Jepang Uichiro Niwa pagi ini (12/9).

    Kementerian Luar Negeri Cina menyatakan Penasihat Pemerintah soal kebijakan luar negeri Dai Bingguo meminta pemerintah Jepang membuat penyelesaian yang bijak atas masalah itu dan melepaskan para nelayan dan kapal mereka. Menurun laporan pemanggilan hari ini adalah bentuk peringatan ke-empat.

    Pemanggilan tadi pagi dilakukan saat satuan Patroli Pesisir Jepang melakukan uji kemampuan atas kapal itu dengan membawanya ke tengah laut bersama 14 awaknya.

    Menurut Jepang tidak ada ikan dalam kapal itu saat para nelayan ditangkap hari Selasa pekan ini. Kapal itu ditangkap di dekat pulau yang masih menjadi sengketa antara kedua negara yang disebut Senkaku oleh orang jepang atau Diaoyu oleh orang Cina, yang berjarak 190 kilometer sebelah Timur Taiwan.

    Kapten kapal itu ditahan oleh pemerintah Jepang di darat sedangkan 14 awak dilarang turun karena tidak memiliki paspor. Pengadilan Jepang sebelumnya memutuskan memberi masa penahanan bagi kapten kapal itu hingga 19 September. Sedangkan ke-14 awak akan diizinkan bila Cina mengirim kapal untuk menjemput mereka.



    THE WASHINGTON POST | RONALD


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.