Amerika Kirim Imam Masjid ke Timur Tengah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP| Mark Lennihan

    AP| Mark Lennihan

    TEMPO Interaktif, Washington - Di tengah sikap prokontra di kalangan warga korban serangan 11 September dan anggota Kongres, Amerika Serikat tetap mengirimkan Imam Masjid di Ground Zero ke Timur Tengah.

    Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mensponsori keberangkatan Feisal Abdul Rauf ke Qatar, Bahrain, dan Uni Emirat Arab, tempat dia mendiskusikan kehidupan Muslim Amerika dan mempromosikan toleransi beragama. Demikian keterangan juru bicara P.J. Crowley.

    "Kami memiliki hubungan yang panjang dengannya," kata Crowley kepada wartawan yang mencatat kunjungan Rauf ke Bahrain, Maroko, Uni Emirat Arab, Qatar pada 2007, serta ke Mesir akhir Januari lalu sebagai bagian dari program pertukaran yang dilakukan oleh Kantor Program Informasi Internasional Departemen Luar Negeri.

    "Pemikirannya soal toleransi dan keragaman beragama sangat dikenal dan dia membawa perspektif moderat kepada warga asing pada apa yang dipraktikan umat Muslim di Amerika Serikat," papar Crowley.

    Meskipun kunjungannya mendapatkan dukungan penuh pemerintah Amerika Serikat, namun Rauf tak diizinkan mencari bantuan selama di sana, tambah Crowley.

    Dua anggota Kongres dari Republik Ileana Ros-Lehtinen dan Peter King menyebut dukungan pemerintah atas perjalanan Rauf "tidak bisa diterima."

    "Pengiriman Feisal Abdul Rauf sebagai wakil rakyat Amerika oleh Departemen Luar Negeri perlu dipertanyakan," ujar Ros-Lehtinen dan King.

    Pemerintah Amerika Serikat mendukung pembangunan masjid, sekaligus akan dijadikan Islamic Centre, berlokasi dua blok dari Ground Zero. Pembangunan Islamic Centre menelan biaya Rp 893 miliar akan dilengkapi dengan auditorium berkapasitas 500 kursi, kolam renang, dan ruang senam. Pembangunan akan dikerjakan oleh Cordoba Initiave, kelompok advokasi dan mempromosikan hubungan antara Islam dan Barat.

    AP | CHOIRUL
       


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.