“Surat Saya Bukan Untuk Intervensi”

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Dili:Presiden Republik Demokrat Timor Leste Xanana Gusmao mengatakan surat yang dikirimnya kepada Pengadilan Ad Hoc Hak Asasi Manusia Indonesia bukan untuk mengintervensi proses peradilan yang sedang berjalan. Menurut Xanana, surat itu semata-mata pesan moral darinya sebagai seorang putra Timor Leste melihat putra Timor Leste lainnya diancam hukuman 10 tahun. ”Saya tidak mengatakan Abilio Soares tidak bersalah dalam kasus itu. Hanya, secara moral, saya tidak setuju Abilio sebagai putra Timor Leste menjadi salah satu di antara mereka yang nantinya mendapat hukuman berat,” jelas Xanana kepada pers di Bandara Internasional Komoro, Dili, Rabu (7/8), setibanya dari lawatannya ke Brazil guna mengikuti Kongres Perhimpunan Negara Berbahasa Portugis (CPLP). Menurut Xanana, setiap kali ke Jakarta dirinya selalu mengatakan bahwa sebagai Presiden Timor Leste ia sangat menaruh respek terhadap proses peradilan ad hoc yang kini tengah berlangsung. “Surat itu semacam pesan moral. Karena saya tahu bahwa keputusan hakim di pengadilan mana saja di dunia ini selalu mempertimbangkan persoalan moral,” katanya. Mengenai pandangan Komisi Nasional HAM Indonesia yang mengatakan bahwa suratnya itu salah alamat, Xanana hanya mengatakan itu hak Komisi menyatakan hal tersebut. “Tetapi saya juga tahu kalau Komnas HAM juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses peradilan ad hoc itu," katanya. (Alexandre Assis - Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.