Presiden Nigeria Bubarkan Kabinet  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Goodluck Jonathan

    Goodluck Jonathan

    TEMPO Interaktif, Jakarta -Penjabat presiden Nigeria, Goodluck Jonathan membubarkan kabinet negara itu. Jonathan menjadi penjabat presiden sejak Februari lalu karena Presiden Umaru Yar'Adua menderita sakit berkepanjangan.

    Yar'Adua terbang ke Arab Saudi untuk mendapatkan perawatan pada November 2009. Meski baru-baru ini sudah kembali ke negaranya, namun dia tidak pernah tampil di depan umum.

    Kabinet Nigeria berisi orang-orang yang dipilih Yar'Adua, dan berbagai laporan mengatakan Jonathan sekarang tampaknya ingin memperlihatkan kewenangannya.

    "Hari ini, Penjabat Presiden Republik Federal Nigeria, Goodluck Jonathan membubarkan dewan eksekutif federal (kabinet)," ujar Menteri Penerangan Dora Akunyili usai rapat kabinet. "Dia tidak menjelaskan alasan apa pun atas pembubaran ini. Menteri-menteri permanen akan bertanggung-jawab atas berbagai kementrian mulai besok."

    Akunyili mengatakan Jonathan akan segera mengeluarkan pernyataan mengenai siapa-siapa saja yang akan mengisi kabinet mendatang. Jonathan pun harus menyerahkan daftar nama menteri-menteri baru ke majelis nasional.

    Pada 9 Februari lalu majelis nasional menunjuk Jonathan sebagai penjabat presiden, memberikan dia wewenang mengesahkan undang undang, memimpin rapat-rapat kabinet, mengganti menteri, dan mengeluarkan dana yang berasal dari minyak.

    Sejak dia berkuasa, Jonathan menghadapi beberapa kekerasan antar masyarakat Muslim dan Kristen di dekat kota Jos yang menewaskan ratusan orang. Setidaknya 10 orang tewas dalam satu serangan terhadap satu desa Kristen di dekat Jos.

    Kelompok-kelompok bersenjata yang memperjuangkan pembagian kekayaan minyak yang lebih adil juga masih melanjutkan perjuangan mereka di Delta Niger.

    Pada Senin lalu, dua bom mobil meledak di dekat kota Warri yang kaya minyak. Di kota ini para pejabat Nigeria sedang mengadakan perundingan untuk memberikan pengampunan kepada anggota kelompok militan.

    Sementara presiden Yar'Adua dirawat di Arab Saudi karena menurut dokter dia menderita penyakit pericarditis yang akut, yaitu radang di sekitar jantungnya. Tidak ada rincian mengenai keadaannya saat ini.

    Ditengah ketidakpastian mengenai Yar'Adua, Selasa lalu pemerintah mengumumkan bahwa pemilihan presiden tahun depan kemungkinan dipercepat tiga bulan. Masa jabatan Yar'Adua akan berakhir bulan Mei 2011 tetapi dia diperkirakan tidak akan mencalonkan diri lagi.

    Partai Demokrasi Rakyat, partai Yar'Adua dan Jonathan berasal, memiliki kebijakan mengajukan calon presiden beragama Islam dan Kristen secara bergantian, memperbolehkan masing-masing calon presiden menjabat selama dua periode atau delapan tahun. Yar'Adua, seorang Muslim terpilih tahun 2007 setelah Olusegun Obasanjo, seorang Kristen, memerintah selama delapan tahun.

    Partai Demokrasi Rakyat bulan ini memastikan bahwa mereka akan mencalonkan seorang Muslim dalam pemilu untuk melanjutkan kebijakan selama ini sehingga Jonathan, seorang Kristen, tidak akan dicalonkan.


    BBC | ANGIOLA HARRY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.