Serangan Militan Afganistan, Empat Pasukan AS dan Seorang Serdadu Perancis Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara Amerika di dekat truk yang terbakar, yang merupakan bom bunuh diri, di depan kedutan besar Jerman di Kabul (17/1). Foto: AP/Musadeq Sadeq

    Tentara Amerika di dekat truk yang terbakar, yang merupakan bom bunuh diri, di depan kedutan besar Jerman di Kabul (17/1). Foto: AP/Musadeq Sadeq

    TEMPO Interaktif, Serangan kelompok militan menyebabkan empat pasukan AS dan seorang serdadu Perancis tewas, dengan demikian sudah 14 serdadu AS meregang nyawa di awal 2010.

    NATO menyebutkan, seorang tentara AS tewas dalam pertempuran di sebelah timur Afganistan, sementara korban tewas lainnya akibat serangan bom di selatan.

    Informasi lainnya menjelaskan, dua pasukan AS akibat ledakan bom. Sedangkan seorang tentara Perancis tewas akibat serangan bom yang meledak di timur laut Kabul.

    Hingga saat ini, sedikitnya 100 ribu pasukan asing berada di Afganistan di bawah komando NATO dan Amerika Serikat. Dari jumlah sebanyak itu, AS menyumbangkan 74 ribu pasukan sedangkan perancis 3.300 serdadu.

    Penyebab kematian serdadu Perancis bermula saat dia bersama pasukan Perancis lainnya melakukan perjalanan, Rabu, dalam sebuah konvoi ke daerah Mahmud Raqi, terletak antara Nijrab dan Bagram.

    Dalam perjalan, mereka mendapatkan serangan. Akibat serangan itu, serdadu Perancis tewas, dua lainnya terluka. Presiden Perancis menyampaikan duka citanya kepada keluarga korban. Seraya mengatakan meskipun ada serangan tidak akan mengurangi peran Perancis di dunia iternasional. "Serangan ini sedikitipun tidak mengurangi semangat Perancis melakukan misinya di Afganistan."

    Menurut hitungan kantor berita AFP, sejak bergabung dengan pasukan internasional di Afganistan 2001, Perancis telah kehilangan 39 serdadu.

    BBC | CHOIRUL



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.