Mahathir Mohamad: Gus Dur Patriotik dan Nasionalis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur - Ungkapan belasungkawa dari para tokoh dunia terus mengalir atas meninggalnya Presiden Ke-4 Republik Indonesia, KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Di Kuala Lumpur, mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mendatangi Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk menyampaikan rasa duka citanya, Kamis (31/12).

    Selama beberapa menit Mahathir melakukan penghormatan terakhir dengan membubuhkan ucapan dan tandatangan di Book of Condolence yang disiapkan di lobi depan  Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur, dilanjutkan dengan berdoa di depan foto Gus Dur.

    “Saya ikut berduka cita atas kepergian Gus Dur,” ucap Mahathir. “Bagi saya beliau adalah seorang patriotik dan nasionalis bagi bangsa Indonesia dan umat Islam.”

    Mahathir juga sempat menyinggung sikap humoris Gus Dur. “Beliau banyak mempunyai cerita lucu yang sering membuat kita tertawa, walaupun sedang membicarakan hal serius,” kenang dia.

    Walaupun dalam beberapa masalah terdapat perbedaan pandangan, Mahathir mengaku tetap hormat kepada Gus Dur.

    Selain Mahathir Mohammad, Wakil Menteri Luar Negeri Malaysia A. Kohilan Pillay juga mendatangi KBRI Kuala Lumpur untuk menyampaikan ucapan belasungkawa.

    Gus Dur meninggal di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo pada Rabu (30/12) pukul 18.45. Almarhum wafat karena komplikasi penyakit diabetes, ginjal, dan stroke.

    MASRUR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.