Bom Bunuh Diri di Peshawar Press Club, Dua orang Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP Photo/Mohammad Iqbal

    AP Photo/Mohammad Iqbal

    TEMPO Interaktif, Sedikitnya dua orang dilaporkan tewas setelah sebuah bom bunuh diri meledak di luar gedung organisasi jurnalis di Peshawar, Pakistan. Demikian keterangan polisi setempat.

    The Peshawar Press Club adalah landmark di kota tersebut yang sangat terkenal. Secara berkala banyak dikunjungi kaum jurnalis.

    Bulan lalu, gedung yang terletak di barat daya Pakistan ini diserang ledakan bom menyebabkan sejumlah orang tewas. 

    Menurut pejabat Pakistan, serangan bom ini diakibatkan oleh serbuan pasukannya terhadap basis Taliban di Waziristan.

    “Ini serangan bom diri. Ketika pelaku akan memasuki gedung (Peshawar Press Club) polisi menghentikannya di pintu gerbang, namun pelaku keburu meledakannya,” papar pejabat senior kepolisian Karim Khan seperti dikutip kantor berita AFP.

    "Akibat ledakan itu, ruang petugas keamanan di luar gedung rusak berat, tiga sepeda motor yang sedang diparkir dan sebuah bus hangus terbakar. Dan hampir semua cendela gedung hancur berantakan,” tambah Khan.

    Korban tewas akibat bom laknat itu adalah seorang polisi dan pegawai press club yang sedang berada di pintu gerbang saat bom itu meledak. Selain itu, 10 orang terluka, kini semuanya dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

    Peshawar terletak di perbatasan Afganistan yang berungkali menjadi sasaran serbuan sejak Pakistan mengirimkan pasukannya bertempur melawan Taliban yang menguasai Waziristan Selatan. Pada 28 Oktober lalu, sekitar 120 orang tewas ketika sebuah bom mobil meledak di pasar Peepal Mandi yang sedang padat pengunjung. Hingga saat ini ratusan orang dikabarkan telah meregang nyawa sejak penyerbuan lintas negara ini diberlakukan dalam operasi militer di musim semi.

    BBC | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.