Abdullah, Penantang Karzai Mundur dari Pemilihan Presiden

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden Afghanistan Abdullah Abdullah (tengah) duduk di antara para pendukungnya sebelum mengumumkan keputusannya untuk tidak berpartisipasi di putaran kedua Pemilihan di Kabul, Afghanistan, Minggu (1/11). AP Photo/Gemunu Amarasinghe

    Calon presiden Afghanistan Abdullah Abdullah (tengah) duduk di antara para pendukungnya sebelum mengumumkan keputusannya untuk tidak berpartisipasi di putaran kedua Pemilihan di Kabul, Afghanistan, Minggu (1/11). AP Photo/Gemunu Amarasinghe

    TEMPO Interaktif, Kabul - Penantang Hamid Karzai, Abdullah Abdullah, Ahad (1/11), mengumumkan mengundurkan diri sebagai calon presiden dalam pemilihan presiden Afghanistan putaran kedua, 7 November mendatang. Abdullah menuduh pemerintah tidak jujur.

    Pengunduran Abdullah akan menyebabkan legitimasi pemerintahan Karzai lemah. Padahal Amerika Serikat dibawah kepemimpinan Barack Obama telah memberikan bantuan penuh terhadap Karzai, termasuk pengiriman pasukan tambahan sebanyak 40 ribu tentara Amerika untuk memerangi Taliban.

    Menurut Daud Ali Najafi, pejabat pemerintah selaku Ketua Panitia Pemilihan Umum, kendati Abdullah mundur sebagai calon presiden, pemilihan presiden putaran kedua 7 November tetap berjalan sebagaimana mestinya.

    Sebaliknya, bagi Perserikatan Bangsa Bangsa  pemilihan umum presiden putaran kedua sangat aneh jika hanya diikuti satu orang. "Sulit dimengerti, bagaimana mungkin pemilihan putaran kedua diikuti hanya satu calon," ujar juru bicara PBB, Aleem Siddque.

    Penarikan diri Abdullah nampaknya tidak mempengaruhi tekad pemerintah dan panitia pemilihan untuk melanjutkan proses pemilihan presiden. Bahkan pasukan asing di Afghanistan dibawah komando NATO akan membantu pengamanan pemilihan presiden.

    "Kami tetap memberikan dukungan terhadap proses pemilihan presiden di Afghanistan. Tugas kami adalah mengamankan pemilihan presiden, bukan masuk ke ranah politik," kata juru bicara pasukan NATO Kolonel William Shanks

    Abdullah adalah seorang dokter mata dan pernah menjadi menteri luar negeri pemerintah Hamid Karzai. Walaupun dia mundur sebagai calon presiden dalam pemilihan putara kedua, para pendukungnya tidak akan memboikot pemilihan tersebut.

    Ketika menyampaikan keputusannya, suara Abdullah terdengar berat dan terputus-putus. Matanya berlinang air mata berbicara di depan ribuan pendukungnya di sebuah tenda raksasa, sekaligus dijadikan markas koordinasi.

    "Saya sudah pertimbangkan penuh seksama untuk mundur dari pemilihan presiden," katanya.

    Dengan mundurnya Abdullah, Hamid Karzai diperkirakan memenangkan pemilihan presiden putaran kedua dengan mudah. Tim kampanye Karzai yakin akan memenangkan kembali pemilihan mendatang.

    "Keputusan Dr Abdullah telah mengecewakan kami," kata Karzai.

    Sementara itu, Taliban, organisasi Islam militan yang menentang pemilihan putaran kedua, menganggap pengunduran diri Abdullah tak ada pengaruhnya, khususnya dalam kebijakan pemerintahan Afghanistan.

    "Sejauh yang saya tahu, tidak akan ada perubahan kebijakan di pemerintahan," kata juru bicara Taliban Muhammad Yusuf di tempat persembunyiannya.

    REUTERS | CHOIRUL 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.