Inilah Kisah-kisah Perayaan Idul Fitri di Timur Tengah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS| Luc Gnago

    REUTERS| Luc Gnago

    TEMPO Interaktif, Umat Islam di dunia sedang merayakan Hari Raya Idul Fitri. Sebuah kebahagiaan menandai akhir bulan suci Ramadan.

    idulDi Mesir, keluarga muslim memadati jalan-jalan dan tepi Sungai Nil untuk merayakan hari kemenangan itu. Mereka membelikan anak-anaknya dengan pakaian baru di hari libur. Kapal pesiar di Sungai Nil dihiasi dengan lampu berwarna cerah. Anak laki-laki dan perempuan menari diringi musik tradisional Mesir. Anak-anak berlarian dengan memegang kembang api di jalanan.

    Lalu lintas yang biasanya padat dan sibuk di Kairo, pada hari-hari ini sedikit berkurang karena banyak digunakan untuk transportasi massal mengunjungi taman hiburan dan beberapa taman di Kairo. Namun, pengemis juga banyak berharap lewat Idul Fitri yang bahagia ini dengan senyuman, mengharapkan tip.

    Supermarket dan toko-toko menjual makanan khusus dan ratusan kotak kue Idul Fitri tradisional yang manis. Selain itu, makanan populer pada Idul Fitri adalah ikan asap atau ikan asin setelah orang Muslim Mesir menahan diri dari makan makanan selama bulan puasa Ramadan.

    Di pusat kota Kairo, polisi bertugas menjaga keramaian orang setelah muncul insiden pelecehan terhadap perempuan dua tahun sebelumnya pada kerumunan massa.

    Di Arab Saudi, warga menghiasi rumah-rumah mereka dan menyiapkan makanan mewah untuk teman-teman dan keluarga. Potongan besar daging kambing dicampur dengan nasi dan sayur-sayuran tradisional terhidang di meja makan. Seluruh negeri menikmati perayaan, baik laki-laki dan perempuan saling bersalaman satu sama lain di kota-kota besar.

    Semua laki-laki menari dengan pedang dan tarian rakyat dilakukan di depan umum. Di ibukota Riyadh, pemerintah setempat merencanakan perayaan yang dimulai dengan doa diikuti oleh berbagi hiburan di tujuh tempat terpisah menampilkan kembang api, konser, teater, pembacaan puisi, parade dan program-program perempuan. Mobil hias, pertunjukan pesawat udara dengan remote control, dan musik tradisional juga direncanakan akan digelar.

    Di Teritori Palestina, tepatnya di Kota Gaza, sebuah pasar tua penuh sesak dengan pedagang jalanan dan warga berbelanja baju baru, permen dan ikan asin. Namun suasana liburan ini tetap diliputi ketegangan, di bawah blokade Israel-Mesir selama dua tahun. Warga juga masih terhuyung-huyung secara psikologis, ekonomi, sosial dan budaya, sejak perang pada Januari.

    "Banyak orang kehilangan sanak saudara dan empat tinggal mereka, bagaimana mau membeli sepatu baru,” kata Midhad Ihmeid, 45.

    Salam Haddad, seorang pedagang berusia 34 tahun, mengatakan bahwa ekonomi Gaza menurun dan ini mempengaruhi persiapan hari libur. Melalui jaringan terowongan di bawah perbatasan Gaza-Mesir, mereka masih bisa menjaga perdagangan di kota itu.

    "Tidak ada pekerjaan di sini sekarang, jadi orang tidak punya banyak uang untuk liburan," katanya.

    Sementara di Pakistan, ribuan orang di ibukota Islamabad berduyun-duyun ke pasar-pasar utama untuk membeli makananan.

    Presiden Pakistan Asif Ali Zardari mengingatkan orang-orang untuk meningkatkan perdamaian selama Idul Fitri. "Di tengah perayaan Idul Fitri tahun ini, marilah kita tidak melupakan mereka-mereka anggota pasukan bersenjata kita, polisi, badan-badan penegak hukum dan warga sipil yang mempertaruhkan hidup mereka dalam memerangi militan sehingga kita dapat benar-benar merayakan Idul Fitri ini dalam damai," kata Zardari.

    Di Afganistan, di ibu kota Kabul, anak-anak mengenakan pakaian terbaik mereka untuk merayakan Idul Fitri. Satu keluarga berpose untuk foto bersama dengan latar belakang pegunungan yang mengelilingi ibukota Afganistan.

    Meskipun kekerasan meningkat di Kabul, kota ini ramai dan meriah. Pasar penuh dengan pedagang dan pengunjung, banyak jalan-jalan macet dengan mobil-mobil yang penuh dengan orang-orang dalam perjalanan ke dan dari liburan dan makan bersama.

    Di Sudan, awal perayaan ditandai oleh salat bersama di lapangan besar di depan mesjid setempat. Banyak yang kemudian menghabiskan sore dan malam hari mengunjungi keluarga, teman dan tetangga. Mereka yang baru-baru ini kehilangan anggota keluarga mendapat perhatian khusus dalam perayaan. Mereka berharap akan mengalihkan perhatian dari rasa berkabung.

    Di kota-kota, banyak keluarga pergi ke taman untuk piknik sementara anak-anak berkeliaran dengan senapan mainan yang baru dibeli dan menembak satu sama lain.

    Presiden Sudan Omar al-Bashir menyerukan, kelompok gerakan bersenjata untuk meletakkan senjata mereka dan mengadakan dialog daripada menggunakan jalan kekerasan untuk menyelesaikan perbedaan mereka.

    Sementara di Yaman, Idul Fitri datang di waktu yang sangat menderita karena di sini sedang dalam krisis ekonomi, perang di utara dan ketidakstabilan di selatan.

    Di bagian utara provinsi Saada, di sepanjang perbatasan Saudi, ribuan warga sipil melarikan diri dari pertempuran antara pemberontak Syiah dan pemerintah. Sebagian besar anak-anak tradisional tidak menerima hadiah uang atau baju baru. Provinsi terbesar dan masjid tertua kosong tahun ini, tanpa terdengar suara takbir seperti di masa lalu.

    Banyak orang di kota-kota besar memilih tinggal di rumah daripada pergi ke restoran seperti yang mereka lakukan tahun-tahun sebelumnya. Meskipun beberapa warga masih menyempatkan berkumpul untuk bertukar cerita tentang masa lalu.


    AP| NUR HARYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.