Bom Carlton-Marriott, Australia Khawatir Tiga Warganya Tewas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Novi Kartika

    TEMPO/Novi Kartika

    TEMPO Interaktif, Perth - Menteri Luar Negeri Australia Stephen Smith mengaku sangat khawatir terjadi kemungkinan terburuk terhadap tiga warga Australia yang hilang setelah ledakan bom di dua hotel di Jakarta. Mereka dikhawatirkan tewas. Apalagi, keluarga salah satu orang yang hilang mengatakan anggota keluarganya tersebut tewas.

    "Saya benci menggunakan kata-kata eufimisme di saat seperti ini. Tetapi kami khawatirkan yang terburuk terjadi," ujar Stephen di Perth, Sabtu (18/7), sebelum berangkat ke Jakarta.

    "Kami sangat khawatir mengenai nasib tiga warga Australia: Garth McEvoy, Craig Senger, dan Nathan Verity," lanjut Stephen seperti dikutip situs SBS.com.au.

    Istri Senger kabarnya diberitahukan otoritas di Indonesia bahwa Senger hilang dan diduga menjadi korban tewas. Senger, 36 tahun, merupakan pejabat Austrade dari Canberra. Sedangkan, Nathan Verity, 38 tahun, merupakan pengusaha dari Perth. Sementara, Garth McEvoy adalah salah satu petinggi di sebuah perusahaan pertambangan. 

    Pada Jumat (17/7) pagi, dua bom meledak di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton di Kuningan, Jakarta Selatan. Akibatnya, sembilan orang tewas dan sedikitnya 55 orang terluka.

    SBS| KODRAT SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.