Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Emmanuel Macron Umumkan Menarik Militer dan Diplomat Prancis di Niger

image-gnews
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengadakan konferensi pers di akhir KTT para pemimpin Uni Eropa, di Brussel, Belgia, 11 Desember 2020. [Olivier Hoslet / Pool via REUTERS]
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengadakan konferensi pers di akhir KTT para pemimpin Uni Eropa, di Brussel, Belgia, 11 Desember 2020. [Olivier Hoslet / Pool via REUTERS]
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Minggu, 24 September 2023, mengumumkan pihaknya akan menarik militer dan diplomat Prancis yang ada di Niger. Langkah itu diambil setelah ada gerakan penolakan atau anti-militer Prancis di Niger

Lewat keputusan itu, maka 1.500 tentara Prancis akan meninggalkan Niger per akhir 2023. Presiden Niger yang pro-Prancis Mohamed Bazoum, sudah dikudeta militer pada Juli 2023.

“Prancis telah memutuskan untuk menarik duta besarnya. Dalam beberapa jam, duta besar kami dan sejumlah diplomat akan pulang ke Prancis. Kerja sama militer kami pun dengan otoritas Niger akan berakhir pada akhir tahun ini atau beberapa bulan ke depan,” kata Macron yang disiarkan stasiun televisi France 2, Minggu 24 September 2023.

Niger adalah negara bekas jajahan Prancis. Selama satu dekade, rasa ketidak puasan dan kritik terhadap operasi militer Prancis di Niger, meluas. Dengan kudeta militer yang terjadi, sejumlah pemimpin yang berkuasa saat ini segera menghentikan sementara kesepakatan kerja sama dengan Pemerintah Prancis dan menuntut agar Prancis angkat kaki dari Niger.

Pada Agustus 2023 lalu, sejumlah pemimpin militer di Niger sudah meminta agar Duta Besar Prancis untuk Niger Sylvain Itte meninggalkan negara itu dan mencabut kekebalan diplomatiknya, namun permintaan tersebut ditolak Prancis.  Pada akhir pekan lalu, Macron mengklaim kalau militer Niger menyandera Itte dengan menghalangi makanan-makanan yang dikirimkan ke kantor Kedutaan Besar Prancis.   

Saat ini ada sekitar 1.500 tentara Prancis yang ditempatkan di Niger setelah Prancis menghentikan sementara operasi militernya di Mali dan Burkina Faso yang juga sama-sama mengalami kudeta militer.  Salah satu pangkalan militer Prancis di Niger yang terbesar berada di kawasan Sahel dan saat dilakukan penarikan pasukan, maka wilayah itu hanya menyisakan beberapa puluh tantara Prancis saja yang akan bertugas di Chad.  

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dengan berkurangnya pengaruh Prancis, pada akhir pekan lalu Niger, Mali dan Burkina Faso mengumumkan membentuk sebuah aliansi militer. Mali dan Burkina Faso secara tak resmi sama-sama berkomitmen akan mendukung Niger jika ada invasi dari ECOWAS.      

    

Sumber: RT.com

Pilihan Editor: Kena Sanksi ECOWAS, Niger Krisis Obat-obatan

Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Enam Remaja Prancis Dihukum karena Dianggap Terlibat Pemenggalan Guru

17 jam lalu

Karangan bunga bertumpukan dalam acara tribut bagi Samuel Paty di Place de la Republique, di Lille, Prancis, Ahad, 18 Oktober 2020. Seorang wali murid bahkan mengunggah video berisi keresahannya terhadap perilaku Samuel Paty yang telah melecehkan Nabi Muhammad, hingga video tersebut tersebar di antara komunitas muslim di Paris. REUTERS/Pascal Rossignol
Enam Remaja Prancis Dihukum karena Dianggap Terlibat Pemenggalan Guru

Pengadilan Prancis menghukum enam remaja karena dinilai terlibat dalam pemenggalan kepala guru sejarah Samuel Paty pada 2020.


Paul Pogba Terjerat Kasus Doping, Juventus Disebut Siap Akhiri Kontraknya

1 hari lalu

Pemain Juventus, Paul Pogba. REUTERS/Massimo Pinca
Paul Pogba Terjerat Kasus Doping, Juventus Disebut Siap Akhiri Kontraknya

Jaksa anti-doping telah meminta larangan bermain selama empat tahun bagi pemain Juventus Paul Pogba yang gagal dalam tes doping.


Buruh Inggris, Prancis, Belanda dan Denmark Blokir Pabrik Penjual Jet Tempur F-35 ke Israel

1 hari lalu

Para pengunjuk rasa membentuk blokade di luar perusahaan kedirgantaraan Eaton Mission Systems di Wimborne Minster, dekat Bournemouth, Inggris. Sky News
Buruh Inggris, Prancis, Belanda dan Denmark Blokir Pabrik Penjual Jet Tempur F-35 ke Israel

Protes terjadi di pabrik-pabrik di seluruh Inggris yang terkait dengan industri senjata atas penjualan peralatan ke Israel.


Jaksa Italia Minta Gelandang Juventus Paul Pogba Dilarang Bermain 4 Tahun karena Doping

2 hari lalu

Pemain Juventus, Paul Pogba. REUTERS/Massimo Pinca
Jaksa Italia Minta Gelandang Juventus Paul Pogba Dilarang Bermain 4 Tahun karena Doping

Investigasi polisi juga sedang berlangsung di Prancis atas tuduhan Paul Pogba menjadi sasaran pemeras.


Didominasi dari Eropa, Ini 7 Jenis Sapi Terbesar di Dunia dan Asal Negaranya

2 hari lalu

Irfan Hakim membeli sapi pemenang kontes berukuran jumbo yang dia beri nama Wisanggeni untuk disembelih pada Idul Adha tahun ini. Sapi yang disebut-sebut sebagai sapi terbesar di Indonesia itu memiliki bobot sekitar 1,3 ton. Instagram/irfanhakim75
Didominasi dari Eropa, Ini 7 Jenis Sapi Terbesar di Dunia dan Asal Negaranya

Jenis sapi berukuran besar banyak berasal dari Eropa.


Pejabat Militer Amerika Serikat Yakin Perang Ukraina Tak Bisa Selesai lewat Cara Militer Saja

5 hari lalu

Foto udara bangunan hancur di Mariupol, Ukraina, 24 Desember 2022. Rusia menginvasi Ukraina sejak 24 Februari 2022 hingga saat ini. Akibat peperangan tersebut, ribuan orang tewas dan jutaan warga Ukraina meninggalkan negaranya. REUTERS/Pavel Klimov
Pejabat Militer Amerika Serikat Yakin Perang Ukraina Tak Bisa Selesai lewat Cara Militer Saja

Charles Brown Jr. menilai perang Ukraina tidak bisa sepenuhnya diselesaikan lewat cara militer, namun lewat jalur negosiasi.


Top 3 Dunia: Jaksa ICC Pilih Kasih, Jasad Bayi Disebut Boneka, Penikaman di Paris

5 hari lalu

Jaksa Pengadilan Kriminal Internasional Karim Khan. REUTERS/Piroschka van de Wouw
Top 3 Dunia: Jaksa ICC Pilih Kasih, Jasad Bayi Disebut Boneka, Penikaman di Paris

Top 3 Dunia dibuka dengan penolakan kelompok HAM Palestina untuk bertemu Jaksa Mahkamah Pidana Internasional (ICC), Karim Khan.


Jens Stoltenberg Sebut Ukraina Tak Mencetak Kemajuan Apapun

6 hari lalu

Tanda Ukraina dan NATO terlihat di sebuah gedung di Vilnius, Lituania 10 Juli 2023. REUTERS/Ints Kalnins
Jens Stoltenberg Sebut Ukraina Tak Mencetak Kemajuan Apapun

Jens Stoltenberg menilai militer Ukraina gagal mencapai terobosan apapun dalam beberapa bulan terakhir, namun pohaknya harus tetap mendukung.


Penikaman Dekat Menara Eiffel Paris, Seorang Turis Jerman Tewas

6 hari lalu

Seorang penyerang menikam satu orang hingga tewas dan melukai lainnya di Paris pada hari Sabtu. Foto: X/Life_Info
Penikaman Dekat Menara Eiffel Paris, Seorang Turis Jerman Tewas

Seorang Islamis radikal dengan masalah kesehatan mental menikam seorang turis Jerman hingga tewas dan melukai dua orang di pusat kota Paris


Vladimir Putin Ingin Tambah Jumlah Tentara Rusia

7 hari lalu

Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri konferensi pers bersama dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz di Moskow, Rusia 15 Februari 2022. Sputnik/Sergey Guneev/Kremlin via REUTERS/File Foto
Vladimir Putin Ingin Tambah Jumlah Tentara Rusia

Vladimir Putin ingin meningkatkan jumlah angkatan bersenjata negara itu sampai 170 ribu anggota.