Penjaga Perdamaian Tinggalkan Aceh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:HDC sudah menyampaikan usul pertemuan kembali RI dan GAM tapi belum direspon Lebih dari 50 penjaga perdamaian internasional bertolak dari Aceh salah satu provinsi Indonesia dimana gencatan senjata berada diambang perang. Kelompok yang terdiri dari 43 orang Thailand, 8 orang Philipina, dan seorang Norwegia, keluar dari Bandara Banda Aceh menumpangi pesawat militer C-130. David Gorman dari Henry Dunant Centre (HDC), sebuah media penengah internasional, menyatakan bahwa mereka akan tinggal di Medan atau Jakarta untuk batas waktu yang tidak tentu. Hari Senin (12/5) di Banda Aceh terlihat banyak patroli tentara bersenjata. Hari ini merupakan batas akhir dari pemerintah terhadap GAM untuk menagguhkan permintaan kemerdekaannya dan pemerintah akan mulai melucuti senjata mereka. Beberapa hari ini, pasukan baru telah diturunkan di tiap provinsi pulau Sumatera untuk meghadapi kemungkinan serangan militer. Gorman menyatakan usaha terakhir yang dilakukan Henry Dunant Centre untuk mengatur pertemuan antara dua pihak tetap berlanjut. Dia menyatakan pihak pemerintah belum memberikan jawaban mengenai rencana pertemuan antara dua belah pihak yang disampaikan HDC. (AFP/Listi Fitria- TNR)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.