Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kanselir Jerman Dorong Jokowi Sepakati Pakta Perdagangan UE-Indonesia

Reporter

Editor

Ida Rosdalina

image-gnews
Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz di sela-sela KTT G7 di Elmau, Senin, 27 Juni 2022.  Presiden Jokowi membahas tentang penguatan kerja sama ekonomi dan terkait Presidensi G20 Indonesia. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz di sela-sela KTT G7 di Elmau, Senin, 27 Juni 2022. Presiden Jokowi membahas tentang penguatan kerja sama ekonomi dan terkait Presidensi G20 Indonesia. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Kanselir Jerman Olaf Scholz mendesak kesepakatan dagang antara Uni Eropa dan Indonesia sebagai bagian dari upaya negaranya untuk mengurangi ketergantungannya pada Cina atas bahan baku penting.

Scholz berbicara masalah ini pada pembukaan pameran perdagangan tahunan Hannover pada Ahad, 16 Maret 2023. Kanselir mengatakan kepada Presiden Indonesia Joko Widodo bahwa kesepakatan perdagangan antara Indonesia dan Uni Eropa berpotensi menciptakan kawasan ekonomi yang mencakup 700 juta orang.

“Saya sedang bekerja untuk akhirnya mencapai kesepakatan ini,” kata Scholz tentang negosiasi antara Jakarta dan Brussel, yang telah berlangsung sejak 2016.

Scholz mengatakan dia juga berharap tentang pembicaraan antara UE dan blok Mercosur di Amerika Selatan, Meksiko, Australia, Kenya, dan India.

“Di sini juga, dinamika baru telah muncul dalam beberapa bulan terakhir,” katanya. Dia menambahkan bahwa kesepakatan semacam itu diperlukan untuk membantu negara-negara mengurangi ketergantungan mereka pada pasar tertentu.

Jerman sangat khawatir menjadi terlalu bergantung pada Cina, termasuk untuk komoditas penting yang dibutuhkan untuk digitalisasi dan pergeseran menuju ekonomi nol karbon. “Saat ini kami mengimpor banyak dari Cina,” kata Scholz.

“Dan itu terlepas dari fakta bahwa tanah jarang, tembaga, atau nikel seringkali tidak diekstraksi di sana, tetapi di negara-negara seperti Indonesia, Chili, atau Namibia,” katanya. “Kami ingin mengubahnya.”

Scholz mengatakan membangun fasilitas pemrosesan untuk bahan mentah semacam itu di negara tempat ditemukannya akan menguntungkan ekonomi lokal dan harus menjadi bagian dari kesepakatan perdagangan baru.

Cina juga merupakan mitra dagang terbesar Indonesia. Pada 2022, total perdagangan bilateral mencapai rekor baru senilai US$133,65 miliar atau sekitar Rp2 kuadriliun.

Sementara untuk investasi, tahun lalu, Cina menjadi investor ke-2 terbesar Indonesia. Di kuartal terakhir tahun lalu, Cina bahkan menjadi investor pertama Indonesia.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Jerman Perketat Kontrol Perbatasan untuk Bendung Migrasi Ilegal

1 hari lalu

Seorang anggota kru RHIB (rigid-hulled inflatable boat) membagikan jaket pelampung kepada para migran selama operasi penyelamatan di perairan internasional di lepas pantai Tunisia, di Laut Mediterania barat, 1 Agustus 2021. Kapal LSM Jerman dan Prancis Sea-Watch 3 dan Ocean Viking menyelamatkan para migran di perairan Tunisia 68 km (42 mil) dari pantai Afrika Utara, dekat fasilitas minyak dan kapal lainnya. REUTERS/Darrin Zammit Lupi
Jerman Perketat Kontrol Perbatasan untuk Bendung Migrasi Ilegal

Jerman akan memperluas kontrol perbatasan dengan Polandia dan Republik Cek pekan ini untuk mengendalikan migrasi ilegal.


Kanselir Jerman, Olaf Scholz, Minta Polandia Jelaskan Skandal Visa

3 hari lalu

Kanselir Jerman Olaf Scholz berpidato pada pertemuan tingkat menteri Dewan Keamanan PBB mengenai krisis di Ukraina di markas besar PBB di New York, 20 September 2023. REUTERS/Brendan McDermid
Kanselir Jerman, Olaf Scholz, Minta Polandia Jelaskan Skandal Visa

Pemerintah Polandia dituduh melakukan kesepakatan tunai untuk visa bagi migran, sebuah skandal yang telah mengguncang politik dalam negeri.


Menlu Retno: Kanselir Jerman Olaf Scholz akan Kunjungi Indonesia

8 hari lalu

Kanselir Jerman Olaf Scholz. REUTERS/Annegret Hilse
Menlu Retno: Kanselir Jerman Olaf Scholz akan Kunjungi Indonesia

Kanselir Jerman Olaf Scholz akan mengunjungi Indonesia, kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi usai bertemu dengan delegasi Jerman


17 Negara Prihatin Uni Eropa Terbitkan UU Deforestasi

20 hari lalu

Bendera Uni Eropa berkibar setengah tiang di luar markas Komisi Eropa, sebagai bentuk belasungkawa atas wafatnya Ratu Elizabeth dari Inggris, di Brussel, Belgia, 9 September 2022. REUTERS/Yves Herman
17 Negara Prihatin Uni Eropa Terbitkan UU Deforestasi

UU deforestasi yang dibuat Uni Eropa dirasa bersifat diskriminatif dan menghukum serta berpotensi melanggar ketentuan WTO.


Bagai Bajak Laut Kanselir Jerman Olaf Scholz Pakai Penutup Sebelah Mata, Apa Penyebabnya?

21 hari lalu

Kanselir Jerman Olaf Scholz. REUTERS/Annegret Hilse
Bagai Bajak Laut Kanselir Jerman Olaf Scholz Pakai Penutup Sebelah Mata, Apa Penyebabnya?

Kanselir Olaf Scholz tampak menutup sebelah matanya, apa penyebabnya?


Mendag Minta Dukungan Belanda agar Uni Eropa Kurangi Hambatan Ekspor Imbas EUDR

33 hari lalu

Di sela rangkaian Pertemuan Para Menteri Ekonomi ASEAN ke-55, Menteri Perdagangan RI, Zulkifli Hasan selaku AEM Chair melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Negara untuk Perdagangan Internasional Inggris, Nigel Huddleston MP.
Mendag Minta Dukungan Belanda agar Uni Eropa Kurangi Hambatan Ekspor Imbas EUDR

Indonesia meminta dukungan Belanda agar Uni Eropa tidak menerapkan kebijakan perdagangan yang dapat berdampak pada petani Indonesia.


LPEM UI Nilai UU Anti Deforestasi Jadi Cara Eropa Mengendalikan Harga Sawit

34 hari lalu

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) Eddy Martono dalam diskusi Hak Guna Usaha (HGU) Perkebunan Sawit dan Kawasan Hutan di Bandung Barat, Rabu, 23 Agustus 2023. TEMPO/Riani Sanusi Putri
LPEM UI Nilai UU Anti Deforestasi Jadi Cara Eropa Mengendalikan Harga Sawit

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau Gapki kembali mengkritik Undang-undang (UU) Anti Deforestasi yang diterbitkan oleh Uni Eropa (EUDR).


Emisi Karbon di Hutan Amazon Melonjak saat Bolsonaro Berkuasa

35 hari lalu

Pemandangan umum Sungai Itacoai selama operasi pencarian jurnalis Inggris Dom Phillips dan pakar adat Bruno Pereira, yang hilang saat meliput di bagian terpencil dan tanpa hukum dari hutan hujan Amazon dekat perbatasan dengan Peru, di Atalaia do Norte, negara bagian Amazonas, Brasil , 10 Juni 2022. REUTERS/Bruno Kelly
Emisi Karbon di Hutan Amazon Melonjak saat Bolsonaro Berkuasa

Emisi karbon di hutan Amazon melonjak pada 2019 dan 2020 dibandingkan dekade sebelumnya karena lemahnya penegakan kebijakan perlindungan lingkungan.


Jerman Tak Mau Kirim Tentara untuk Bertempur di Perang Ukraina

39 hari lalu

Puluhan tank Leopard 1 buatan Jerman dan kendaraan lapis baja lainnya, dimiliki oleh Freddy Versluys, CEO perusahaan pertahanan Belgia OIP Land Systems, yang mengatakan dapat membantu Ukraina jika mendapat izin ekspor dari pemerintah daerah Wallonia Belgia dan dari Jerman untuk menjualnya , terlihat di hanggar di Tournais, Belgia 31 Januari 2023. REUTERS/Yves Herman
Jerman Tak Mau Kirim Tentara untuk Bertempur di Perang Ukraina

Kanselir Olaf Scholz meyakinkan Jerman tidak akan menceburkan diri dalam perang Ukraina dengan mengirimkan tentara ke medan tempur.


Olaf Scholz Minta Upaya Diplomatik untuk Akhiri Perang Ukraina Dilanjutkan

45 hari lalu

Kanselir Jerman Olaf Scholz. REUTERS
Olaf Scholz Minta Upaya Diplomatik untuk Akhiri Perang Ukraina Dilanjutkan

Olaf Scholz mendesak ada upaya diplomatik lebih lanjut, yang sebetulnya manjur untuk menekan Rusia.