Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Lima Remaja Iran Ditahan Gara-gara Menarikan Lagu Selena Gomez

Reporter

Editor

Ida Rosdalina

image-gnews
Gadis remaja di Iran yang telah ditahan karena memposting video tarian. (Twitter)
Gadis remaja di Iran yang telah ditahan karena memposting video tarian. (Twitter)
Iklan

TEMPO.CO, JakartaSekelompok remaja Iran yang mengunggah video mereka menarikan lagu Selena Gomez ditahan dan dipaksa untuk membuat pengakuan bersalah.

Menyebut sebuah pos dari akun Twitter Shahrak Ekbatan, situs berita Radio Farda melaporkan bahwa kelima remaja putri itu awalnya dipanggil dan menerima peringatan, dan kemudian, dipanggil lagi dan ditahan selama dua hari sebelum tekan untuk membuat sebuah pengakuan yang dipaksakan.

Sebuah gambar yang dibagikan dengan cuitan yang sama menunjukkan kelima remaja putri itu kini menutup kepala mereka dengan selendang dan tertunduk.

Segera setelah video yang memperoleh perhatian daring, gambar yang diambil di kota Ekbatan, sebelah barat Teheran, kelima gadis itu dicari pasukan keamanan.

Mereka menarikan lagu Selena Gomez yang terkenal, Rema, Calm Down, tanpa penutup kepala yang menjadi kewajiban bagi perempuan di Iran.

Video yang kini trending dipublikasikan pada Hari Perempuan Internasional.

Pencarian gadis-gadis itu oleh pasukan keamanan dikonfirmasi oleh akun Twitter Shahrak Ekbatan yang mengepos seputar peristiwa dan insiden di kota tersebut. Akun itu telah memperingatkan kemungkinan penangkapan dan penahanan.

Pihak berwajib diberitakan telah melihat rekaman CCTV dan menanyai para penjaga di properti tersebut. Tidak jelas apakah tarian itu merupakan sebuah bentuk protes.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kejadian serupa pada Februari di mana sepasang anak muda berdansa dekat Lapangan Azadi Teheran yang berakhir dengan hukuman penjara.

Iran menghukum pasangan itu masing-masing lima tahun karena mendukung protes anti-rezim. Astiyazh Haghighi dan tunangannya Amir-Mohammad Ahmadi, keduanya berusia awal 20-an, didakwa dengan “kolusi melawan keamanan nasional” untuk “mendorong” protes-protes di Instagram, di mana mereka memiliki pengikut yang besar.

Makin banyak perempuan di Iran membangkang dari aturan ketat rezim sejak protes-protes anti-rezim menyusul kematian Mahsa Amini, perempuan Iran Kurdi berusia 22 tahun yang ditahan karena dugaan pelanggaran aturan berbusana untuk perempuan. Amini tewas di dalam tahanan polisi.

Di beberapa kota, para perempuan Iran melepas dan membakar hijab mereka di puncak protes akhir 2022.

AL ARABIYA ENGLISH

Pilihan Editor: Rumah Sakit di Belgia Sajikan Makanan Standar Restoran untuk Pasien

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Bahrain dan Iran Setuju untuk Memulai Pemulihan Hubungan Diplomatik

14 jam lalu

Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif bin Rashid al-Zayani melakukan perjalanan ke Iran, di mana ia bertemu dengan mitranya dari Iran. Hamad I Mohammed/Reuters
Bahrain dan Iran Setuju untuk Memulai Pemulihan Hubungan Diplomatik

Bahrain telah memutuskan hubungan dengan Iran pada 2016, tetapi hubungan membaik setelah pemulihan hubungan Arab Saudi-Iran tahun lalu.


Iran Akan Luncurkan 2 Satelit pada Juli Nanti, Mengapa Amerika Serikat Khawatir?

1 hari lalu

Satelit militer pertama bernama Noor diluncurkan ke orbit oleh Iran, di Semnan, Iran 22 April 2020.(WANA/SEPAH NEWS VIA REUTERS)
Iran Akan Luncurkan 2 Satelit pada Juli Nanti, Mengapa Amerika Serikat Khawatir?

Iran akan meluncurkan 2 satelit pada Juli. Negara Barat seperti Amerika Serikat selalu khawatir ia akan digunakan untuk meluncurkan senjata nuklir.


Mahkamah Agung Iran Batalkan Hukuman Mati Rapper Terkenal

2 hari lalu

Rapper Iran,  Toomaj Salehi. Foto : X
Mahkamah Agung Iran Batalkan Hukuman Mati Rapper Terkenal

Mahkamah Agung Iran telah membatalkan hukuman mati terhadap rapper populer Toomaj Salehi.


Iran Panggil Duta Besar Italia, Protes Daftar Hitam Kanada

3 hari lalu

Kapal perang angkatan laut Iran, Cina, dan Rusia saat mengikuti latihan militer bersama di Samudra Hindia bagian utara 19 Januari 2022. Angkatan laut dari angkatan bersenjata Iran dan Garda Revolusi mengambil bagian dalam latihan
Iran Panggil Duta Besar Italia, Protes Daftar Hitam Kanada

Iran memanggil duta besar Italia, yang mewakili kepentingan Kanada di Teheran, setelah Ottawa memasukkan Garda Revolusi sebagai entitas teroris


Blinken: Iran, Lebanon, dan Hizbullah Tak Ingin Perluas Konflik Gaza

5 hari lalu

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri Gabungan GCC-AS.  Kemitraan Strategis untuk membahas krisis kemanusiaan yang dihadapi di Gaza, di Riyadh, Arab Saudi, 29 April 2024. REUTERS/Evelyn Hockstein/Pool
Blinken: Iran, Lebanon, dan Hizbullah Tak Ingin Perluas Konflik Gaza

Menlu AS Antony Blinken mengatakan bahwa Iran, Lebanon, dan Hizbullah tidak ingin melihat konflik di Gaza meluas


Swedia dan Iran Bertukar Tahanan, Bebaskan Pejabat yang Terlibat Eksekusi Massal

8 hari lalu

Johan Floderus, setelah dipenjara di Iran, berkumpul kembali dengan keluarganya di Bandara Arlanda, di Stockholm, Swedia 15 Juni 2024. TT News Agency/Tom Samuelsson / Regeringkansliet via REUTERS
Swedia dan Iran Bertukar Tahanan, Bebaskan Pejabat yang Terlibat Eksekusi Massal

Swedia membebaskan mantan pejabat Iran Hamid Noury, yang dihukum karena terlibat dalam eksekusi massal tahanan politik pada 1980an


Korea Utara hingga Suriah, Inilah 6 Negara yang Sulit Dikunjungi

13 hari lalu

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri upacara peletakan batu pertama pembangunan pabrik di Kabupaten Songchon, Korea Utara, 28 Februari 2024. KCNA via REUTERS
Korea Utara hingga Suriah, Inilah 6 Negara yang Sulit Dikunjungi

Beberapa negara ini memiliki kebijakan visa yang sulit. Akibatnya negara tersebut sulit untuk dikunjungi wisatan atau pelancong.


Pemilu Iran Tak Akan Gunakan Sistem Pemungutan Suara Elektronik

13 hari lalu

Para pelayat mengibarkan bendera Iran saat menghadiri pemakaman para korban kecelakaan helikopter yang menewaskan Presiden Iran Ebrahim Raisi, Menteri Luar Negeri Hossein Amirabdollahian dan lainnya, di Teheran, Iran, 22 Mei 2024. Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS
Pemilu Iran Tak Akan Gunakan Sistem Pemungutan Suara Elektronik

Iran mengesampingkan kemungkinan menggunakan sistem pemungutan suara elektronik atau e-voting dalam pemilu mendatang.


Iran Setujui Enam Kandidat Calon Presiden untuk Gantikan Ebrahim Raisi

14 hari lalu

Negosiator nuklir Iran, Saeed Jalili, yang sempat menjadi kandidat presiden dalam pemilu 14 juni silam, melambaikan tangan ketika menghadiri upacara pengambilan sumpah jabatan Presiden Iran yang baru, Hasan Rouhani di gedung parlemen, di Teheran, Iran, Minggu (4/8). AP/Ebrahim Noroozi
Iran Setujui Enam Kandidat Calon Presiden untuk Gantikan Ebrahim Raisi

Dewan Wali Iran telah menyetujui enam kandidat calon presiden untuk pemilu Iran pada 28 Juni 2024.


Israel Bunuh Lagi Jenderal Iran di Suriah, Bos Garda Revolusi Bersumpah Membalas

18 hari lalu

Panglima Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Mayor Jenderal Hossein Salami meninjau peralatan militer selama latihan militer pasukan darat IRGC di daerah Aras, provinsi Azerbaijan Timur, Iran, 17 Oktober 2022. IRGC/WANA
Israel Bunuh Lagi Jenderal Iran di Suriah, Bos Garda Revolusi Bersumpah Membalas

Korps Garda Revolusi Iran bersumpah akan membalas kematian jenderalnya akibat serangan Israel.