Mogok Nasional, Toko-toko di Iran Tutup

Reporter

Sebelum diketahui tewas, Mahsa Amini ditangkap lantaran tidak menggunakan hijab saat berjalan keluar dari stasiun Shahid Haghani, di Teheran bersama saudara laki-lakinya, Kiarash. Ia ditangkap pada 14 September 2022 sekitar pukul 18.30 waktu setempat. IranWire/via REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Toko-toko di beberapa kota di Iran pada hari Senin, 5 Desember 2022, tutup menyusul seruan mogok nasional selama tiga hari. Demonstran menuntut turunnya Pemerintah Iran berkuasa saat ini. 

Kepala pengadilan menyalahkan para perusuh karena mengancam pemilik toko agar ikut melakukan mogok nasional.

Iran telah diguncang kerusuhan nasional setelah kematian Mahsa Amini, 22 tahun, pada 16 September 2022 saat dalam tahanan polisi. Gelombang unjuk rasa ini merupakan salah satu tantangan terbesar bagi Republik Islam Iran sejak revolusi 1979.

Baca juga: Bank Dunia Cemaskan Kenaikan Utang Negara Kaya dan Gagal Bayar Negara Miskin

Sejumlah massa dari Jaga Pancasila Zamrud Katulistiwa (Galaruwa) bersama elemen lainnya saat melakukan aksi demo di depan Kedubes Iran, Jakarta, Selasa 18 Oktober 2022. Aksi ini sebagai bentuk solidaritas untuk kaum perempuan Iran dalam memperjuangkan hak mereka untuk menentukan terkait busana mereka. Memakai jilbab atau bukan adalah pilihan masing-masing. Ini terkait dengan protes pada puluhan kota di Iran sesudah polisi moralitas membuat Mahsa Amini meninggal sesudah ditahan karena rambutnya terlihat di stasiun kereta api Teheran. TEMPO/Subekti. 

Amini ditangkap oleh polisi moral di Iran karena melanggar kebijakan yang ketat soal jilbab. Aturan jilbab di Iran mengharuskan perempuan berpakaian sopan dan mengenakan jilbab. Perempuan telah memainkan peran penting dalam protes tersebut, banyak dari mereka melambai-lambaikan atau membakar jilbab mereka.

Kantor berita semi-resmi Tasnim pada Senin, 5 Desember 2022, mewartakan sebuah taman hiburan di pusat perbelanjaan Teheran ditutup oleh pengadilan karena ada petugasnya yang tidak menggunakan jilbab dengan benar.

Sedangkan surat kabar Hammihan yang berhaluan reformis mewartawakan keberadaan aparat kepolisian moralitas di kota-kota di luar Teheran semakin bertambah setelah pasukan tersebut kurang aktif selama beberapa pekan terakhir.

Jaksa penuntut umum Iran pada Sabtu, 2 Desember 2022, mengklaim polisi moral telah dibubarkan. Namun belum ada konfirmasi dari Kementerian Dalam Negeri Iran perihal ini. Media milik Pemerintah Iran mewartakan jaksa penuntut umum tidak bertanggung jawab untuk mengawasi pasukan tersebut.

Ali Khanmohammadi, Juru bicara Pemerintah Iran bidang Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan yang mengawasi penerapan fatwa, mengatakan pada era polisi moralitas telah berakhir, tetapi akan ada metode lain untuk menegakkan aturan berpakaian Islami.

"Keputusan sedang dibuat untuk mengatasi para pelanggar aturan jilbab oleh sekelompok kecil perempuan. Para pejabat tidak bisa tetap acuh tak acuh terhadap pelanggaran ini," kata Khanmohammadi.

Sebelumnya pada pekan lalu, Wakil Presiden Iran untuk Urusan Perempuan Ensieh Khazali mengatakan jilbab adalah bagian dari hukum umum Republik Islam Iran dan menjamin gerakan sosial serta keamanan perempuan.

Dalam aksi mogok nasional, 1500tasvir, yakni akun Twitter dengan 380 ribu pengikut yang fokus pada aksi protes di Iran, pada Senin, 5 Desember 2022, membagikan video tentang toko-toko yang tutup di area komersial seperti Bazaar Teheran, dan kota-kota besar lainnya seperti Karaj, Isfahan, Mashhad, Tabriz, dan Shiraz. Namun, Reuters belum bisa memverifikasi rekaman tersebut.

Kepala kehakiman Iran, Gholamhossein Mohseni Ejei, mengatakan bahwa 'perusuh' mengancam pemilik toko agar menutup bisnis mereka atau mereka akan segera ditangani oleh badan kehakiman dan keamanan. Ejei mengatakan pengunjuk rasa yang dikena vonis hukum mati akan segera dieksekusi.

Garda Revolusi Iran mengeluarkan pernyataan yang memuji peradilan dan menyerukannya agar diambil tindakan cepat dan tegas terhadap para terdakwa yang dituduh melakukan kejahatan terhadap keamanan bangsa dan Islam. Garda Revolusi Iran tidak akan menunjukkan belas kasihan terhadap perusuh, preman, dan teroris.

Saksi yang berbicara kepada Reuters mengatakan polisi anti-huru-hara dan milisi Basij dikerahkan secara besar-besaran ke wilayah tengah Teheran. Sedangkan kantor berita semi-resmi Fars mengkonfirmasi toko perhiasan milik mantan pemain sepak bola Iran Ali Daei disegel oleh pihak berwenang karena dianggap ikut-ikutan aksi mogok nasional.

Rekaman video yang diunggah 1500tasvir dan akun aktivis lainnya, memperlihatkan toko-toko yang tutup di kota-kota kecil seperti Bojnourd, Kerman, Sabzevar, Ilam, Ardabil, dan Lahijan. Kelompok HAM Kurdi Iran Hengaw juga melaporkan ada 19 kota, yang bergabung dengan gerakan pemogokan di Iran barat, tempat sebagian besar suku Kurdi Iran tinggal. Ratusan telah orang tewas dalam kerusuhan buntut kematian Amini.

Reuters | Nugroho Catur Pamungkas

Baca juga: Prediksi, Statistik, dan H2H Portugal vs Swiss di 16 Besar Piala Dunia 2022

Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini.






Mogok Nasional Nyaris Lumpuhkan Prancis

7 jam lalu

Mogok Nasional Nyaris Lumpuhkan Prancis

Serikat pekerja melancarkan mogok nasional untuk memprotes reformasi pensiun yang dicanangkan pemerintah.


Azerbaijan Evakuasi Staf Kedubes di Iran setelah Serangan Bersenjata

1 hari lalu

Azerbaijan Evakuasi Staf Kedubes di Iran setelah Serangan Bersenjata

Sebanyak 53 orang, termasuk diplomat dan keluarga mereka, menaiki sebuah pesawat khusus dari Iran ke Azerbaijan


Ledakan di Fasilitas Militer Iran, Dipicu Serangan Drone

2 hari lalu

Ledakan di Fasilitas Militer Iran, Dipicu Serangan Drone

Kementerian Pertahanan Iran berhasil menangkal serangan drone ke fasilitas militer, meski belum diketahui dalang serangan


Kedutaan Azerbaijan di Iran Diserang dengan Senapan Kalashnikov, Seorang Kepala Keamanan Tewas

4 hari lalu

Kedutaan Azerbaijan di Iran Diserang dengan Senapan Kalashnikov, Seorang Kepala Keamanan Tewas

Serangan terhadap misi diplomatik Azerbaijan di Iran terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di antara negara mayoritas Syiah itu.


Ribuan Orang Protes Hari Nasional Australia sebagai "Hari Invasi"

5 hari lalu

Ribuan Orang Protes Hari Nasional Australia sebagai "Hari Invasi"

Pemerintahan Australia berencana mengadakan referendum untuk mengakui masyarakat pribumi dalam konstitusi.


Iran Menyambut Positif Niat Arab Saudi Memperbaiki Hubungan

7 hari lalu

Iran Menyambut Positif Niat Arab Saudi Memperbaiki Hubungan

Iran menyambut positif niat Arab Saudi yang ingin memulihkan hubungan dengan Tehran.


AS - Israel Gelar Latihan Militer Bersama Terbesar, Kirim Sinyal ke Iran

7 hari lalu

AS - Israel Gelar Latihan Militer Bersama Terbesar, Kirim Sinyal ke Iran

Amerika Serikat dan Israel akan melakukan latihan militer gabungan yang berlangsung besar-besaran.


Unjuk Rasa di Peru Serukan Perubahan

11 hari lalu

Unjuk Rasa di Peru Serukan Perubahan

Gelombang unjuk rasa yang meletus di Peru pada bulan lalu masih berlanjut, di mana ribuan orang turun ke jalan pada Kamis, 19 Januari 2023.


Iran dan Korea Selatan Tegang Gara-gara Ucapan Presiden Yoon Seok-youl

11 hari lalu

Iran dan Korea Selatan Tegang Gara-gara Ucapan Presiden Yoon Seok-youl

Iran dan Korea Selatan sama-sama saling memanggil Duta Besarnya buntut dari ucapan Presiden Korea Selatan Yoon Seok-youl.


Festival Film Internasional Berlin Tambah Aturan Baru, Delegasi Rusia dan Iran Dilarang Hadir

12 hari lalu

Festival Film Internasional Berlin Tambah Aturan Baru, Delegasi Rusia dan Iran Dilarang Hadir

Festival Film Internasional Berlin melarang delegasi film, perusahaan, dan media yang memiliki hubungan langsung dengan pemerintah Rusia dan Iran.