AS dan Korea Selatan Latihan, Korea Utara Tembakkan 130 Peluru Artileri

Reporter

Tembakan artileri Tentara Rakyat Korea Korps 7 dan Korps 9 di tempat latihan militer Korea Utara, 12 Maret 2020.[KCNA/REUTERS]

TEMPO.CO, Jakarta - Korea Utara menyatakan pihaknya telah menembakkan lebih dari 130 peluru artileri ke laut lepas pantai timur dan baratnya pada Senin, 5 Desember 2022. Langkah ini dilakukan setelah mendeteksi latihan militer melintasi perbatasan di Korea Selatan.

Baca juga: Yoon Suk-yeol Siap Bertindak Tegas Jika Korea Utara Ngotot Uji Coba Lagi Senjata

Kantor berita negara KCNA, mengutip juru bicara Staf Umum Tentara Rakyat Korea, melaporkan bahwa militer Korea Utara melakukan penembakan setelah mendeteksi lusinan "proyektil" yang ditembakkan di Korea Selatan dekat perbatasan bersama. 

Juru bicara, yang tidak disebutkan namanya itu mengatakan, musuh harus segera menghentikan tindakan militer yang menyebabkan peningkatan ketegangan di daerah dekat garis depan di mana pengawasan visual dimungkinkan.

"Korea Utara akan menanggapi dengan tegas dan dengan tindakan militer yang luar biasa terhadap setiap provokasi. Kami dengan tegas memperingatkan musuh untuk tidak menimbulkan eskalasi ketegangan yang tidak perlu di sepanjang garis depan, kata juru bicara militer Korea Utara, seperti dilansir Reuters.

Beberapa peluru dilaporkan mendarat di zona penyangga dekat perbatasan laut. Seoul menganggap itu merupakan pelanggaran terhadap perjanjian antar-Korea 2018 yang dirancang untuk mengurangi ketegangan.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan, dalam sebuah keterangan menyebut, pihak militernya akan mengirim beberapa komunikasi peringatan ke Korea Utara atas penembakan tersebut.

Korea Selatan dan Amerika Serikat melakukan latihan menembak bersama di darat, dekat perbatasan Kabupaten Cheorwon di tengah semenanjung pada Senin, 5 Desember 2022. Latihan mereka akan dilanjutkan pada Selasa, 6 Desember 2022.

Sekutu telah meningkatkan latihan militer bersama tahun ini. Latihan ini disebut perlu untuk mencegah Korea Utara yang bersenjata nuklir, yang telah melanjutkan pengujian rudal balistik antarbenua jarak jauhnya untuk pertama kalinya sejak 2017. Pyongyang telah membuat persiapan untuk melanjutkan uji coba nuklir.

Korea Utara mengkritik latihan bersama itu sebagai bukti kebijakan penentangan Washington dan Seoul.

Perjanjian Militer Komprehensif (CMA) 2018 adalah kesepakatan paling substantif yang dihasilkan dari pertemuan berbulan-bulan antara pemimpin Kim Jong Un dan Presiden Korea Selatan saat itu Moon Jae-in.

Namun, dengan pembicaraan yang lama terhenti, latihan baru-baru ini dan unjuk kekuatan di sepanjang perbatasan berbenteng antara Korea telah menimbulkan keraguan tentang masa depan tindakan tersebut.

Korea Selatan menuduh Korea Utara berulang kali melanggar perjanjian dengan latihan artileri tahun ini, termasuk satu hari di pertengahan Oktober ketika lebih dari 500 peluru ditembakkan ke laut.

Baca juga: Kim Jong Un Ingin Bangun Senjata Nuklir demi Martabat dan Kedaulatan Negara

REUTERS






Teken Kerja Sama dengan Jeju Air, Angkasa Pura I Berharap Pariwisata RI Pulih Lebih Cepat

7 jam lalu

Teken Kerja Sama dengan Jeju Air, Angkasa Pura I Berharap Pariwisata RI Pulih Lebih Cepat

PT Angkasa Pura I bekerja sama dengan maskapai penerbangan asal Korea Selatan, Jeju Air.


Saat Korea Selatan Tak Lagi Terapkan Mandat Penggunaan Masker

15 jam lalu

Saat Korea Selatan Tak Lagi Terapkan Mandat Penggunaan Masker

Korea Selatan adalah salah satu negara pertama yang melaporkan wabah Covid-19 pada awal 2020.


Top 3 Dunia: Turki Ingatkan Ancaman Islamofobia Hingga Ancaman Perang AS-Cina

22 jam lalu

Top 3 Dunia: Turki Ingatkan Ancaman Islamofobia Hingga Ancaman Perang AS-Cina

Berita Top 3 Dunia pada Senin 30 Januari 2023 diawali oleh kabar Turki peringatkan warganya soal Islamofobia di Eropa


NATO Desak Korea Selatan Tingkatkan Dukungan Militer untuk Ukraina

1 hari lalu

NATO Desak Korea Selatan Tingkatkan Dukungan Militer untuk Ukraina

Presiden Yoon Suk-yeol mengatakan undang-undang Korea Selatan melarang memasok senjata ke negara yang terlibat konflik, termasuk Ukraina


Jenderal AS Prediksi Paman Sam Bakal Perang dengan China pada 2025

2 hari lalu

Jenderal AS Prediksi Paman Sam Bakal Perang dengan China pada 2025

Pemilihan presiden di AS dan Taiwan pada 2024 memberi kesempatan bagi China untuk mengambil tindakan militer


Daftar Tenaga Kerja Asing Terbanyak di Indonesia, TKA Cina Nomor Satu

2 hari lalu

Daftar Tenaga Kerja Asing Terbanyak di Indonesia, TKA Cina Nomor Satu

Tenaga Kerja Asing manakah terbanyak di Indonesia? TKA Cina di urutan pertama, disusul dari Jepang dan Korea Selatan. Berapa jumlahnya?


Adik Kim Jong Un Membela Rusia, Kecam Pengiriman Tank AS ke Ukraina

3 hari lalu

Adik Kim Jong Un Membela Rusia, Kecam Pengiriman Tank AS ke Ukraina

Adik Kim Jong Un, Kim Yo Jong menyatakan Korea Utara membela Rusia. Ia mengecam pengiriman tank AS ke Ukraina.


Asnawi Mangkualam Dikontrak Klub Korea Selatan Jeonnam Dragons Sampai Desember 2023

4 hari lalu

Asnawi Mangkualam Dikontrak Klub Korea Selatan Jeonnam Dragons Sampai Desember 2023

Klub Korea Selatan, Jeonnam Dragons, mengumumkan bergabungnya Asnawi Mangkualam pada Jumat pagi, 27 Januari 2023.


Hubungan Dua Negara Memanas, Duta Besar AS untuk Rusia Tiba di Moskow

4 hari lalu

Hubungan Dua Negara Memanas, Duta Besar AS untuk Rusia Tiba di Moskow

Duta Besar baru Amerika Serikat (AS) untuk Rusia, Lynne M. Tracy, telah tiba di Moskow


50 Tahun Bekerja Sama, RI - Korea Selatan Fokus Dua Hal Ini

5 hari lalu

50 Tahun Bekerja Sama, RI - Korea Selatan Fokus Dua Hal Ini

Volume perdagangan bilateral Indonesia dan Korea Selatan mencapai US$20,57 miliar atau sekitar Rp307 triliun, angka tertinggi selama 5 tahun terakhir