Arab Saudi Merapat ke China, Xi Jinping Kunjungi Riyadh Pekan Depan

Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed Bin Salman, dan Presiden Cina, Xi Jinping, berjabat tangan di sela-sela KTT G20 di Buenos Aires, Argentina, pada Jumat, 30 November 2018 waktu setempat. Kemenlu Arab Saudi

TEMPO.CO, Jakarta - Arab Saudi berencana menjadi tuan rumah KTT China-Arab pada 9 Desember 2022. Tiga diplomat Arab di kawasan yang mengetahui rencana tersebut mengkonfirmasi, pertemuan tingkat tinggi itu akan dihadiri oleh Presiden China Xi Jinping selama kunjungannya ke kerajaan tersebut.

Baca: Xi Jinping Ingin Tingkatkan Kerja Sama Energi dengan Rusia

Dua diplomat dan sumber keempat yang mengetahui langsung kunjungan tersebut mengatakan kepada Reuters, Xi dijadwalkan tiba di Riyadh pada 7 Desember 2022. Menurut diplomat, undangan telah dikirim ke para pemimpin di Timur Tengah dan Afrika Utara untuk pertemuan China-Arab. 

Kantor komunikasi pemerintah Saudi tidak segera menanggapi permintaan komentar tentang kunjungan Xi atau waktu pertemuan puncak. Sementara Kementerian Luar Negeri China tidak segera menanggapi pertanyaan tentang perjalanan Xi.

Delegasi China diperkirakan akan menandatangani lusinan perjanjian dan nota kesepahaman dengan negara-negara Teluk dan negara-negara Arab lainnya yang mencakup energi, keamanan, dan investasi. Para diplomat tidak menjelaskan lebih lanjut.

Menteri Saudi untuk urusan luar negeri Adel Al-Jubeir pada awal bulan ini mengatakan kepada Reuters bahwa memperkuat hubungan perdagangan dan keamanan regional akan menjadi prioritas dalam kunjungan tersebut. Anjangsana Xi juga diharapkan mencakup pertemuan puncak China-Teluk di samping pertemuan Arab yang lebih luas.

"Tingkat perwakilan tergantung pada masing-masing negara dengan banyak pemimpin Arab diharapkan hadir, yang lain akan mengirim setidaknya menteri luar negeri mereka," kata salah satu diplomat Arab kepada Reuters.

Perjalanan Xi datang dengan latar belakang ketegangan hubungan Washington dengan Beijing dan Riyadh atas perbedaan hak asasi manusia dan invasi Rusia ke Ukraina. Negara-negara Barat juga menghadapi persaingan ekonomi yang meningkat dari China, yang mereka katakan menggunakan kekuatan ekonominya sebagai pengaruh diplomatik.

Negara-negara Teluk Arab dalam beberapa tahun terakhir telah memperkuat hubungan dengan China dan Rusia pada saat meningkatnya keraguan regional tentang komitmen mitra keamanan utama Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Arab Saudi dan Uni Emirat Arab telah menolak tekanan Amerika Serikat untuk "memilih pihak" terkait hubungan mereka dengan China, mitra dagang utama, dan Rusia, sesama anggota aliansi produsen minyak OPEC+.

Pemerintahan Presiden Joe Biden marah dengan keputusan OPEC+ pada Oktober lalu, untuk memangkas target produksi karena AS keberatan. Langkah itu merusak hubungan lama dengan Arab Saudi yang telah coba diperbaiki oleh Biden selama kunjungan ke kerajaan pada Juli 2022.

Simak: Rishi Sunak Mengatakan Era Keemasan Inggris dengan China Telah Berakhir

REUTERS






China Optimistis Pandemi Covid-19 Akan Segera Berakhir

7 jam lalu

China Optimistis Pandemi Covid-19 Akan Segera Berakhir

China yakin pandemi Covid-19 segera berakhir seiring dengan jumlah kasus positif dan kematian yang terus menurun.


Arab Saudi Jadi Sponsor Piala Dunia Wanita 2023, FIFA Dikecam

9 jam lalu

Arab Saudi Jadi Sponsor Piala Dunia Wanita 2023, FIFA Dikecam

Amnesty International melabeli Arab Saudi dengan catatan hak asasi manusia yang "mengerikan".


Arab Saudi Beri Visa Empat Hari Gratis untuk Pelancong dengan Pesawat

10 jam lalu

Arab Saudi Beri Visa Empat Hari Gratis untuk Pelancong dengan Pesawat

Pemberian visa gratis diharapkan dapat mendorong pariwisata Arab Saudi menyongsong Vision 2030.


Ketika Crazy Rich China Berhamburan ke Singapura

11 jam lalu

Ketika Crazy Rich China Berhamburan ke Singapura

Orang-orang kaya China banyak yang menganggap Singapura ideal untuk memarkir kekayaan mereka dalam bentuk properti.


Jasad Turis Arab Saudi yang Hilang di AS Ditemukan di Danau

12 jam lalu

Jasad Turis Arab Saudi yang Hilang di AS Ditemukan di Danau

Jasad turis Arab Saudi yang hilang, Abdulrahman Al-Anazi, ditemukan pada Senin pagi di Danau Erie di Cleveland, Ohio, Amerika Serikat


JD.ID Umumkan Bakal Tutup Permanen, Ini Profilnya

18 jam lalu

JD.ID Umumkan Bakal Tutup Permanen, Ini Profilnya

E-commerce JD.ID mengumumkan akan menutup platformnya secara permanen mulai 15 Februari 2023. Perusahaan ini ternyata anak perusahaan asal Cina, JD.com.


Jepang Terus Pantau Situasi Covid-19 di China

1 hari lalu

Jepang Terus Pantau Situasi Covid-19 di China

Pemerintah Jepang menyatakan akan terus memantau situasi Covid-19 di China.


Kisah Wanita Arab Saudi Jadi Masinis Kereta Cepat, Awalnya Diremehkan

1 hari lalu

Kisah Wanita Arab Saudi Jadi Masinis Kereta Cepat, Awalnya Diremehkan

Arab Saudi mengizinkan kaum wanita menjadi masinis kereta cepat. Sebanyak 32 orang telah selesai menjalani latihan.


Jenderal AS Prediksi Paman Sam Bakal Perang dengan China pada 2025

2 hari lalu

Jenderal AS Prediksi Paman Sam Bakal Perang dengan China pada 2025

Pemilihan presiden di AS dan Taiwan pada 2024 memberi kesempatan bagi China untuk mengambil tindakan militer


Daftar Tenaga Kerja Asing Terbanyak di Indonesia, TKA Cina Nomor Satu

2 hari lalu

Daftar Tenaga Kerja Asing Terbanyak di Indonesia, TKA Cina Nomor Satu

Tenaga Kerja Asing manakah terbanyak di Indonesia? TKA Cina di urutan pertama, disusul dari Jepang dan Korea Selatan. Berapa jumlahnya?