Menlu Rusia Buka Suara Soal Nuklir, Hindari Konfrontasi dengan Negara Besar

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov saat menghadiri sesi kerja pertama KTT G20 di Bali, 15 November 2022. REUTERS/Kevin Lamarque/Pool

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menekankan pentingnya menghindari segala jenis konfrontasi militer antara kekuatan nuklir. Dia menggarisbawahi, tidak perlunya pertempuran itu bahkan jika hanya melibatkan senjata konvensional.

Baca: Bom Surat di Kedubes Ukraina di Spanyol Meledak, Seorang Pegawai Terluka

"Eskalasi mungkin menjadi tidak terkendali (jika antara pihak kekuatan nuklir tak melakukan ini)," kata Lavrov seperti dikutip TASS, Rabu, November 2022.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengeluarkan serangkaian ancaman nuklir terselubung selama perang di Ukraina. Akanan tetapi beberapa pejabat tingginya telah berulang kali menyangkal rencana Moskow untuk menggunakan senjata nuklir di Ukraina dan menuduh Barat meningkatkan taruhan nuklir. Lavrov juga mengatakan Barat mendorong Ukraina untuk terus berperang melawan Rusia.

Negara-negara Barat, yang dipimpin oleh Amerika Serikat, telah memberikan paket dukungan militer kepada Ukraina untuk mendukung perjuangannya melawan Rusia. Moskow menuding NATO menjadi pihak dalam konflik, meskipun kedua belah pihak telah menekankan pentingnya menghindari konfrontasi langsung.

Ukraina bukan anggota NATO, tetapi berusaha untuk bergabung dengan aliansi militer barat itu, sesuatu yang masih jauh dari prospek. Rusia mengatakan ambisi Ukraina untuk bergabung NATO dan perluasan blok ke arah timur sejak jatuhnya Uni Soviet pada tahun 1991 adalah salah satu alasan di balik langkahnya untuk menyerang pada 24 Februari.

Pembicaraan Intelijen Amerika Serikat dan Rusia

Kepala badan intelijen luar negeri Rusia, Sergei Naryshkin, mengakui bahwa ia membahas masalah nuklir dan Ukraina dalam pertemuan dengan Direktur Badan Intelijen AS CIA, William Burns. Dia menyatakan ini dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada Rabu, 30 November 2022.

Pemimpin Intelijen Rusia dan Direktur CIA itu bertemu di Turki pada 14 November 2022, dalam kontak tatap muka tingkat tertinggi antara kedua belah pihak sejak Rusia menginvasi Ukraina pada Februari.

Rusia sebelumnya tidak mengomentari apa yang dibahas, dengan mengatakan pokok bahasan itu sensitif. Washington mengatakan Burns menyampaikan peringatan tentang konsekuensi penggunaan senjata nuklir oleh Rusia.

Kuasa usaha di kedutaan AS di Moskow, Elizabeth Rood mengatakan kepada kantor berita Rusia RIA minggu ini bahwa Burns "tidak merundingkan apa pun dan dia tidak membahas penyelesaian konflik di Ukraina".

"Bagi saya, saya mengkonfirmasi pernyataan Rood. Selain itu, saya dapat mencatat bahwa kata-kata yang paling sering digunakan pada pertemuan ini adalah 'stabilitas strategis', 'keamanan nuklir', 'Ukraina' dan 'rezim Kyiv'," Naryshkin mengatakan kepada RIA, seperti dikutip Reuters.

Dia juga membenarkan komentar Rood bahwa kedua negara memiliki saluran untuk mengelola risiko dan jika perlu untuk percakapan seperti itu lagi, itu bisa terjadi.

Rusia menginvasi Ukraina pada akhir Februari 2022. Negara-negara Barat memperingatkan ancaman nuklir setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan wajib militer, usai kemunduran pasukannya beberapa bulan setelah perang.

Sejak Rusia melancarkan agresi ke Ukraina, Moskow mengatakan hanya melindungi warganya di Donbas. Kremlin kerap menampik tuduhan penggunaan nuklir pada perang Ukraina, kecuali untuk mempertahankan diri. 

Kantor Presiden Rusia pada pekan lalu menyatakan bahwa Kyiv dapat "mengakhiri penderitaan" penduduknya dengan memenuhi tuntutan Rusia.

Rusia mencaplok petak timur dan selatan Ukraina pada September lalu. Presiden Vladimir Putin mengatakan tuntutan teritorial Moskow tidak dapat dinegosiasikan. 

Zelensky mengatakan dia tidak akan berunding dengan Rusia dan juga menegaskan bahwa integritas teritorial Ukraina tidak dapat dinegosiasikan. 

Simak: PBB Upayakan Ekspor Amonia dari Rusia ke Ukraina Dibuka Lagi

REUTERS | TASS






IMF Memproyeksikan GDP Rusia Tumbuh 0,3 Persen

7 jam lalu

IMF Memproyeksikan GDP Rusia Tumbuh 0,3 Persen

IMF memperkirakan GDP Rusia akan tumbuh sebanyak 0,3 persen pada tahun ini dan 2,1 persen pada 2024.


Misi Scholz Cari Dukungan untuk Ukraina ke Amerika Selatan Gagal

8 jam lalu

Misi Scholz Cari Dukungan untuk Ukraina ke Amerika Selatan Gagal

Misi Kanselir Jerman Olaf Scholz mencari dukungan untuk Ukraina ke Amerika Selatan tampaknya hanya bertepuk sebelah tangan.


Rusia Klaim Rebut Benteng Ukraina di Vuhledar

10 jam lalu

Rusia Klaim Rebut Benteng Ukraina di Vuhledar

Pasukan Rusia mengklaim menguasai sekitar 25 daerah di Wilayah Kharkiv, setelah menyerang dalam beberapa hari ini.


NATO Terang-terangan Siap Perang dengan Rusia, Minta Korsel Bantu Ukraina

13 jam lalu

NATO Terang-terangan Siap Perang dengan Rusia, Minta Korsel Bantu Ukraina

NATO menyatakan siap melakukan konfrontasi langsung dengan Rusia di Ukraina.


Ditolak AS, Ukraina Minta Jet Tempur dari Prancis dan Polandia

14 jam lalu

Ditolak AS, Ukraina Minta Jet Tempur dari Prancis dan Polandia

Prancis dan Polandia tampaknya bersedia untuk menerima permintaan jet tempur dari Ukraina.


Rusia Peringatkan Dubes Baru AS soal Konsekuensi Kebijakan Konfrontatif

15 jam lalu

Rusia Peringatkan Dubes Baru AS soal Konsekuensi Kebijakan Konfrontatif

Lynne Tracy adalah wanita pertama yang menduduki jabatan Duta Besar AS untuk Rusia.


Politisi Prancis Sebut Zelensky Gila Minta Rudal hingga Jet Tempur Barat

18 jam lalu

Politisi Prancis Sebut Zelensky Gila Minta Rudal hingga Jet Tempur Barat

Zelensky meminta bantuan jet tempur dari Barat untuk melawan Rusia. Permintaan ini ditertawakan oleh seorang politisi Prancis.


Joe Biden Tolak Permintaan Ukraina soal Pengiriman Jet Tempur F-16

19 jam lalu

Joe Biden Tolak Permintaan Ukraina soal Pengiriman Jet Tempur F-16

Presdien AS Joe Biden menolak permintaan pengiriman jet tempur F-16 seperti yang diminta oleh Ukraina.


NATO Desak Korea Selatan Tingkatkan Dukungan Militer untuk Ukraina

1 hari lalu

NATO Desak Korea Selatan Tingkatkan Dukungan Militer untuk Ukraina

Presiden Yoon Suk-yeol mengatakan undang-undang Korea Selatan melarang memasok senjata ke negara yang terlibat konflik, termasuk Ukraina


Kementerian Luar Negeri Rusia Komentari Ucapan Jens Stoltenberg soal Pembakaran Al Quran

1 hari lalu

Kementerian Luar Negeri Rusia Komentari Ucapan Jens Stoltenberg soal Pembakaran Al Quran

Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut menghormati pandangan orang-orang beragama dan memiliki keyakinan adalah tugas, bukan opini