Junta Myanmar Serang Konser Musik dengan Pesawat, Ini Reaksi ASEAN

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

Helikopter Junta Militer Myanmar di Pinlebu, Sabtu, 25 September 2021. (Myanmar Now)

TEMPO.CO, Jakarta - ASEAN mengaku prihatin atas eskalasi kekerasan di Myanmar, termasuk serangan udara terhadap konser musik yang digelar kelompok etnis minoritas.

ASEAN tanpa mengecam junta militer, menyerukan penghentian kekerasan di Myanmar sesegera mungkin.

Melalui pernyataan yang dikeluarkan ketua tahun ini Kamboja, ASEAN mengakui telah mengamati dengan waspada pertempuran intensif terbaru.

Menurut ASEAN, itu tidak hanya mengakibatkan memburuknya situasi kemanusiaan di seluruh Myanmar, tetapi juga bertentangan dengan semangat dan implementasi 5 Points of Consensus (5PC), serta melemahkan upaya kemungkinan dialog.

"Kami sangat mendesak untuk menahan diri sepenuhnya dan segera menghentikan kekerasan. Kami mendesak semua pihak terkait, khususnya yang memiliki kekuatan signifikan di dasar, untuk mengambil tindakan nyata memungkinkan proses dialog yang inklusif dan konstruktif," kata ASEAN dalam keterangan yang diterima Tempo, Rabu, 26 Oktober 2022.

Serangan jet pada Minggu malam, 23 Oktober 2022, di negara bagian utara Kachin menewaskan warga sipil, penyanyi lokal, dan perwira Tentara Kemerdekaan Kachin (KIA).

Media lokal, mengutip keterangan saksi mata mewartakan, tiga pesawat melakukan serangan itu. KIA telah berjuang mati-matian selama enam dekade untuk otonomi yang lebih besar bagi orang-orang Kachin. Ia telah menyuarakan dukungan untuk oposisi terhadap kekuasaan militer.

Reuters merujuk laporan BBC Burma menjelaskan kejadian pada Minggu malam itu berlangsung di wilayah A Nang Pa di kotapraja Hpakant dan menewaskan sedikitnya 50 orang. Sementara situs berita Irrawaddy menyebutkan jumlah korban tewas sekitar 100 orang.

Serangan udara terbaru di konser musik kemarin memicu reaksi dari PBB hingga negara-negara Barat. Militer Myanmar menyatakan, tentara bertindak sebagai respon penyergapan dan serangan yang dilakukan KIA dan kelompok bersenjata terhadap pasukan militer Myanmar.

Myanmar dikepung pertempuran sejak militer Myanmar pada awal tahun lalu menggulingkan pemerintah sipil terpilih yang dipimpin oleh peraih nobel Aung San Suu Kyi. Gerakan perlawanan, termasuk yang menggunakan senjata, muncul di berbagai wilayah di Myanmar. Namun militer Myanmar melawannya dengan kekuatan mematikan.

Junta militer Myanmar sebelumnya diberikan opsi oleh para pemimpin di ASEAN untuk menyelesaikan krisis paska-kudeta di negaranya melalui 5PC. Kesepakatan 5PC dibuat pada April 2021, dengan lima poin yakni dialog konstruktif, penghentian kekerasan, mediasi antara berbagai pihak, pemberian bantuan kemanusiaan, dan pengiriman delegasi ASEAN ke Myanmar.

Sejumlah pihak menilai 5PC itu tidak berjalan dengan baik. Sekitar 457 kelompok organisasi masyarakat sipil Myanmar menyerukan dalam sebuah surat terbuka bagi para pemimpin ASEAN untuk membatalkan "konsensus" lima poin mereka.

Sebagai gantinya ASEAN disarankan bekerja dengan para pemimpin sipil dan pemerintah bayangan yang tergabung dalam National Unity Government (NUG), yang mayoritas adalah loyalis Suu Kyi.

Sementara Amnesty International meminta ASEAN merombak pendekatannya dalam menyelesaikan krisis di Myanmar. Saran ini muncul setelah serangan udara diduga dilakukan oleh Junta Militer Myanmar yang dilaporkan menewaskan sekitar 50 orang.

"Serangan ini menyoroti perlunya merombak pendekatan terhadap krisis di Myanmar. ASEAN harus meningkatkan dan merumuskan tindakan yang lebih kuat sehingga para pemimpin militer mengakhiri represi yang meningkat ini,” kata Wakil Direktur Kawasan Amnesty International Hana Young dalam sebuah pernyataan seperti dikutip pada Selasa, 25 Oktober 2022.

Kamboja mengkonfirmasi para menteri luar negeri anggota ASEAN akan bertemu di Jakarta pada Kamis, 27 Oktober 2022. Pertemuan tersebut akan fokus pada masalah Myanmar yang dipersiapkan untuk tindak lanjut 5PC di KTT ASEAN pertengahan November mendatang.

DANIEL AHMAD






Menlu Retno Marsudi: Krisis Myanmar Tak Mungkin Selesai dalam Setahun

9 jam lalu

Menlu Retno Marsudi: Krisis Myanmar Tak Mungkin Selesai dalam Setahun

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi ragu krisis politik yang terjadi di Myanmar dapat selesai dalam satu tahun keketuaan ASEAN.


Junta Myanmar Gelar Pemilu, Dinilai Hanya Akal-akalan

2 hari lalu

Junta Myanmar Gelar Pemilu, Dinilai Hanya Akal-akalan

Junta militer Myanmar mengumumkan persyaratan, yang dinilai tidak masuk akal, bagi partai politik untuk mengikuti pemilihan tahun ini.


Junta Myanmar Cabut Amnesti untuk Penasehat Ekonomi Suu Kyi Asal Australia

4 hari lalu

Junta Myanmar Cabut Amnesti untuk Penasehat Ekonomi Suu Kyi Asal Australia

Junta Myanmar mencabut amnesti atau pengampunan penjara atas seorang ekonom Australia, Sean Turnell.


PBB: Penanaman Opium Myanmar Melonjak di Bawah Junta Militer

4 hari lalu

PBB: Penanaman Opium Myanmar Melonjak di Bawah Junta Militer

PBB dalam laporannya menyebut penanaman opium di Myanmar melonjak 33 persen pada tahun lalu


Band Legendaris The Mercy's dan Panbers Gelar Konser Intimate, Catat Tanggalnya

4 hari lalu

Band Legendaris The Mercy's dan Panbers Gelar Konser Intimate, Catat Tanggalnya

Jelly Tobing kembali bangkit untuk berkarya dan bernyanyi bersama para penggemar The Mercy's dan Panbers di konser mendatang.


Kemlu: Fokus Keketuaan RI di ASEAN Tidak Hanya Isu Myanmar

11 hari lalu

Kemlu: Fokus Keketuaan RI di ASEAN Tidak Hanya Isu Myanmar

Kementerian Luar Negeri menegaskan fokus keketuaan Indonesia di ASEAN pada 2023 bukan hanya menangani krisis di Myanmar.


Thailand Temukan Aset Keluarga Pemimpin Junta Myanmar di Rumah Bandar Narkoba

18 hari lalu

Thailand Temukan Aset Keluarga Pemimpin Junta Myanmar di Rumah Bandar Narkoba

Aset milik anak pemimpin Junta Myanmar, Min Aung Hlaing ditemukan dalam penggerebekan rumah bandar narkoba di Thailand.


Retno Marsudi: Isu Myanmar Tidak akan Dibiarkan Menyandera ASEAN

18 hari lalu

Retno Marsudi: Isu Myanmar Tidak akan Dibiarkan Menyandera ASEAN

Indonesia, sebagai ketua blok Asia tenggara itu pada tahun depan, menurut Menlu Retno akan terus mendorong perdamaian di Myanmar.


Retno Marsudi Sebut Situasi Myanmar Persulit Penanganan Pengungsi Rohingya

19 hari lalu

Retno Marsudi Sebut Situasi Myanmar Persulit Penanganan Pengungsi Rohingya

Retno Marsudi menyoroti situasi yang terjadi di Myanmar berdampak pada sulitnya penanganan pengungsi Rohingya.


Siksa PRT asal Myanmar Hingga Tewas, Wanita Singapura Dihukum 14 Tahun Penjara

21 hari lalu

Siksa PRT asal Myanmar Hingga Tewas, Wanita Singapura Dihukum 14 Tahun Penjara

Prema S Naraynasamy, wanita Singapura, dijatuhi hukuman pada Senin 9 Januari 2023 atas penyiksaan yang menyebabkan kematian Piang Ngaih Don