Pemimpin Tertinggi Iran Salahkan Barat atas Protes Mahsa Amini

Reporter

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei berbicara selama salat Jumat di Teheran. [REUTERS / Morteza Nikoubazl / File Foto]

TEMPO.CO, Jakarta - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei menyalahkan negara-negara Barat atas demonstrasi besar-besaran yang terjadi di negerinya. Gelombang unjuk rasa di Iran dipicu kematian Mahsa Amini, perempuan yang tewas usai ditahan polisi moral karena menggunakan pakaian yang kurang patut.

Berbicara dalam dalam acara wisuda taruna sejumlah Akademi Militer Angkatan Bersenjata Iran, Khamenei mengatakan, kematian Amini membuat hati semua orang di Iran terbakar. Namun, reaksi yang muncul atas peristiwa ini dia anggap tidak biasa dan normal.

"Di Iran, pejabat tiga lembaga tinggi negara telah menyampaikan belasungkawa, dan Mahkamah Agung Iran sudah berjanji untuk mengusut kasus ini sampai akhir," kata Khamenei dalam keterangan tertulis yang dibagikan Kedutaan Besar Iran di Jakarta pada Jumat, 7 Oktober 2022.

Seseorang wanita mencukur kepalanya saat protes atas kematian wanita Iran, Mahsa Amini di New York City, New York, AS, 27 September 2022. REUTERS/Stephanie Keith

Baca juga: Rusia Tangkap Kepala PLTN Zaporizhzhia

Ayatullah Khamenei menyebut gangguan yang menyebabkan kekacauan di Iran akan selalu terjadi. Jikalau pun tidak ada kematian Amini, dalih lain yang diciptakan oleh negara-negara berseberangan dengan Iran diyakininya akan muncul. Kendati demikian, dia mengingatkan masyarakat Iran sangat kuat.

Berbagai lapisan masyarakat di seluruh Iran berunjuk rasa sebagai bentuk kemarahan atas kematian Amini. Seperti dilansir Reuters, perempuan Kurdi Iran itu meninggal setelah ditahan di Teheran pada 13 September 2022 karena "pakaian yang tidak pantas".

Kematian seorang gadis berusia 17 tahun sejak dimulainya protes telah menjadi titik fokus kemarahan pengunjuk rasa lainnya. Aktivis di Twitter mengatakan Nika Shakarami terbunuh di Teheran saat berdemonstrasi atas kematian Amini.

Media milik pemerintah Iran menyatakan pada Rabu, 5 Oktober 2022, sebuah kasus peradilan telah dibuka atas kematian Shakarami. Para pejabat mengklaim itu tidak ada hubungannya dengan kerusuhan, dan bahwa dia telah jatuh dari atap dan tubuhnya tidak mengandung luka peluru.

Kelompok-kelompok HAM melaporkan, ribuan orang ditangkap dan ratusan luka-luka dalam tindakan keras yang dilakukan oleh pasukan keamanan termasuk Basij, yakni milisi sukarelawan yang berafiliasi dengan Garda Revolusi Iran. Kelompok HAM menyebutkan jumlah korban tewas lebih dari 150 orang.

Ayatullah Khamenei menuding beberapa orang yang turun ke jalan adalah sisa-sisa oknum yang sebelumnya mendapatkan pukulan dari Pemerintah Iran seperti kelompok teroris MKO, kelompok separatis, kelompok monarki, dan keluarga dinas intelijen Shah Iran yaitu Savak. Dia meminta, Mahkamah Agung Iran mengadili serta menghukum mereka sesuai tingkat keterlibatan dalam perusakan dan gangguan keamanan di jalan-jalan.

Kerusuhan nasional yang dipicu oleh kematian Amini, telah menjadi tantangan terbesar para pemimpin  Iran selama bertahun-tahun. Pengunjuk rasa menuntut ada pergantian sistem di Republik Islam Iran, yang didirikan pada 1979. 

Baca juga: WNI di Iran Diminta Tak Ikut Unjuk Rasa Kematian Mahsa Amini

Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini






AS Masukkan China, Iran, dan Rusia sebagai Pelanggar Kebebasan Beragama

20 menit lalu

AS Masukkan China, Iran, dan Rusia sebagai Pelanggar Kebebasan Beragama

Menlu AS Antony Blinken mengatakan Amerika memberikan perhatian khusus kepada China, Iran, dan Rusia, di bawah Undang-undang Kebebasan Beragama.


Piala Dunia 2022: Warganet Puji Sikap Antonee Robinson Peluk Pemain Timnas Iran Usai Laga Iran Vs Amerika Serikat

8 jam lalu

Piala Dunia 2022: Warganet Puji Sikap Antonee Robinson Peluk Pemain Timnas Iran Usai Laga Iran Vs Amerika Serikat

Bek Timnas Amerika Serikat, Antonee Robinson, memeluk lawan mainnya, Ramin Rezian, usai kekalahan Iran saat menghadapi AS dalam Piala Dunia 2022.


Pria Iran Ditembak Mati Saat Merayakan Kemenangan Amerika di Piala Dunia 2022

2 hari lalu

Pria Iran Ditembak Mati Saat Merayakan Kemenangan Amerika di Piala Dunia 2022

Seorang pria di Iran ditembak mati oleh petugas keamanan saat merayakan kemenangan lawannya, Amerika Serikat di Piala Dunia 2022.


Kabag Ops Polres Jakpus AKBP Saufi Salamun Terluka Kena Lemparan Batu Saat Amankan Demo di Patung Kuda

2 hari lalu

Kabag Ops Polres Jakpus AKBP Saufi Salamun Terluka Kena Lemparan Batu Saat Amankan Demo di Patung Kuda

Kabag Ops Polres Jakpus AKBP Saufi Salamun mengalami luka di kepala akibat lemparan batu saat amankan demo di kawasan Patung Kuda.


Protes Aturan Covid-19 di Cina Menyebar ke Luar Negeri

2 hari lalu

Protes Aturan Covid-19 di Cina Menyebar ke Luar Negeri

Warga Cina yang menetap di Sydney hingga Toronto ikut melakukan aksi protes terhadap aturan Covid-19 dengan menyerukan Cina yang bebas


Mulai Hari Ini Hingga 7 Desember, Buruh Gelar Demo Besar-besaran Tolak Kenaikan UMP DKI Jakarta

2 hari lalu

Mulai Hari Ini Hingga 7 Desember, Buruh Gelar Demo Besar-besaran Tolak Kenaikan UMP DKI Jakarta

Sejumlah serikat buruh dan Partai Buruh dijadwalkan menggelar demonstrasi besar-besaran sebagai bentuk penolakan kenaikan UMP DKI Jakarta 2023.


Top 3 Dunia: Polisi China Buru Peserta Unjuk Rasa, Warga Iran Rayakan Kemenangan AS

2 hari lalu

Top 3 Dunia: Polisi China Buru Peserta Unjuk Rasa, Warga Iran Rayakan Kemenangan AS

Top 3 dunia adalah China memburu peserta unjuk rasa, Anwar Ibrahim dituding jadi agen Israel hingga demonstran Iran merayakan kemenangan AS.


Amerika Serikat Lawan Iran di Piala Dunia 2022, Banyak Meme Lucu Tersebar di Media Sosial

2 hari lalu

Amerika Serikat Lawan Iran di Piala Dunia 2022, Banyak Meme Lucu Tersebar di Media Sosial

Beberapa penggemar sepak bola menyebut pertandingan Amerika Serikat melawan Iran di Piala Dunia 2022 sebagai pertandingan 'Piala Perang'.


China Semangat Lockdown, Dampaknya dari Demonstrasi sampai 20 Ribu Buruh Mundur

3 hari lalu

China Semangat Lockdown, Dampaknya dari Demonstrasi sampai 20 Ribu Buruh Mundur

Pemerintah China semakin banyak memberlakukan lockdown di kota-kota karena antisipasi penyebaran Covid-19. Protes anti-lockdown terus berlangsung.


Piala Dunia 2022 , Demonstran Iran Merayakan Kemenangan AS

3 hari lalu

Piala Dunia 2022 , Demonstran Iran Merayakan Kemenangan AS

Demonstran Iran merayakan kemenangan timnas Amerika Serikat dengan membakar kembang api.