Tidak Ada Korban WNI dalam Penembakan Massal di Thailand

Reporter

Kantor Kementerian Luar Negeri RI di Jln. Pejambon, Jakarta. Sumber: Suci Sekar/Tempo

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Luar Negeri RI mengkonfirmasi tidak ada WNI yang menjadi korban dalam penembakan massal di Thailand. Kabar ini dipastikan setelah KBRI Bangkok berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Thailand dan simpul - simpul WNI di Negeri Gajah Putih tersebut.

"Hingga saat ini tidak terdapat informasi WNI yang menjadi korban peristiwa penembakan di Distrik Nong Bua, Provinsi Lamphu Thailand," kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha melalui pesan singkat, Kamis, 8 Oktober 2022.

Baca juga: Perampokan Bersenjata Api di Tangsel, Polisi Sebut Tak Ada Korban Jiwa

Putra dan putri dari Kapten Siriwiwat Sangprasita, menangus setelah ayahnya menjadi korban penembakan tentara Thailand yang mengamuk di sebuah rumah sakit di Nakhon Ratchasima, Thailand, 9 Februari 2020. REUTERS/Athit Perawongmetha

Al Jazeera, mengutip keterangan polisi pada Kamis, 6 Oktober 2022, korban tewas termasuk anak-anak dan orang dewasa. Pelaku adalah laki-laki bersenjata, mantan anggota polisi.

Sampai berita ini diturunkan, masih simpang-siur apakah pelaku penembakan masih dalam perburuan atau tewas bunuh diri usai melakukan aksinya.

Chakkraphat Wichitvaidya, inspektur kantor polisi Na Klang,  menegaskan kepada Thai Rath TV bahwa pelaku penembakan telah dipecat dari kepolisian tahun lalu.  

Sky News mengutip media lokal menyebut pelaku membawa senjata dan pisau. Dia masuk ke pusat penitipan anak, yang menjadi sasaran serangan, dengan cara memaksa masuk kemudian melepaskan tembakan.

Mayor Jenderal Polisi Achayon Kraithong mengatakan pelaku itu melepaskan tembakan pada Kamis sore, 6 Oktober 2022, di pusat kota Nong Bua Lamphu. Dia mengatakan 30 orang tewas tetapi tidak memberikan keterangan lebih lanjut.

Seorang juru bicara kantor urusan publik regional mengatakan sejauh ini 26 kematian telah dikonfirmasi. Di antaranya 23 anak-anak, dua guru dan satu petugas polisi termasuk di antara yang tewas.

 Al Jazeera menuliskan layanan darurat disiagakan sekitar pukul 12:30 waktu setempat dengan laporan gangguan di pusat penitipan anak di timur laut negara itu.

Penembakan massal di Thailand jarang terjadi. Penembakan terakhir terjadi pada 2020, saat seorang tentara yang marah atas kesepakatan properti menewaskan sedikitnya 29 orang dan melukai 57 orang di empat titik lokasi penembakan.  

REUTERS | AL JAZEERA | SKY NEWS

Baca juga: Kenali 11 Mata Uang Negara ASEAN sebelum Berwisata ke Asia Tenggara, Berapa Kurs Rupiahnya?

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram http://tempo.co/. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Satu Korban Lagi Ditemukan, Tanggap Darurat Gempa Cianjur Diperpanjang 3 Hari

1 hari lalu

Satu Korban Lagi Ditemukan, Tanggap Darurat Gempa Cianjur Diperpanjang 3 Hari

Pencarian korban tanah longsor dampak gempa Cianjur, Jawa Barat, berhasil menemukan satu orang meninggal dunia.


Bom Bunuh Diri di Pakistan Menargetkan Polisi, 3 Tewas dan 28 Luka-luka

1 hari lalu

Bom Bunuh Diri di Pakistan Menargetkan Polisi, 3 Tewas dan 28 Luka-luka

Bom bunuh diri telah terjadi di kota Quetta, Pakistan, di mana pelaku mengincar aparat kepolisian. Taliban mengklaim bertanggung jawab.


Sandy Walsh sudah Bisa Bela Timnas Indonesia di Piala AFF 2022, Pemain Naturalisasi Jordi Amat Masih Menunggu

1 hari lalu

Sandy Walsh sudah Bisa Bela Timnas Indonesia di Piala AFF 2022, Pemain Naturalisasi Jordi Amat Masih Menunggu

Turnamen sepak bola Piala AFF 2022 akan berlangsung mulai 20 Desember dan persiapannya telah dimulai sejak Senin pekan ini di Bali.


Wali Kota Toyota City Hadiri Indonesia Friendship Day di Jepang

3 hari lalu

Wali Kota Toyota City Hadiri Indonesia Friendship Day di Jepang

Acara Indonesia Friendship Day di Jepang dihadiri sekitar 2.000 pengunjung, sebagian besar merupakan WNI yang bermukim di sekitar Toyota City.


KBRI Gunakan Aplikasi untuk Data WNI di Malaysia

4 hari lalu

KBRI Gunakan Aplikasi untuk Data WNI di Malaysia

KBRI di Kuala Lumpur mulai menggunakan aplikasi KBRIKL APP untuk mendata jumlah dan keberadaan warga negara Indonesia di Malaysia.


Kemlu RI Pastikan Tidak Ada WNI Tewas dalam Banjir Bandang di Jeddah Arab Saudi

5 hari lalu

Kemlu RI Pastikan Tidak Ada WNI Tewas dalam Banjir Bandang di Jeddah Arab Saudi

Kemlu mengkonfirmasi tidak ada WNI yang meninggal dunia akibat banjir bandang di Jeddah, Arab Saudi.


Bantuan Tiba saat Korban Gempa Cianjur Mulai Diserang Penyakit

7 hari lalu

Bantuan Tiba saat Korban Gempa Cianjur Mulai Diserang Penyakit

Bantuan untuk korban gempa Cianjur mulai mengalir ke Cugenang.


Belasan Triliun Uang Ilegal Masuk RI, Kepala PPATK Cerita Penukaran Uang dengan Koper di Mal Singapura

7 hari lalu

Belasan Triliun Uang Ilegal Masuk RI, Kepala PPATK Cerita Penukaran Uang dengan Koper di Mal Singapura

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana membeberkan ada belasan triliun rupiah uang yang masuk ke Indonesia tak dilaporkan ke Bea Cukai.


Gempa Cianjur, BNPB Cerita Selamatkan Anak 6 Tahun Terjebak Reruntuhan 2 Hari

8 hari lalu

Gempa Cianjur, BNPB Cerita Selamatkan Anak 6 Tahun Terjebak Reruntuhan 2 Hari

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan total ada 6.000 petugas dikerahkan untuk proses evakuasi warga korban gempa Cianjur


Beijing dan Manila Adu Mulut Perkara Puing Roket di Laut Cina Selatan

10 hari lalu

Beijing dan Manila Adu Mulut Perkara Puing Roket di Laut Cina Selatan

Filipina menuding kapal penjaga pantai Cina telah mengambil puing roket yang telah diamankannya di Laut Cina Selatan. Beijing membantah.