PM Israel Sebut Solusi 2 Negara, Presiden Palestina: Positif tapi Perlu Bukti

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

Presiden Palestina Mahmoud Abbas bertemu dengan delegasi pemerintah Israel di Ramallah pada Minggu malam, 3 Oktober 2021. (wafa.ps)

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan seruan Perdana Menteri Israel Yair Lapid tentang solusi dua negara adalah "perkembangan positif". Namun ia mengingatkan bahwa realisasinya sangat bergantung pada negosiasi.

“Ujian sebenarnya dari kredibilitas dan keseriusan sikap ini adalah bagi pemerintah Israel untuk segera kembali ke meja perundingan,” katanya kepada Majelis Umum PBB, dalam pidato yang sebagian besar mengecam pendudukan Israel atas wilayah Palestina.

Israel menduduki Yerusalem Timur, Tepi Barat, dan Gaza milik Palestina dalam perang Timur Tengah 1967. Perundingan damai Israel-Palestina yang disponsori AS gagal pada 2014.

Upaya untuk mencapai kesepakatan dua negara, yang melibatkan negara Israel dan Palestina yang berdampingan, telah lama terhenti.

"Kepercayaan kami dalam mencapai perdamaian berdasarkan keadilan dan hukum internasional sayangnya memudar karena kebijakan pendudukan Israel," kata Abbas, menyebut Israel sebagai "rezim apartheid."

Palestina dan kelompok-kelompok hak asasi mengatakan Israel telah memperkuat kendalinya atas wilayah Palestina yang diduduki melalui kekuasaan militernya atas jutaan warga Palestina dan pembangunan pemukiman yang terus berlanjut. Beberapa pihak meragukan apakah solusi dua negara tetap layak saat ini.

"Israel tidak menyisakan kami tanah di mana kami dapat mendirikan negara merdeka karena ekspansi pemukiman yang terus menerus," kata Abbas. "Di mana orang-orang kita akan hidup dalam kebebasan dan martabat?"

Sebagian besar negara menganggap permukiman Tepi Barat Israel ilegal. Namun Israel membantah itu, dan menggambarkan wilayah itu sebagai hak dan benteng pertahanan berdasarkan kitab suci mereka.

Duta Besar Israel untuk PBB Gilad Erdan mengatakan dalam sebuah tweet pada hari Jumat bahwa Palestinalah yang telah menolak rencana perdamaian di masa lalu.

Penyebutan formula dua negara oleh Lapid adalah yang pertama oleh seorang pemimpin Israel di panggung PBB selama bertahun-tahun dan menggemakan dukungan Presiden AS Joe Biden di Israel pada bulan Agustus untuk proposal yang sudah lama tidak aktif.

Lapid berbicara kurang dari enam minggu sebelum pemilihan 1 November yang dapat mengembalikan kekuasaan mantan Perdana Menteri sayap kanan Benjamin Netanyahu, penentang lama negara Palestina.

Mahmoud Abbas mengatakan bahwa sementara pemerintah Barat telah mendukung formula dua negara, mereka sebenarnya telah menghalangi implementasinya dengan tidak mengakui Palestina sebagai sebuah negara dan dengan melindungi Israel dari pertanggungjawaban.

REUTERS | NESA AQILA






Israel Bunuh Dua Milisi Palestina di Tepi Barat

22 jam lalu

Israel Bunuh Dua Milisi Palestina di Tepi Barat

Pasukan Israel membunuh dua milisi Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat dalam bentrokan di kamp pengungsi Jenin


Tentara Israel Bunuh 5 Warga Palestina dalam Serangkaian Bentrokan di Tepi Barat

2 hari lalu

Tentara Israel Bunuh 5 Warga Palestina dalam Serangkaian Bentrokan di Tepi Barat

Bentrokan antara pasukan Israel dan warga Palestina sepanjang Selasa, 29 November 2022, menewaskan lima warga Palestina.


Tuding Anwar Ibrahim Agen Israel, Pemimpin Partai Islam Malaysia Dilaporkan

2 hari lalu

Tuding Anwar Ibrahim Agen Israel, Pemimpin Partai Islam Malaysia Dilaporkan

Presiden Partai Islam Malaysia dilaporkan ke polisi karena diduga menyebut Perdana Menteri Anwar Ibrahim sebagai agen Israel.


29 November: Hari Solidaritas Internasional Bersama Masyarakat Palestina, Ini Latar Belakangnya

2 hari lalu

29 November: Hari Solidaritas Internasional Bersama Masyarakat Palestina, Ini Latar Belakangnya

Hari ini, 29 November, dunia memperingatinya sebagai Hari Solidaritas Internasional Bersama Masyarakat Palestina. Begini latar belakangnya.


Melempar Bom Rakitan ke Warga Palestina, 3 Tentara Israel Ditahan

3 hari lalu

Melempar Bom Rakitan ke Warga Palestina, 3 Tentara Israel Ditahan

Personel militer Israel melempar bom rakitan ke warga Palestina di Tepi Barat. Mereka ditahan atas dugaan melakukan aksi balas dendam.


Piala Dunia 2022, Sopir Taksi Qatar Usir Warga Israel: Mereka Membunuh Saudara Saya

6 hari lalu

Piala Dunia 2022, Sopir Taksi Qatar Usir Warga Israel: Mereka Membunuh Saudara Saya

Seorang sopir taksi di Qatar mengusir wartawan asal Israel yang akan meliput Piala Dunia 2022.


Warga Qatar Memakai Ban Lengan Pro-Palestina saat Menonton Piala Dunia 2022

7 hari lalu

Warga Qatar Memakai Ban Lengan Pro-Palestina saat Menonton Piala Dunia 2022

Warga Qatar mengenakan ban lengan dengan desain syal keffiyeh hitam-putih yang identik dengan perjuangan Palestina.


Biden Tunjuk Perwakilan Khusus Amerika Serikat untuk Palestina

8 hari lalu

Biden Tunjuk Perwakilan Khusus Amerika Serikat untuk Palestina

Presiden Joe Biden telah menunjuk perwakilan baru Amerika Serikat untuk urusan luar negeri yang berkaitan dengan Palestina.


Seorang Kolonel Garda Revolusi Iran Tewas dalam Ledakan Bom di Suriah

8 hari lalu

Seorang Kolonel Garda Revolusi Iran Tewas dalam Ledakan Bom di Suriah

Garda Revolusi Iran menuduh Israel berada di balik ledakan bom rakitan di luar Damaskus, Suriah, yang menewaskan seorang kolonelnya.


Dua Bom Meledak di Yerusalem, 1 Orang Tewas dan 22 Terluka

9 hari lalu

Dua Bom Meledak di Yerusalem, 1 Orang Tewas dan 22 Terluka

Ledakan di Yerusalem itu mengingatkan pada pengeboman bus yang merupakan ciri khas pemberontakan Palestina pada 2000-2005.