Sidang Umum PBB: Zelensky Minta Rusia Dihukum untuk Akhiri Invasi

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

Polisi Ukraina berpatroli di kota Izium, yang baru-baru ini dibebaskan oleh Angkatan Bersenjata Ukraina, di wilayah Kharkiv, Ukraina 14 September 2022. REUTERS/Gleb Garanich

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Volodymyr Zelensky menyerukan komunitas dunia menghukum Rusia atas invasi yang dilancarkannya ke Ukraina. Di tengah eskalasi perang Ukraina usai Presiden Vladimir Putin mengumumkan mobilisasi militer parsial, Zelensky menyebut hukuman terhadap Rusia sebagai tahap awal dari perundingan damai.

Berpidato di Sidang Umum PBB, Rabu, 21 September 2022, Zelensky menyinggung, hukuman pantas diberikan kepada Rusia karena agresinya yang berniat mencaplok wilayah Ukraina, konsekuensi perang terhadap warga sipil, dan dampak destruktif lainnya. Ia menyatakan invasi Rusia ke Ukraina ini berakibat bukan hanya ke negaranya, tetapi juga dunia.

"Sebuah kejahatan telah dilakukan terhadap Ukraina, dan kami menuntut hukuman yang adil," kata Zelensky dikutip dari Kantor Kepresidenan Ukraina, Kamis, 22 September 2022.

Pasukan Rusia menyerbu Ukraina sejak 24 Februari 2022. Titik-titik pertempuran bergeser sesuai dengan strategi militer kedua negara. Setelah gagal menggapai Kyiv di awal invasi, Rusia memfokuskan serangan di Donbas, wilayah timur Ukraina.

Belakangan ini, Kyiv melancarkan serangan balasan di wilayah timur dan selatan. Ukraina mengklaim pasukannya telah menembus lebih jauh ke timur, wilayah yang baru-baru ini ditinggalkan oleh Rusia. Manuver militer ini membuka jalan bagi kemungkinan serangan terhadap pasukan pendudukan Moskow di wilayah Donbas.

Negara-negara seperti Amerika Serikat dan Inggris, serta blok Uni Eropa, mengecam invasi Rusia ke Ukraina. Aliansi Barat menghukum Rusia dengan sanksi ekonomi dan isolasi di forum internasional.

"Sanksi terhadap agresor merupakan bagian dari formula perdamaian. Memblokir perdagangan dan hubungan dengan agresor adalah bagian dari formula perdamaian. Semua ini adalah hukuman," tutur Zelensky.

Ancaman Putin

Di tengah spekulasi kemunduran di medan perang, Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu, 21 September 2022, memerintahkan mobilisasi militer untuk perang Ukraina. Putin memperingatkan negara-negara Barat bahwa dia tidak hanya menggertak dan siap menggunakan senjata nuklir demi membela Rusia.

"Jika integritas teritorial negara kami terancam, kami tanpa ragu akan menggunakan semua cara yang tersedia untuk melindungi Rusia dan rakyat kami - ini bukan gertakan," kata Putin dalam pidato yang disiarkan televisi Rusia.

Merujuk pada ekspansi NATO menuju perbatasan Rusia, Putin menyebut Barat sedang merencanakan untuk menghancurkan negaranya. Pemimpin Rusia itu menganggap Barat sedang melakukan "pemerasan nuklir" dengan potensi penggunaan senjata tersebut terhadap Moskow. Ia menganggap Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Eropa memaksa Rusia melakukan operasi militer di Ukraina.

Dalam pidato Sidang Umum PBB, Zelensky menyarakan dibentuknya Pengadilan Khusus untuk kejahatan Rusia ke Ukraina. Ia mengaku sudah menyiapkan langkah-langkah yang tepat untuk membentuk Pengadilan tersebut. Proposalnya akan disajikan ke semua negara.

Ukraina akan mengajukan banding ke Majelis Umum PBB untuk mendukung mekanisme kompensasi internasional. Zelensky juga menyarankan untuk menghapus hak-hak internasional Rusia, termasuk veto di Dewan Keamanan PBB. (*) 

REUTERS






Zelensky Sebut Putin Tak Akan Selamat Jika Serang Ukraina dengan Nuklir

2 jam lalu

Zelensky Sebut Putin Tak Akan Selamat Jika Serang Ukraina dengan Nuklir

Zelensky menanggapi ancaman penggunaan senjata nuklir oleh Putin.


Putin Ulang Tahun ke-70 Hari Ini, Kim Jong Un Kirim Ucapan Selamat

3 jam lalu

Putin Ulang Tahun ke-70 Hari Ini, Kim Jong Un Kirim Ucapan Selamat

:Presiden Rusia Vladimir Putin berulang tahun ke-70 hari ini. Ia mendapat ucapan selamat termasuk dari Kim Jong Un.


Kementerian Luar Negeri Belum Akui Pemerintah Bayangan di Myanmar

4 jam lalu

Kementerian Luar Negeri Belum Akui Pemerintah Bayangan di Myanmar

Kementerian Luar Negeri masih akan menunggu KTT ASEAN pada November 2022 dalam memberi pengakuan ke Pemerintah sementara Myanmar


Daftar 10 Negara Terbesar di Dunia, Indonesia Termasuk?

4 jam lalu

Daftar 10 Negara Terbesar di Dunia, Indonesia Termasuk?

10 negara terbesar di dunia berdasarkan luas wilayahnya dengan total area meliputi daratan dan daerah perairan


Biden Ingatkan Ancaman Nuklir Putin Tak Main-main: Berisiko Armageddon

5 jam lalu

Biden Ingatkan Ancaman Nuklir Putin Tak Main-main: Berisiko Armageddon

Putin disebut oleh Biden tak main-main dengan ancamannya. Ia menyatakan akan menggunakan senjata nuklir di Ukraina.


Mengenal Yandex, Mesin Pencarian Asal Rusia Pesaing Google

7 jam lalu

Mengenal Yandex, Mesin Pencarian Asal Rusia Pesaing Google

Mengenal apa itu Yandex, sejarah serta kelebihan dan kekurangan dibandingkan search engine Google.


WNI yang Masih Bertahan di Ukraina dalam Kondisi Aman

7 jam lalu

WNI yang Masih Bertahan di Ukraina dalam Kondisi Aman

Kementerian Luar Negeri RI mengkonfirmasi tidak ada WNI yang terdampak pencaplokan empat wilayah Ukraina oleh Rusia.


Ratusan Ribu Warga Rusia ke Luar Negeri Hindari Wamil ke Ukraina

12 jam lalu

Ratusan Ribu Warga Rusia ke Luar Negeri Hindari Wamil ke Ukraina

Ribuan warga Rusia membanjiri perbatasan negara-negara tetangga sejak Presiden Vladimir Putin mengumumkan mobilisasi parsial pada 21 September


Rudal Rusia Hantam Apartemen di Wilayah Caplokan, Petinggi Militer Dikecam

14 jam lalu

Rudal Rusia Hantam Apartemen di Wilayah Caplokan, Petinggi Militer Dikecam

Sebuah rudal Rusia menghancurkan blok apartemen di wilayah Ukraina yang telah dicaplok Moskow hingga menewaskan tujuh orang,


Putin Akan 'Menstabilkan' 4 Wilayah Caplokan

15 jam lalu

Putin Akan 'Menstabilkan' 4 Wilayah Caplokan

Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia akan menstabilkan situasi di empat wilayah Ukraina yang dicaploknya,