Pria Jepang Ini Raup Rp1 Juta per Jam Tanpa Melakukan Apa-apa

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

Shoji Morimoto menemani klien dan hanya sebagai pendamping, menggunakan ponsel saat bertemu kliennya Aruna Chida di sebuah kafe di Tokyo, Jepang 31 Agustus 2022. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

TEMPO.CO, Jakarta - Pria Jepang ini memiliki pekerjaan yang barangkali jadi impian sebagian besar orang: dibayar untuk tidak melakukan apa-apa.

Shoji Morimoto, warga Tokyo berusia 38 tahun, mengenakan biaya 10.000 yen (Rp1 juta lebih) per jam untuk menemani klien dan hanya menjadi pendamping.

"Pada dasarnya, saya menyewakan diri saya sendiri. Pekerjaan saya adalah berada di mana pun klien saya menginginkan saya dan tidak melakukan apa pun secara khusus," kata Morimoto kepada Reuters, Senin, 5 September 2022, dan menambahkan bahwa dia telah menangani sekitar 4.000 sesi dalam empat tahun terakhir.

Dengan tubuh kurus dan penampilan rata-rata, Morimoto sekarang memiliki hampir seperempat juta pengikut di Twitter, tempat ia menemukan sebagian besar kliennya. Kira-kira seperempat dari mereka adalah pelanggan tetap, termasuk ada yang telah mempekerjakannya 270 kali.

Pekerjaan ini membawanya ke taman dengan seseorang yang ingin bermain jungkat-jungkit. Dia juga berseri-seri dan melambai melalui jendela kereta api pada orang asing yang menginginkan pengiriman.

Tidak melakukan apapun bukan berarti Morimoto bisa melakukan apa saja. Dia pernah menolak tawaran untuk memindahkan lemari es dan pergi ke Kamboja, dan tidak menerima permintaan apapun yang bersifat seksual.

Pekan lalu, Morimoto duduk di seberang Aruna Chida, seorang analis data berusia 27 tahun yang mengenakan sari, mengobrol ringan sambil minum teh dan kue.

Chida ingin mengenakan pakaian India di depan umum tetapi khawatir itu akan mempermalukan teman-temannya. Jadi dia berpaling ke Morimoto untuk persahabatan.

"Dengan teman-teman saya, saya merasa harus menghibur mereka, tetapi dengan tukang sewaan (Morimoto) saya tidak merasa perlu untuk mengobrol," katanya.

Sebelum Morimoto menemukan panggilan sejatinya, dia bekerja di sebuah perusahaan penerbitan dan sering dicaci karena "tidak melakukan apa-apa".

"Saya mulai bertanya-tanya apa yang akan terjadi jika saya memberikan kemampuan saya untuk 'tidak melakukan apa-apa' sebagai layanan kepada klien," katanya.

Bisnis pertemanan sekarang menjadi satu-satunya sumber pendapatan Morimoto, yang bisa menghidupi istri dan anaknya. Meskipun dia menolak untuk mengungkapkan berapa banyak yang dia hasilkan, dia mengaku mendapat  satu atau dua klien sehari. Sebelum pandemi, jumlah itu baru bisa dicapai dalam tiga atau empat hari.

Saat ia menghabiskan hari Rabu tanpa melakukan apa-apa di Tokyo, Morimoto merenungkan sifat aneh pekerjaannya dan tampaknya mempertanyakan masyarakat yang menghargai produktivitas dan mencemooh ketidakbergunaan.

"Orang cenderung berpikir bahwa 'tidak melakukan apa-apa' saya itu berharga karena berguna (bagi orang lain) ... Tapi tidak apa-apa untuk benar-benar tidak melakukan apa-apa. Orang tidak harus berguna dengan cara tertentu," kata Morimoto.

Reuters






Jepang Tambah Anggaran Pertahanan Rp 113 Triliun pada 2023

13 jam lalu

Jepang Tambah Anggaran Pertahanan Rp 113 Triliun pada 2023

Tiga sumber mengungkap Jepang dilaporkan akan menambah anggaran pertahanan sebesar 1 triliun yen


Jepang, Inggris, dan Italia Bangun Jet Tempur Bersama

15 jam lalu

Jepang, Inggris, dan Italia Bangun Jet Tempur Bersama

Ptoyek jet tempur Ini merupakan kolaborasi pertahanan industri besar pertama Jepang di luar Amerika Serikat.


Kalah Gugatan, Penolakan Okinawa atas Relokasi Pangkalan AS Berakhir?

16 jam lalu

Kalah Gugatan, Penolakan Okinawa atas Relokasi Pangkalan AS Berakhir?

Mahkamah Agung Jepang menolak permohonan Pemerintah Prefektur Okinawa untuk menghentikan pembangunan tempat relokasi pangkalan AS


Miliarder Jepang Ajak Artis K-pop Piknik ke Bulan

19 jam lalu

Miliarder Jepang Ajak Artis K-pop Piknik ke Bulan

Miliarder Yusaku Maezawa mengajak artis K-pop TOP dan DJ Steve Aoki jalan-jalan ke bulan tahun depan.


QRIS Bisa Digunakan di Jepang, BI Berharap Transaksi Ritel dan Wholesale Lintas Batas Efisien

20 jam lalu

QRIS Bisa Digunakan di Jepang, BI Berharap Transaksi Ritel dan Wholesale Lintas Batas Efisien

QR Code Indonesian Standard (QRIS) yang diinisiasi Bank Indonesia dapat digunakan di Jepang.


Jepang, Inggris, Italia Bangun Jet Tempur Pendamping F-35

20 jam lalu

Jepang, Inggris, Italia Bangun Jet Tempur Pendamping F-35

Jepang, Inggris, dan Italia bekerja sama membangun jet tempur generasi berikutnya pengganti Typhoon dan melengkapi armada F-35 Lightning.


Berulang Tahun Usia 30, Begini Perjalanan Karier Yui Yokoyama atau Yuihan AKB48

1 hari lalu

Berulang Tahun Usia 30, Begini Perjalanan Karier Yui Yokoyama atau Yuihan AKB48

Yui Yokoyama atau Yuihan mulanya mengikuti audisi untuk SKE48


Hadapi Ancaman China dan Korut, Jepang Siapkan Rp500 Triliun untuk Rudal Jarak Jauh

2 hari lalu

Hadapi Ancaman China dan Korut, Jepang Siapkan Rp500 Triliun untuk Rudal Jarak Jauh

Jepang siapkan anggaran Rp568 triliun untuk mengembangkan rudal jarak jauh di tengah meningkatnya ancaman dari China dan Korea Utara


BYD Boyong SUV Listrik Atto 3 ke Jepang Awal 2023

3 hari lalu

BYD Boyong SUV Listrik Atto 3 ke Jepang Awal 2023

Mobil SUV listrik BYD Atto 3 adalah satu dari tiga model mobil listrik yang juga akan diluncurkan BYD di Eropa dan Jepang.


BNI Jembatani Bisnis Indonesia-Jepang melalui LCSF 2022

3 hari lalu

BNI Jembatani Bisnis Indonesia-Jepang melalui LCSF 2022

BNI Tokyo dapat melayani transaksi pengiriman uang atau transfer dengan dari Yen ke Rupiah langsung tanpa perlu konversi ke dolar AS.