Amerika Minta OPEC+ Tambah Kapasitas Produksi Minyak

Reporter

Presiden AS Joe Biden berbincang dengan Pangeran Mohammed bin Salman saat mengunjungi Al Salman Palace, di Jeddah, Arab Saudi, 15 Juli 2022. Bandar Algaloud/Courtesy of Saudi Royal Court/Handout via REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Joe Biden meyakinkan pihaknya akan berusaha menurunkan harga bahan bakar bagi warga Amerika. Kepastian itu disampaikan setelah OPEC+ pada Rabu, 3 Agustus 2022, memutuskan menaikkan kapasitas produksi minyak sebanyak 100 ribu barel per hari, di mana para analis menyebutnya sebagai tindak penghinaan usai Biden kunjungan kerja di Arab Saudi pada akhir bulan lalu.

“Apa yang akan kami fokuskan adalah membuat harga-harga tetap turun,” demikian keterangan Humas Gedung Putih Karine Jean-Pierre.

Presiden AS Joe Biden dan Pangeran Mohammed bin Salman melakukan salam tos tinju saat mengunjungi Al Salman Palace, di Jeddah, Arab Saudi, 15 Juli 2022. Bandar Algaloud/Courtesy of Saudi Royal Court/Handout via REUTERS

OPEC dan sekutu-sekutunya sebagai negara penghasil minyak, termasuk Rusia, tergabung dalam kelompok bernama OPEC+. Terhitung mulai September 2022, negara-negara dalam organisasi tersebut sudah diminta menaikkan kapasitas produksi minyaknya sampai 100 ribu barrel perhari. Dua sumber mengatakan pada Reuters hal tersebut secara efektif disahkan dalam rapat tertutup.

“Itu kenaikan yang tak banyak. Dari sisi fisik, itu adalah kesalahan yang kecil. Dari sisi isyarat politik, itu hampir sama dengan penghinaan,” kata Raad Alhadiri, Direktur Proyek dari Eurasia Group.      

Sebelumnya pada awal Juli lalu, Biden melakukan kunjungan kerja ke Arab Saudi, untuk membujuk negara itu meningkatkan kapasitas produksi minyaknya sehingga bisa menekan inflasi Amerika Serikat dan perekonomian global.

Selama beberapa pekan, para ahli telah berspekulasi kalau OPEC + akan memompa lebih banyak minyak setelah kunjungan kerja Biden tersebut. Sebagai imbalannya, Washington akan memuluskan penjualan sistem rudal pertahanan ke Riyadh dan Uni Emirat Arab.

Jean Pierre mengatakan kunjungan kerja Biden ke Arab Saudi dijadwalkan tak lama berselang setelah OPEC+ mengumumkan pada awal Juli lalu kalau organisasi itu akan meningkatkan kapasitas produksi minyak sampai 50 persen pada Juli dan Agustus 2022.

      

“Kami ingin melihat sejumlah kenaikan produksi sebelum kami mengumumkan perjalanan ini dan kami sebenarnya telah melihat hal ini pada minggu pertama Juni 2022 lalu,” kata Jean-Pierre.

   

Sumber: Reuters

Baca juga: Harga Minyak Dunia Anjlok jadi USD 90,66 per Barel Akibat 2 Faktor Ini

    

Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini.            






Biden Ingatkan Badai Ian Bisa Jadi Sejarah Mematikan di Florida

1 jam lalu

Biden Ingatkan Badai Ian Bisa Jadi Sejarah Mematikan di Florida

Presiden AS Joe Biden memperingatkan ancaman badai Ian yang menerjang Florida.


China Terbitkan Sertifikat Jet C919, Pesaing Airbus A320neo dan Boeing 737 MAX?

3 jam lalu

China Terbitkan Sertifikat Jet C919, Pesaing Airbus A320neo dan Boeing 737 MAX?

Pihak berwenang di China memberikan sertifikat pesawat jet penumpang produksi lokal C919, sekelas Airbus A320neo dan Boeing 737 MAX.


Chery Tiggo 7 Pro dan Tiggo 8 Pro Sudah Diproduksi Lokal Bulan Ini

1 hari lalu

Chery Tiggo 7 Pro dan Tiggo 8 Pro Sudah Diproduksi Lokal Bulan Ini

PT Chery Sales Indonesia melaporkan sudah mulai memproduksi dua model barunya pada 20 September 2022, yakni Tiggo 7 Pro dan Tiggo 8 Pro.


AS Buka Pintu Lebar-lebar untuk Warga Rusia yang Ingin Eksodus

1 hari lalu

AS Buka Pintu Lebar-lebar untuk Warga Rusia yang Ingin Eksodus

AS menyambut dengan tangan terbuka warga Rusia yang ingin meninggalkan negaranya.


Wapres AS Kamala Harris Mendarat di Korea Selatan, Sehari Setelah Korut Uji Coba Rudal

1 hari lalu

Wapres AS Kamala Harris Mendarat di Korea Selatan, Sehari Setelah Korut Uji Coba Rudal

Korea Utara melakukan uji coba rudal sehari sebelum Wapres Amerika Serikat Kamala Harris tiba di Korea Selatan.


Lilium Bakal Produksi 400 Unit Taksi Terbang per Tahun

1 hari lalu

Lilium Bakal Produksi 400 Unit Taksi Terbang per Tahun

Lilium Air Mobility berencana mengatur kapasitas industri untuk membuat sekitar 400 taksi terbang listrik per tahun.


Badai Ian di Florida Sebabkan Kapal Migran Kuba Tenggelam, 20 Orang Hilang

1 hari lalu

Badai Ian di Florida Sebabkan Kapal Migran Kuba Tenggelam, 20 Orang Hilang

Sebuah kapal migran dari Kuba telah tenggelam karena Badai Ian di Florida, Amerika Serikat.


Mike Pompeo Kasih Saran Amerika soal Cina

1 hari lalu

Mike Pompeo Kasih Saran Amerika soal Cina

Mike Pompeo memberikan masukan ke Amerika soal bagaimana menghadapi Cina.


Apple Hapus Aplikasi Asal Rusia di AppStore

1 hari lalu

Apple Hapus Aplikasi Asal Rusia di AppStore

AppStore milik Apple memutuskan memblokir hampir semua aplikasi yang diterbitkan Russian VK ecosystrm.


9 Negara yang Memberlakukan Bela Negara Pasca-Perang Dunia II

2 hari lalu

9 Negara yang Memberlakukan Bela Negara Pasca-Perang Dunia II

Yang teranyar adalah bela negara ala Presiden Putin, rakyat diminta terlibat dalam perang menyerang Ukraina. Perintah ini banyak ditolak warga.