Tajuddin Dikabarkan Batal Jadi Dubes Malaysia di Jakarta

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob melambai kepada wartawan sebelum pelantikannya sebagai perdana menteri ke-9, di Kuala Lumpur, Malaysia 21 Agustus 2021. Raja Al-Sultan Abdullah sebelumnya mengatakan perdana menteri baru harus menghadapi mosi tidak percaya di parlemen untuk membuktikan mayoritasnya. Malaysia Information Department/Famer Roheni/Handout via REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Anggota parlemen Tajuddin Abdul Rahman dikabarkan batal menjadi Duta Besar Malaysia di Jakarta. Ia tidak termasuk di antara empat dubes baru yang mendapat surat penunjukan dari Yang Dipertuan Agung Malaysia, Selasa, 12 Juli 2022.

Menurut kantor berita Bernama, kepala misi yang baru diangkat adalah Dubes Malaysia di Korea Selatan (Lim Jay Jin), Jepang (Shahril Effendi Abd Ghany), Arab Saudi (Wan Zaidi Wan Abdullah) dan Iran (Khairi Omar).

Free Malaysia Today melaporkan  bahwa anggota parlemen dari Pasir Salak in  tidak akan menjadi duta besar Malaysia untuk Indonesia setelah Putrajaya memutuskan menarik pencalonannya.

Juru bicara Kemenlu Indonesia, Teuku Faizasyah, mengatakan belum ada infoirmasi tentang hal itu.

Ketika dihubungi kemarin, sumber pemerintah Malaysia yang mengetahui masalah tersebut mengatakan bahwa PM Ismail Sabri Yaakob telah membatalkan penunjukan Tajuddin.

“Makanya namanya (Tajuddin) tidak termasuk dalam daftar terakhir utusan yang akan menerima ‘surat watikah’ mereka dari Yang Dipertuan Agung,” kata sumber tersebut

Namun, Malaysian Insight, mengutip sumber yang dekat dengan Kantor Perdana Menteri, mengatakan penunjukan itu "masih sesuai rencana" dan surat penunjukan itu hanya ditunda.

Bulan lalu, anggota parlemen yang kontroversial itu mengkonfirmasi bahwa ia akan ditunjuk sebagai utusan Malaysia untuk Indonesia.

Saat dihubungi, Tajuddin mengatakan tidak tahu apakah pengangkatannya telah dibatalkan dan meminta FMT untuk menghubungi pemerintah sebagai gantinya.

"Tidak ada komentar. Tanya ke menteri luar negeri atau perdana menteri,” katanya.

Penunjukan Tajuddin telah mengundang kritik dari beberapa kalangan termasuk anggota parlemen, mantan diplomat, politisi dan masyarakat sipil.

Sebuah petisi juga telah diluncurkan di Change.org untuk menyerukan agar penunjukan Tajuddin sebagai duta besar untuk Indonesia dibatalkan, mengumpulkan lebih dari 35.000 tanda tangan pada hari ini.

Ada seruan yang berkembang agar penunjukan mantan anggota Dewan Tertinggi UMNO dibatalkan, terutama setelah konferensi pers Tajuddin akhir bulan lalu di mana dia menyerukan Ahmad Zahid Hamidi untuk mundur sebagai presiden partainya.

Anggota DAP Bukit Bendera Wong Hon Wai mengatakan Tajuddin tidak memiliki keterampilan diplomatik yang diperlukan untuk pekerjaan itu dan telah membuktikan dirinya tidak layak untuk peran duta besar.

Wong kemudian bergabung dengan beberapa pemimpin Pemuda Umno, yang mengatakan tidak baik bagi citra Malaysia untuk memiliki Tajuddin sebagai utusannya ke Indonesia dan bahwa ada pejabat pemerintah lain yang dapat mengambil alih jabatan tersebut.

Pada Mei 2021, anggota parlemen kontroversial itu dicopot dari jabatannya sebagai ketua Prasarana Malaysia Berhad hanya beberapa hari setelah konferensi persnya yang banyak dikritik atas tabrakan yang melibatkan dua kereta LRT.






Malaysia Konversi Pesawat CN235-220 menjadi Maritime Patrol Aircraft

4 jam lalu

Malaysia Konversi Pesawat CN235-220 menjadi Maritime Patrol Aircraft

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) telah merampungkan konversi dua dari tiga pesawat CN235-220 milik Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM) itu.


Malaysia Dikecam, Abstain dalam Sidang Dewan HAM PBB tentang Muslim Uyghur

9 jam lalu

Malaysia Dikecam, Abstain dalam Sidang Dewan HAM PBB tentang Muslim Uyghur

Keputusan Malaysia untuk abstain dari pemungutan suara dalam sidang Dewan HAM PBB tentang Uyghur adalah mengecewakan dan memalukan.


Malaysia Golongkan Permen Karet Mengandung Nikotin Tidak Beracun

11 jam lalu

Malaysia Golongkan Permen Karet Mengandung Nikotin Tidak Beracun

Pemerintah Malaysia memasukkan pengganti nikotin berupa patch atau permen karet sebagai produk tidak beracun.


PM Malaysia Bertemu Raja, Bahas Pemilu Dipercepat?

1 hari lalu

PM Malaysia Bertemu Raja, Bahas Pemilu Dipercepat?

Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob mengatakan dia mungkin akan mengusulkan tanggal pembubaran parlemen dalam pertemuannya dengan Raja Al-Sultan Abdullah.


Malaysia Hentikan Pengejaran Utang Pajak Penghasilan Rp34 Miliar Putri Najib Razak

2 hari lalu

Malaysia Hentikan Pengejaran Utang Pajak Penghasilan Rp34 Miliar Putri Najib Razak

Pengacara Putri Najib Razak ketika dihubungi mengatakan IRB mengajukan pemberitahuan penghentian banding Senin lalu.


Malaysia Akan Beli Howitzer Rp3,2 Triliun

2 hari lalu

Malaysia Akan Beli Howitzer Rp3,2 Triliun

Malaysia akan membeli senjata berat jenis howitzer senilai hampir 1 miliar ringgit atau Rp3,2 triliun, namun pembahasannya saat ini masih berlangsung


Ratifikasi IKCEPA dan RCEP Jadi Penguat Kerja Sama Indonesia-Korsel

2 hari lalu

Ratifikasi IKCEPA dan RCEP Jadi Penguat Kerja Sama Indonesia-Korsel

Dengan prinsip-prinsip kesetaraan, saling menghormati, dan saling menguntungkan, kerja sama ekonomi Indonesia dan Korea Selatan terus dilakukan penguatan agar tetap signifikan di masa depan dengan potensi peningkatan lebih lanjut.


Balas Korea Utara, Rudal Korea Selatan Gagal Meluncur Mulus

2 hari lalu

Balas Korea Utara, Rudal Korea Selatan Gagal Meluncur Mulus

Korea Selatan gagal meluncurkan peluru kendali dalam latihan bersama AS sebagai balasan terhadap Korea Utara, yang meluncurkan rudal di atas Jepang


Sinyal Jokowi Cabut Status Pandemi Covid-19, Ini 5 Negara yang Sudah Tak Wajibkan Pakai Masker

3 hari lalu

Sinyal Jokowi Cabut Status Pandemi Covid-19, Ini 5 Negara yang Sudah Tak Wajibkan Pakai Masker

Jokowi memberikan sinyal akan nyatakan pandemi Covid-19 di Indonesia akan berakhir. Negara mana saja yang sudah bebas masker?


Dr. Jason Leong Membedah Cara Bersepeda Om-Om di Malaysia

3 hari lalu

Dr. Jason Leong Membedah Cara Bersepeda Om-Om di Malaysia

Materi paling lucu dari dr. Jason Leong malam itu adalah pembahasan tentang om-om yang hobi bersepeda.