Dmitry Medvedev Ingatkan Menghukum Rusia Bisa Bahayakan Kemanusiaan

Reporter

Presiden Rusia Dmitry Medvedev. REUTERS/Mikhail Klimentyev/RIA Novosti/Kremlin

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev menilai upaya negara-negara Barat untuk menghukum Rusia karena perang Ukraina, berisiko membahayakan kemanusiaan. Perang Ukraina telah berlangsung lima bulan dan meninggalkan banyak kota hancur serta ribuan orang kehilangan tempat tinggal.

Invasi Rusia ke Ukraina yang meletup pada 24 Februari 2022 telah memicu krisis paling serius antara Rusia dengan negara-negara Barat sejak 1962 atau saat krisis rudal Kuba. Ketika itu, banyak orang ketakutan dunia diambang perang nuklir

Tentara dari Republik Chechnya terlihat di tengah pertempuran konflik Ukraina-Rusia di kota Mariupol, Ukraina, 15 April 2022. Tidak hanya di Ukraina, pasukan ini juga membantu Rusia dalam perang di Suriah dan Georgia. REUTERS/Chingis Kondarov

Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin seorang penjahat perang dan telah membuat negara-negara Barat mempersenjatai Ukraina. Sanksi-sanksi yang dijatuhkan pun, diharapkan bisa melumpuhkan Rusia.

     

“Gagasan untuk menghukum sebuah negara, yang punya sejumlah potensi nuklir terbesar adalah absurd. Ini berpotensi menimbulkan sebuah ancaman pada kemanusiaan saat ini,” kata Medvedev, yang sekarang menjabat sebagai Wakil Kepala Dewan Keamanan Rusia, Rabu, 6 Juli 2022.

Rusia dan Amerika Serikat mengendalikan sekitar 90 persen hulu ledak nuklir dunia. Menurut data Federation of American Scientists ada sekitar 4 ribu hulu ledak dalam setiap stok militer kedua negara.

   

Medvedev menyebut Amerika Serikat sebagai sebuah kerajaan yang menumpahkan darah ke seluruh dunia dengan merujuk pada pembunuhan suku asli Amerika, serangkaian serangan nuklir Amerika ke Jepang dan memfasilitasi sejumlah peperangan, mulai dari perang Vietnam hingga perang di Afghanistan.

Sejumlah upaya Amerika Serikat menggunakan pengadilan atau tribunal untuk menginvestigasi tindakan-tindakan Rusia di Ukraina akan sia-sia dan berisiko menimbulkan kehancuran dunia. Ukraina dan sekutu-sekutunya dari Barat menyebut militer Rusia telah terlibat dalam kejahatan perang.

    

Sumber: Reuters  

Baca juga: Putin Tunjuk Mishustin Gantikan Medvedev Sebagai PM

Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini.            






Perang Lawan Cina di Taiwan Akan Korbankan 500 Pesawat Tempur Amerika

2 jam lalu

Perang Lawan Cina di Taiwan Akan Korbankan 500 Pesawat Tempur Amerika

CSIS telah menjalankan 18 dari rencana total 22 simulasi perang Amerika-Cina di Taiwan. War game belum melibatkan senjata nuklir kedua negara.


Finlandia Batasi Visa Turis Rusia, PM: Negaranya Membunuh Orang di Ukraina

2 jam lalu

Finlandia Batasi Visa Turis Rusia, PM: Negaranya Membunuh Orang di Ukraina

Tidak benar warga Rusia memasuki Eropa sebagai turis di saat negaranya membunuh orang di Ukraina, kata PM Finlandia Sanna Marin


Separatis Ukraina Ajak Kerja Sama Kim Jong Un

5 jam lalu

Separatis Ukraina Ajak Kerja Sama Kim Jong Un

Pemimpin Donetsk yang memisahkan diri dari Ukraina dalam sebuah surat kepada Kim Jong Un mengajak kerja sama perdagangan dengan Korea Utara


Pasukan Prancis Ditarik, Tentara Rusia Masuk Mali

7 jam lalu

Pasukan Prancis Ditarik, Tentara Rusia Masuk Mali

Pasukan keamanan Rusia mendarat di bandara Gao, Mali utara pada Senin, 15 Agustus 2022, di hari terakhir tentara Prancis menyelesaikan operasi mereka


Persaingan Memanas, AS Uji Coba Rudal Minuteman III

8 jam lalu

Persaingan Memanas, AS Uji Coba Rudal Minuteman III

Unjuk kekuatan di bidang rudal antar-benua semakin panas, setelah China kini gilaran AS uji coba Minuteman III


Daftar 10 Negara Pertama yang Mengakui Kemerdekaan Indonesia

9 jam lalu

Daftar 10 Negara Pertama yang Mengakui Kemerdekaan Indonesia

Berikut negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia diantaranya Mesir, Palestina, Arab Saudi, sampai Vatikan.


Rusia Curigai Ledakan Gudang Senjata di Krimea Sabotase, Ukraina Terlibat?

9 jam lalu

Rusia Curigai Ledakan Gudang Senjata di Krimea Sabotase, Ukraina Terlibat?

Rusia menyebut ada sabotase dalam ledakan gudang senjata di Krimea. Ukraina dicurigai sebagai pihak yang terlibat.


Top 3 Dunia: Nestapa TKI di Inggris hingga Rusia Tawarkan Senjata ke Sekutu

10 jam lalu

Top 3 Dunia: Nestapa TKI di Inggris hingga Rusia Tawarkan Senjata ke Sekutu

Top 3 dunia adalah TKI di Inggris terlilit utang, Rusia tawarkan senjata ke negara-negara sekutuh hingga Thailand tangkap bandar judi online China.


Prediksi Mengerikan Jika AS Vs Rusia Perang Nuklir: 5 Miliar Penduduk Dunia Mati

20 jam lalu

Prediksi Mengerikan Jika AS Vs Rusia Perang Nuklir: 5 Miliar Penduduk Dunia Mati

Jika terjadi perang nuklir antara AS dan Rusia dikhawatirkan bakal mengancam nyawa dua pertiga penduduk dunia.


Depot Amunisi Milik Rusia di Krimea Meledak

23 jam lalu

Depot Amunisi Milik Rusia di Krimea Meledak

Depot amunisi milik Rusia di Krimea dihantam ledakan. Dalam sepekan terakhir sejumlah fasilitas militer Rusia diguncang ledakan.