Amerika Serikat Bakal Kirimkan Bantuan Sistem Roket HIMARS ke Ukraina

Reporter

Sistem HIMARS terdiri dari satu peluncur, dua kendaraan suplai ulang, dua trailer suplai ulang dan beban dasar sembilan pod (enam roket per pod) roket MFOR (Multiple Launch Rocket System Family of Munitions). HIMARS diprediksi akan meningkatkan kemampuan bertempur Ukraina dalam memerangi penjajah Rusia. Wikipedia/Korps Marinir AS Pusat Informasi Visual Pertahanan, Departemen Pertahanan Amerika Serikat Foto Korps Marinir AS - dirilis (ID DOD: DA-SD-07-43938, 070601-M-1391M-010)PenulisLCPL Seth Maggard, USMC

TEMPO.CO, Jakarta -  Sumber di Pemerintah Amerika Serikat pada Kamis, 23 Juni 2022, menyebut Washington akan menyediakan bantuan keamanan tambahan ke Ukraina senilai USD 450 juta (Rp 6,6 triliun). Di antara bantuan yang dikucurkan itu adalah sistem roket jarak panjang, yang lebih banyak.

Sebuah pernyataan tertulis yang diterbitkan oleh Pentagon membenarkan paket bantuan itu yang bernilai lebih dari USD 450 juta. Dalam paket bantuan itu akan diberikan empat unit tambahan High Mobility Artillery Rocket Systems (HIMARS), 18 unit perahu patrol di sungai dan pantai serta ribuan butir amunisi.

P asukan Rusia di kota Popasna di Wilayah Luhansk, Ukraina 26 Mei 2022. Tulisan di kendaraan itu berbunyi: "Valkyrie" . REUTERS/Alexander Ermochenko

Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022, Presiden Amerika Serikat Joe Biden telah mengucurkan uang bantuan keamanan ke Ukraina senilai USD 6,1 miliar (Rp 90 triliun). John Kirby, koordinator bidang komunikasi strategis National Security Council Amerika Serikat, mengatakan Washington saat ini berkomunikasi dengan Kyiv untuk mengidentifikasi jenis-jenis senjata yang mereka butuhkan sehingga bisa dimasukkan dalam setiap paket bantuan.

“Alasan kami melakukan ini adalah supaya kami tetap relevan dengan apa yang terjadi di medan tempur,” kata Kirby.

Sebelumnya pada Kamis pagi, 23 Juni 2022, Ukraina mengakui telah menerima pengiriman pertama HIMARS, yani sebuah sistem senjata jarak jauh yang berkekuatan penuh. Kyiv berharap senjata ini bisa membantu membalikkan keadaan di medan tempur.   

          

Tentara Rusia sedang meningkatkan serangan di wilayah timur Ukraina agar bisa menguasai kawasan industri di sana atau yang dikenal sebagai wilayah Donbas. Di sana, ada sejumlah tentara Ukraina yang bisa saja terkepung oleh pasukan militer Rusia.

Ukraina mengatakan mereka membutuhkan sistem HIMARS agar bisa menangkal sistem roket Rusia, yang banyak digunakan untuk memukul mundur tentara Ukraina di Donbas. Wilayah Donbas diklaim Moskow kepunyaan kelompok-kelompok separatis pro-Rusia.   

    

Sumber: Reuters

Baca juga: PBB Minta Warga Suriah di Daerah Oposisi Tetap Dapat Bantuan

Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini.






Perusahaan Nuklir Ukraina Tuding Rusia Retas Situs Web

9 menit lalu

Perusahaan Nuklir Ukraina Tuding Rusia Retas Situs Web

Pasukan Cyberarmy Rusia disebut berada di balik peretasan situs web perusahaan nuklir Ukraina.


Perang Lawan Cina di Taiwan Akan Korbankan 500 Pesawat Tempur Amerika

3 jam lalu

Perang Lawan Cina di Taiwan Akan Korbankan 500 Pesawat Tempur Amerika

CSIS telah menjalankan 18 dari rencana total 22 simulasi perang Amerika-Cina di Taiwan. War game belum melibatkan senjata nuklir kedua negara.


Separatis Ukraina Ajak Kerja Sama Kim Jong Un

6 jam lalu

Separatis Ukraina Ajak Kerja Sama Kim Jong Un

Pemimpin Donetsk yang memisahkan diri dari Ukraina dalam sebuah surat kepada Kim Jong Un mengajak kerja sama perdagangan dengan Korea Utara


Biden Kucurkan Dana Inflasi 430 Miliar Dolar, Partai Republik: Perampokan

6 jam lalu

Biden Kucurkan Dana Inflasi 430 Miliar Dolar, Partai Republik: Perampokan

Presiden Joe Biden menandatangani undang-undang senilai $ 430 miliar untuk melawan inflasi, tapi Partai Republik menilanya sebagai perampokan


Persaingan Memanas, AS Uji Coba Rudal Minuteman III

9 jam lalu

Persaingan Memanas, AS Uji Coba Rudal Minuteman III

Unjuk kekuatan di bidang rudal antar-benua semakin panas, setelah China kini gilaran AS uji coba Minuteman III


Rusia Curigai Ledakan Gudang Senjata di Krimea Sabotase, Ukraina Terlibat?

10 jam lalu

Rusia Curigai Ledakan Gudang Senjata di Krimea Sabotase, Ukraina Terlibat?

Rusia menyebut ada sabotase dalam ledakan gudang senjata di Krimea. Ukraina dicurigai sebagai pihak yang terlibat.


10 Lagu Paling Hits dari Diva Madonna

18 jam lalu

10 Lagu Paling Hits dari Diva Madonna

Madonna yang sangat berani dalam hal musiknya, memberikan daya tarik sendiri bagi penyuka musik pop, terutama kala saluran MTV tengah berjaya.


Joe Biden Sampaikan Selamat Hari Kemerdekaan ke Presiden Jokowi

20 jam lalu

Joe Biden Sampaikan Selamat Hari Kemerdekaan ke Presiden Jokowi

Presiden Joe Biden mengucapkan selamat Hari Kemerdekaan pada Jokowi menjelang HUT RI pada 17 Agustus


Prediksi Mengerikan Jika AS Vs Rusia Perang Nuklir: 5 Miliar Penduduk Dunia Mati

21 jam lalu

Prediksi Mengerikan Jika AS Vs Rusia Perang Nuklir: 5 Miliar Penduduk Dunia Mati

Jika terjadi perang nuklir antara AS dan Rusia dikhawatirkan bakal mengancam nyawa dua pertiga penduduk dunia.


Depot Amunisi Milik Rusia di Krimea Meledak

1 hari lalu

Depot Amunisi Milik Rusia di Krimea Meledak

Depot amunisi milik Rusia di Krimea dihantam ledakan. Dalam sepekan terakhir sejumlah fasilitas militer Rusia diguncang ledakan.