Erdogan Tolak Dukung Finlandia dan Swedia Masuk NATO karena Sarang Teroris

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Presiden Turki Tayyip Erdogan berpidato di depan anggota parlemen dari Partai AK (AKP) yang berkuasa selama pertemuan di parlemen Turki di Ankara, Turki, 10 Februari 2021. [Murat Cetinmuhurdar / PPO / Handout via REUTERS]

    Presiden Turki Tayyip Erdogan berpidato di depan anggota parlemen dari Partai AK (AKP) yang berkuasa selama pertemuan di parlemen Turki di Ankara, Turki, 10 Februari 2021. [Murat Cetinmuhurdar / PPO / Handout via REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Tayyip Erdogan mengatakan  bahwa tidak mungkin bagi Turki yang merupakan anggota NATO untuk mendukung rencana Swedia dan Finlandia bergabung dalam pakta tersebut mengingat bahwa negara-negara Nordik adalah "rumah bagi banyak organisasi teroris".

    Meskipun Turki telah secara resmi mendukung perluasan NATO sejak bergabung dengan aliansi yang dipimpin AS 70 tahun lalu, penentangannya dapat menimbulkan masalah bagi Swedia dan Finlandia mengingat anggota baru memerlukan kesepakatan dengan suara bulat.

    Turki berulang kali mengecam Swedia dan negara-negara Eropa Barat lainnya karena penanganan terhadap organisasi yang dianggap teroris oleh Ankara, termasuk kelompok militan Kurdi PKK dan YPG, dan pengikut ulama Islam Fethullah Gulen yang berbasis di AS.

    Ankara mengatakan Gulenists melakukan upaya kudeta pada 2016. Gulen dan pendukungnya menyangkal tuduhan itu.

    Rencana Finlandia untuk mengajukan keanggotaan NATO, diumumkan Kamis, dan diperkirakan akan diikuti Swedia, sehingga membawa perluasan aliansi militer Barat yang ingin dicegah oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dengan meluncurkan invasi ke Ukraina.

    "Kami mengikuti perkembangan mengenai Swedia dan Finlandia, tetapi kami tidak memiliki pandangan positif," kata Erdogan kepada wartawan di Istanbul, Jumat, 13 Mei 2022, dan menambahkan bahwa NATO telah menerima Yunani sebagai anggota di masa lalu.

    “Turki tidak ingin mengulangi kesalahan serupa. Terlebih lagi, negara-negara Skandinavia adalah rumah bagi organisasi teroris,” kata Erdogan, tanpa memberikan rincian.

    "Mereka bahkan menjadi anggota parlemen di beberapa negara. Tidak mungkin kami mendukung," katanya.

    Berikutnya: Finlandia akan bersabar 


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Pemerintah Longgarkan Aturan Memakai Masker

    Jokowi mengizinkan masyarakat lepas masker di ruang terbuka setelah melihat kondisi pandemi Covid-19 yang memenuhi nilai-nilai tertentu.