"

Top 3 Dunia: Pembunuhan Massal di Bucha

Reporter

Ekspresi militer Ukraina melihat sejumlah jenazah warga sipil dimakamkan secara massal di tengan serangan Rusia di Ukraina berlanjut, di kota Bucha, di luar Kyiv, Ukraina 6 April 2022. Moskow telah membantah tuduhan apapun terkait dengan pembunuhan warga sipil di Bucha. REUTERS/Alkis Konstantinidis
Ekspresi militer Ukraina melihat sejumlah jenazah warga sipil dimakamkan secara massal di tengan serangan Rusia di Ukraina berlanjut, di kota Bucha, di luar Kyiv, Ukraina 6 April 2022. Moskow telah membantah tuduhan apapun terkait dengan pembunuhan warga sipil di Bucha. REUTERS/Alkis Konstantinidis

TEMPO.CO, JakartaTop 3 dunia pada 7 April 2022, di urutan pertama adalah berita tentang keterangan saksi mata perihal dugaan pembunuhan massal warga sipil di Bucha, Ukraina. Pembantaian di Bucha telah membuat Rusia semakin banjir kecaman.

Di urutan kedua adalah pemberitaan media perihal pembunuhan massal di Bucha, Ukraina. Media milik pemerintah di Cina, CCTV, mewartakan dugaan pembunuhan warga sipil itu terjadi setelah tentara Rusia meninggalkan Bucha.

Dalam laporannya, CCTV menyatakan Ukraina sedang memperlihatkan pertunjukan yang bagus di Bucha. Gambar pembantaian massal di Bucha, mengejutkan masyarakat dunia, dimana mayat warga sipil bergelimpangan di jalan-jalan Kota Bucha, yang terletak di pinggir Ibu Kota Kiev.

Berikuta top 3 dunia selengkapnya:

1.Saksi Mata: Korban Bucha Dieksekusi Tentara Chechnya

Sesosok mayat laki-laki terbaring di semak-semak dekat rel kereta api di pinggiran kota Bucha, Ukraina. Sebuah tali terlihat diikatkan di kakinya dan ada lubang di dahinya. 

Hanya beberapa meter di sebelahnya, mayat korban lain tergeletak di semak-semak. "Jangan sentuh mayatnya. Mungkin dipasang ranjau," kata seorang polisi, yang menunjukkan tempat di mana mayat itu tergeletak, tetapi meminta untuk tidak disebutkan namanya.

Bucha, 37 km barat laut Kyiv, diduduki oleh pasukan Rusia selama lebih dari sebulan setelah invasi 24 Februari ke Ukraina. Ketika tentara Rusia mundur pekan lalu, ditemukan sejumlah mayat warga sipil di jalan-jalan Bucha, di dalam gedung dan dikubur di kuburan dangkal.

Baca selengkapnya di sini

Petugas pemakaman melihat sejumlah jenazah warga sipil yang akan dimakamkan di pemakaman lokal du tengah serangan Rusia di Ukraina berlanjut, di kota Bucha, di luar Kyiv, Ukraina 6 April 2022. REUTERS/Oleg Pereverzev

2.Media China Sebut Pembantaian Massal di Bucha adalah Pertunjukan Ukraina

Gambar pembantaian massal di Bucha, Ukraina, mengejutkan masyarakat dunia. Mayat warga sipil yang tersebar di jalan-jalan di Bucha, pinggiran kota Kiev, telah telah memicu kengerian global dalam beberapa hari terakhir. Banyak negara mendesak agar dilakukan penyelidikan dugaan kejahatan perang yang diduga dilakukan oleh Rusia.

Namun media yang dikelola pemerintah China, menampilkan narasi berbeda tentang pembunuhan massal di Bucha. Dalam laporannya, jaringan televisi CCTV minggu ini menyoroti klaim yang tidak berdasar dari Moskow. Pertunjukan pembantaian massal disebutnya terjadi setelah pasukan Rusia menarik diri dari daerah tersebut.

Dalam satu laporan, CCTV mengutip Rusia. Media itu menyatakan Ukraina sedang mengarahkan pertunjukan yang bagus di Bucha.

Baca selengkapnya di sini

Petugas pemakaman menurunkan jenazah warga sipil yang akan dimakamkan di pemakaman lokal du tengah serangan Rusia di Ukraina berlanjut, di kota Bucha, di luar Kyiv, Ukraina 6 April 2022. REUTERS/Oleg Pereverzev

3.Presiden Baru Korea Selatan Minta Pembom Nuklir AS Kembali ke Semenanjung Korea

Penasihat presiden terpilih Korea Selatan meminta penempatan kembali aset strategis Amerika Serikat, seperti pembom nuklir dan kapal selam, ke Semenanjung Korea.

Hal ini dilakukan dalam pembicaraan yang diadakan saat kunjungan delegasi Korea Selatan ke Washington pada Rabu lalu seperti dilansir Reuters.

Tim pembantu kebijakan luar negeri dan keamanan presiden baru, Yoon Suk-yeol, bertemu dengan penasihat keamanan nasional AS Jake Sullivan. Yoon mengatakan Seoul mencari kehadiran keamanan yang lebih konstan untuk mencegah ancaman dari Korea Utara saat negara itu meningkatkan uji coba senjata.

Baca selengkapnya di sini

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.  








Korea Selatan dan Jepang Raih Hasil Imbang dalam Laga Uji Coba, Son Heung-min Cetak Brace

7 jam lalu

Pemain Timnas Korea Selatan, Son Heung-min berhasil mencetak gol ke gawang Kolombia dalam Pertandingan Persahabatan di Stadion Sepak Bola Ulsan Munsu, Ulsan, Korea Selatan, 24 Maret 2023. REUTERS/Kim Hong-Ji
Korea Selatan dan Jepang Raih Hasil Imbang dalam Laga Uji Coba, Son Heung-min Cetak Brace

Korea Selatan ditahan Kolombia 2-2, sedangkan Jepang bermain 1-1 melawan Uruguay.


Ukraina Minta IOC Pastikan Tidak Ada Tentara Rusia yang Berpartisipasi di Olimpiade Paris 2024

9 jam lalu

Olimpiade Paris 2024. (nbcsports)
Ukraina Minta IOC Pastikan Tidak Ada Tentara Rusia yang Berpartisipasi di Olimpiade Paris 2024

Ukraina mencela partisipasi Rusia dan Belarusia di Olimpiade Paris 2024 sebagai "netral".


Kabur dari Kebun Binatang, Zebra Ini Bikin Heboh Kota Seoul Selama Tiga Jam

9 jam lalu

Seekor Zebra terlihat di tengah jalan raya setelah melarikan diri dari kebun binatang Korea Selatan. dailymail.co.uk
Kabur dari Kebun Binatang, Zebra Ini Bikin Heboh Kota Seoul Selama Tiga Jam

Seekor zebra memicu kekacauan setelah kabur dari kebun binatang Korea Selatan dan mengelilingi ibu kota Seoul sebelum ditangkap tiga jam kemudian


Warga Jerman Bakal Lebih Irit Lagi dalam Penggunaan Gas

10 jam lalu

Ilustrasi anak mematikan lampu. alliantenergykids.com
Warga Jerman Bakal Lebih Irit Lagi dalam Penggunaan Gas

Warga Jerman kemungkinan harus memangkas lebih banyak konsumsi gas alam demi menghindari krisis energi pada musim dingin berikutnya


Rusia Deklarasikan Perang Jika ICC Nekat Tangkap Putin

10 jam lalu

Presiden Rusia Vladimir Putin bersama Perdana Menteri Dmitry Medvedev, saat menghadiri rapat di Moskow, 15 Januari 2020. Sputnik/Dmitry Astakhov/Pool via REUTERS
Rusia Deklarasikan Perang Jika ICC Nekat Tangkap Putin

Bekas Presiden Rusia mengecam putusan ICC. Dmitry Medvedev mengatakan perang jika ICC tetap menangkap Putin.


Hungaria Tak Mau Patuhi Putusan ICC, Ogah Tangkap Putin

12 jam lalu

Presiden Rusia Vladimir Putin saat pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping di Kremlin di Moskow, Rusia, 20 Maret 2023. Sputnik/Sergei Karpukhin/Pool via REUTERS
Hungaria Tak Mau Patuhi Putusan ICC, Ogah Tangkap Putin

Hungaria menentang putusan ICC soal penangkapan Putin. Negara ini menyatakan tak ada dasar hukum ihwal penangkapan Putin.


Bakhmut Porak Poranda, Lokasi Sengit Pertempuran Perang Rusia-Ukraina

13 jam lalu

Relawan Inggris Christopher Parry berjalan di dekat sebuah bangunan yang rusak di kota Bakhmut, di wilayah Donetsk Ukraina, pada 5 Januari. Reuters
Bakhmut Porak Poranda, Lokasi Sengit Pertempuran Perang Rusia-Ukraina

Bakhmut menjadi lokasi sengit pertempuran Rusia-Ukraina. Kota ini porak poranda, di manakah letaknya?


Tak Mau Perangi Ukraina, Perwira Rusia Dihukum 6,5 Tahun karena Desersi

13 jam lalu

Tim penyelamat membawa jenazah yang ditemukan di lokasi bangunan tempat tinggal yang rusak berat akibat serangan rudal Rusia  di Zaporizhzhia, Ukraina 4 Maret 2023. REUTERS/Stringer
Tak Mau Perangi Ukraina, Perwira Rusia Dihukum 6,5 Tahun karena Desersi

Sang perwira mencari status suaka ke Kazakhstan tetapi ditolak dan dikembalikan ke Rusia.


Anggota Parlemen Rusia Ancam Hapus Inggris dari Muka Bumi: Provokator Perang!

13 jam lalu

Tim penyelamat bekerja di lokasi bangunan yang rusak berat akibat serangan pesawat tak berawak Rusia, di tengah serangan Rusia di Ukraina, di kota Rzhyshchiv, di wilayah Kyiv, Ukraina 22 Maret 2023. Layanan pers Layanan Darurat Negara Ukraina/Handout via REUTERS
Anggota Parlemen Rusia Ancam Hapus Inggris dari Muka Bumi: Provokator Perang!

Anggota Parlemen Rusia Andrey Gurulyov menyebut bahwa Inggris adalah penghasut utama perang dengan Ukraina.


Diberi Sanksi oleh Barat, Iran Dapat Investasi Besar dari Rusia

13 jam lalu

Iran telah berjanji untuk memberi Rusia rudal permukaan ke permukaan, selain lebih banyak drone.
Diberi Sanksi oleh Barat, Iran Dapat Investasi Besar dari Rusia

Rusia dan Iran sama-sama menderita sanksi finansial paling banyak dari Sekutu Barat.