AS Tuding Rusia Mulai Timbun Stok Darah, Bersiap Serang Ukraina

Reporter

Pesawat Boeing C-17 Globemaster III Angkatan Udara AS yang membawa pasukan AS tiba di Bandara Rzeszow-Jasionka, Polandia, 6 Februari 2022. Washington memperkuat sekutu NATO-nya di Eropa Timur di tengah pembangunan militer Rusia di perbatasan Ukraina. REUTERS/Kuba Stezycki

TEMPO.CO, Jakarta - Ketegangan di Ukraina kian memanas. Menteri Pertahanan Amerika Serikat Lloyd Austin mengklaim Rusia telah menimbun persediaan darah, memindahkan pasukan lebih dekat ke perbatasan Ukraina dan menerbangkan lebih banyak pesawat tempur. Austin juga membantah klaim Rusia bahwa mereka telah menarik pasukannnya.

"Saya sendiri adalah seorang prajurit, saya tahu secara langsung bahwa Rusia tidak melakukan hal-hal semacam ini tanpa alasan," kata Austin, seorang pensiunan jenderal Angkatan Darat. "Rusia tentu tidak melakukannya jika bersiap-siap untuk berkemas dan pulang."

Moskow membantah berencana menyerang negara tetangganya itu. Moskow mengklaim pihaknya menarik kembali beberapa pasukan. Kementerian pertahanan Rusia merilis video yang dikatakan menunjukkan lebih banyak unit yang berangkat.

Namun berdasarkan gambar satelit yang dilansir Maxar Technologies, sebuah perusahaan swasta AS, Rusia telah menarik kembali beberapa peralatan militer dari dekat Ukraina, perangkat keras lain telah tiba.

“Kami melihat Rusia menerbangkan banyak pesawat tempur dan pendukung. Kami melihat mereka mempertajam kesiapan di Laut Hitam,” kata Austin. "Kami bahkan melihat Rusia menimbun persediaan darah."

Reuters pertama kali melaporkan bahwa Rusia telah memindahkan suplai darah ke perbatasan Ukraina. Pernyataan Austin merupakan konfirmasi publik pertama dari keterangan intelijen.

Hubungan Timur dan Barat mengalami krisis terdalam selama beberapa dekade, berebut pengaruh pasca-Perang Dingin dan pasokan energi. Moskow ingin menghentikan Ukraina agar tidak bergabung dengan aliansi militer NATO.

Pemberontak yang didukung Rusia dan pasukan Ukraina saling tuduh pada Kamis, 17 Februari 2022. Kedua pihak menembakkan peluru melintasi garis gencatan senjata di Ukraina timur. Kyiv mengatakan insiden itu tampak seperti provokasi pada saat pasukan Rusia berkumpul di perbatasan.

Austin, berbicara di markas NATO di Brussels, mengatakan laporan penembakan itu mengkhawatirkan. "Kami masih mengumpulkan rincian. Rusia mungkin melakukan sesuatu seperti ini untuk membenarkan konflik militer," katanya dalam konferensi pers. Austin akan melakukan perjalanan di sebelah Polandia. Di sana ia akan bertemu pasukan AS.

REUTERS






Sejumlah Pendeta di Ukraina Disidang karena Dianggap Dukung Rusia

46 menit lalu

Sejumlah Pendeta di Ukraina Disidang karena Dianggap Dukung Rusia

Sejumlah pendeta Kristen orthodox dari Kyiv Pechersk Lavra dibawa ke meja hijau atas tuduhan telah mengglorifikasi Rusia


Jerman Kirim 7 Tank Tua Gepard ke Ukraina

1 jam lalu

Jerman Kirim 7 Tank Tua Gepard ke Ukraina

Jerman mengirimkan 7 tank tua Gepard ke Ukraina musim semi ini, menambah 30 tank pertahanan udara yang sudah digunakan untuk melawan Rusia


Komisi Eropa Tak Mau Minta Maaf karena Ungkap Jumlah Korban Tewas di Perang Ukraina

2 jam lalu

Komisi Eropa Tak Mau Minta Maaf karena Ungkap Jumlah Korban Tewas di Perang Ukraina

Komisi Eropa merasa tidak perlu meminta maaf ke Ukraina terkait ucapan Ursula Von Der Leyen, yang mengklaim militer Ukraina kehilangan 100 ribu jiwa


2.000 Pejuang Dilaporkan Tewas Melawan Junta Myanmar

2 jam lalu

2.000 Pejuang Dilaporkan Tewas Melawan Junta Myanmar

NUG sebagai pemerintah sipil Myanmar yang diakui dunia, juga mendesak sekutu untuk memberikan bantuan militer seperti halnya Ukraina


Utusan LGBTQIA+ AS Ditolak MUI, Kemlu Analogikan Buah Tangan Tak Sesuai Budaya

4 jam lalu

Utusan LGBTQIA+ AS Ditolak MUI, Kemlu Analogikan Buah Tangan Tak Sesuai Budaya

Kementerian Luar Negeri RI menanggapi rencana kunjungan Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Hak LGBTQIA+ Jessica Stern ke Indonesia.


Serbia Menunjuk Tokoh Pro-Rusia Menjadi Kepala Badan Intelijen

5 jam lalu

Serbia Menunjuk Tokoh Pro-Rusia Menjadi Kepala Badan Intelijen

Serbia menunjuk Aleksandar Vulin, mantan mendagri pro-Rusia sebagai kepala badan intelijen


Zelensky: Lebih dari 1.300 Tahanan Ukraina Dibebaskan sejak Dimulainya Perang

5 jam lalu

Zelensky: Lebih dari 1.300 Tahanan Ukraina Dibebaskan sejak Dimulainya Perang

Zelensky berbicara setelah pertukaran tahanan baru dengan pasukan Rusia dan pro-Rusia.


Ukraina Kehilangan 10 Ribu - 13 Ribu Tentara, Rusia Lebih Banyak?

8 jam lalu

Ukraina Kehilangan 10 Ribu - 13 Ribu Tentara, Rusia Lebih Banyak?

Angkatan bersenjata Ukraina telah kehilangan antara 10.000 dan 13.000 tentara dalam perang, Rusia diperkirakan kehilangan 15 ribu tentaranya


Kehadirannya Ditolak MUI, Ini Sosok Jessica Stern Utusan Khusus Biden soal LGBTQI+

8 jam lalu

Kehadirannya Ditolak MUI, Ini Sosok Jessica Stern Utusan Khusus Biden soal LGBTQI+

Jessica Stern ditunjuk Biden sebagai Utusan Khusus AS mengawasi implementasi memorandum Presiden AS tentang Memajukan HAM LGBTQI+ di Seluruh Dunia.


Teror Bom Surat di Spanyol Meluas, Terakhir Kedutaan AS Jadi Sasaran

9 jam lalu

Teror Bom Surat di Spanyol Meluas, Terakhir Kedutaan AS Jadi Sasaran

Teror bom surat meluas di Spanyol. Setelah kantor perdana menteri dan kedutaan Ukraina, kini giliran kedubes Amerika Serikat di Madrid mendapat paket