Mulai 11 Februari ke Inggris Tak Perlu Lagi Tes Covid-19

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Orang-orang berjalan di stasiun Waterloo, di tengah pandemi penyakit coronavirus (COVID-19), London, Inggris, 19 Juli 2021. [REUTERS/Peter Nicholls]

    Orang-orang berjalan di stasiun Waterloo, di tengah pandemi penyakit coronavirus (COVID-19), London, Inggris, 19 Juli 2021. [REUTERS/Peter Nicholls]

    TEMPO.CO, Jakarta - Inggris menghapus tes Covid-19 untuk pelancong mulai 11 Februari 2022. Dalam keterangan resminya, Kedutaan Besar Inggris di Jakarta menyatakan turis yang telah divaksinasi lengkap tak perlu lagi melakukan tes COVID-19 sebelum atau setelah tiba di Inggris. Pelancong hanya diminta mengisi formulir passanger locater.

    "Jika Anda belum divaksinasi penuh maka perlu mengikuti tes pra-keberangkatan dan tes PCR pada atau sebelum hari ke-2 setelah tiba di Inggris," tulis Kedutaan Inggris.

    Pelancong yang memiliki hasil tes PCR negatif, tidak perlu dikarantina. Aturan karantina hanya berlaku untuk mereka yang hasil tes PCR positif.

    Dalam pengumuman resminya, Kedutaan juga menyatakan mulai hari ini, 27 Januari 2022, Inggris tak lagi mewajibkan penduduknya menggunakan masker termasuk di tempat umum dan sekolah. Namun pemerintah menyarankan agar masker dikenakan di tempat ramai dan dalam ruangan yang ramai. "Anda juga tak perlu lagi menunjukkan NHS COVID Pass di tempat umum," kata Kedutaan Inggris.

    Dilansir dari Reuters, Inggris berencana kembali ke Plan A yaitu belajar untuk hidup dengan Covid-19 yang kemungkinan tetap ada. Pemerintah percaya diri menerapkan Plan A karena pemberian suntikan booster vaksin, pil antivirus, dan tingkat keparahan Omicron yang lebih rendah dibandingkan varian lain.

    Sejak pekan lalu, masyarakat telah diminta bekerja lagi di kantor. Panduan bekerja dari rumah telah berakhir. Penggunaan masker di tempat umum dan NHS Covid Pass sudah tak berlaku lagi hari ini.

    Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pekan lalu mengumumkan berakhirnya pembatasan COVID-19, termasuk mandat masker, bekerja dari rumah dan paspor vaksin.

    "Banyak negara di Eropa mengalami penutupan wilayah pada musim dingin, namun Inggris mengambil langkah berbeda," kata Boris Johnson kepada anggota parlemen.
    Ia beralasan pelonggaran karena jumlah orang yang dirawat di perawatan intensif karena virus Corona telah menurun. Ia yakin gelombang Omicron di Inggris telah mencapai puncak karena kampanye booster besar-besaran.

    Baca: Omicron Antar Inggris Kembali ke Rencana A: Tanpa Wajib Masker dan Paspor Vaksin

    WWW.GOV.UK | REUTERS | VOA


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Sarat Sejarah Final UCL Liverpool Vs Real Madrid, Ancelotti Incar Gelar Kemilau

    Laga Liverpool dan Real Madrid terjadi saat kedua tim dalam performa terbaiknya. Duel dua raksasa di Final UCL akan berlangsung pada Minggu dini hari.