Prancis Pilih Tutup Klub Malam Ketimbang Lockdown Akibat Omicron

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Warga Prancis pada 14 Agustus 2021, kembali berunjuk rasa menolak aturan yang harus memperlihatkan sertifikat vaksin virus corona saat berkegiatan sehari-hari. Sumber: Reuters

    Warga Prancis pada 14 Agustus 2021, kembali berunjuk rasa menolak aturan yang harus memperlihatkan sertifikat vaksin virus corona saat berkegiatan sehari-hari. Sumber: Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Prancis akan menutup klub malam menjelang Natal dan memperketat langkah-langkah jarak sosial. Hal ini dilakukan akibat merebaknya varian Omicron virus Covid-19 di negara tersebut. Namun menurut Perdana Menteri Jean Castex, Pransic berencana melakukan penguncian atau jam malam.

    Castex mengatakan gelombang kelima pandemi melonjak di seluruh negeri. Sebanyak 52 juta orang saat ini sudah divaksinasi, atau hampir 90% dari mereka yang memenuhi syarat. Situasi saat ini lebih baik dibandingkan sebelumnya sehingga tidak perlu tindakan drastis pada saat Natal.

    Menteri Kesehatan Olivier Veran mengatakan kombinasi suntikan booster vaksinasi dan jarak sosial yang lebih ketat akan memungkinkan Prancis untuk menghindari penguncian baru. Saat ini lockdown diberlakukan di beberapa negara Eropa.

    "Kami ingin melewati gelombang pandemi tanpa kendala baru untuk seluruh penduduk Prancis, apakah mereka sudah divaksinasi atau tidak," katanya.

    Mulai Jumat, klub malam akan ditutup selama empat minggu. Pemerintah juga meminta warga secara sukarela membatasi pertemuan pribadi dan profesional. Selain itu penggunaan masker di sekolah juga diperketat.

    Mulai 15 Desember, anak-anak berusia lima hingga 11 tahun yang kelebihan berat badan atau memiliki kondisi kesehatan yang serius akan ditawarkan akses ke vaksinasi. Anak-anak di atas usia 12 tahun sudah dapat diinokulasi.

    Veran mengatakan Prancis akan mendapatkan pengiriman pertama vaksin Pfizer COVID untuk anak-anak mulai 13 Desember. Dia berharap vaksinasi akan tersedia untuk semua anak mulai 20 Desember.

    Ada sekitar enam juta anak berusia lima hingga 11 tahun di Prancis. Sebanyak 350.000 anak-anak di usia tersebut kelebihan berat badan atau yang memiliki kondisi kesehatan yang serius.

    Veran juga mengatakan Prancis telah mengidentifikasi 25 kasus positif varian Omicron. Sebanyak 21 kasus berasal dari orang yang kembali dari Afrika selatan dan sisanya akibat infeksi lokal. Dia mengatakan tingkat infeksi di Prancis sudah mulai melambat meski tetap tinggi.

    Baca: Ahli Israel Sebut Varian Omicron Lebih Menular, tapi Tak Terlalu Berbahaya

    REUTERS

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.



     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.