Biden Sebut Tak Perlu Panik Hadapi Virus Corona Varian Omicron

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Orang-orang berdandan menyerupai virus SARS-CoV-2, yang menyebabkan penyakit COVID-19, dalam Parade Halloween NYC yang digelar kembali di jalanan untuk pertama kalinya sejak pandemi COVID-19 di New York City, New York, AS, 31 Oktober 2021.  REUTERS/Eduardo Munoz

    Orang-orang berdandan menyerupai virus SARS-CoV-2, yang menyebabkan penyakit COVID-19, dalam Parade Halloween NYC yang digelar kembali di jalanan untuk pertama kalinya sejak pandemi COVID-19 di New York City, New York, AS, 31 Oktober 2021. REUTERS/Eduardo Munoz

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyatakan varian Omicron yang merupakan varian baru virus Corona tak harus disikapi degan kepanikan. Amerika Serikat, ujarnya, sedang membuat rencana darurat dengan perusahaan farmasi jika diperlukan vaksin baru untuk varian  Omicron ini.

    Menurut Biden, Amerika Serikat tidak akan kembali menerapkan lockdown atau penguncian guna menghentikan penyebaran varian  Omicron. Dia juga mendesak orang-orang untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19, mendapatkan booster dan memakai masker.

    "Varian ini menimbulkan kekhawatiran, tapi bukan penyebab kepanikan," kata Biden dalam sambutannya di Gedung Putih, Senin. "Kami akan bertarung dan mengalahkan varian baru ini," katanya.

    Varian  Omicron telah mendorong negara-negara di seluruh dunia termasuk Amerika Serikat untuk membatasi perjalanan dari Afrika selatan, tempat virus itu pertama kali terdeteksi. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyatakan bahwa varian ini menyebabkan risiko lonjakan infeksi yang sangat tinggi. Namun belum ada kematian akibat varian baru tersebut.

    Joe Biden menyatakan tidak dapat dihindari jika kasus  Omicron akan muncul di Amerika Serikat. Namun juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan varian itu tidak semestinya menyebabkan orang Amerika Serikat mengubah rencana perjalanan liburan selama mereka telah divaksinasi dan memakai masker.

    Vaksin, menurut Biden tetap mampu melindungi terhadap penyakit parah. “Jika tidak, semoga tidak, bahwa vaksinasi atau booster yang diperbarui diperlukan untuk menanggapi varian baru ini, kami akan mempercepat pengembangan dan penerapannya dengan alat yang tersedia,” katanya.

    AS merekomendasikan suntikan booster untuk semua orang dewasa. Namun diperkirakan sebanyak 47 juta orang dewasa AS belum divaksinasi, menurut data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).

    Seperti sejumlah negara lain, AS juga melarang perjalanan ke Afrika Selatan dan tujuh negara di Afrika lainnya. Pembatasan perjalanan berlaku selama beberapa hari terakhir di tengah kekhawatiran atas  Omicron.

    “Inti dari pembatasan (perjalanan) adalah memberi kami waktu untuk membuat orang divaksinasi,” kata Biden.

    Baca: Khawatir Varian Omicorn, WHO Minta Negara-negara Tingkatkan Pengawasan

    REUTERS | AL JAZEERA


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.