Kematian Akibat Covid-19 di Rusia Naik, Aturan Diperketat

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Anggota militer Rusia menggunakan masker saat mengikuti persiapan menjelang parade Hari Kemenangan di tengah wabah virus corona atau Covid-19 do Yekaterinburg, Rusia, 14 April 2020. REUTERS/Alexei Kolchin

    Anggota militer Rusia menggunakan masker saat mengikuti persiapan menjelang parade Hari Kemenangan di tengah wabah virus corona atau Covid-19 do Yekaterinburg, Rusia, 14 April 2020. REUTERS/Alexei Kolchin

    TEMPO.CO, Jakarta - Ibu Kota Rusia memperketat aturan pencegahan penyebaran wabah virus corona setelah angka kematian akibat Covid-19 dan kasus baru mengalami kenaikan secara nasional hingga menyentuh rekor tertinggi. Kenaikan ini terjadi di tengah melambatnya imunisasi vaksin virus corona di Rusia.

    Dengan adanya pengetatan aturan ini, maka hanya toko-toko yang menjual bahan kebutuhan pokok yang boleh buka, seperti toko obat dan supermarket. Sedangkan sekolah dan TK, harus tutup.

    Presiden Rusia Vladimir Putin mengenakan sarung tangan saat mengunjungi rumah sakit yang merawat pasien virus Corona di Moskow, Rusia, 24 Maret 2020. Putin tampak mengenakan mengenakan setelan baju hazmat warna kuning. Sputnik/Alexey Druzhinin/Kremlin via REUTERS

    Sama seperti Moskow, sejumlah wilayah lain di Rusia memberlakukan partial lockdown pada Kamis, 28 Oktober 2021 sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi kasus positif Covid-19.

    Pada Kamis, 28 Oktober 2021, dilaporkan ada 1.159 kematian akibat Covid-19 secara nasional yang terjadi dalam 24 jam. Sedangkan kasus positif Covid-19 untuk pertama kali menembus 40 ribu kasus.

    Vyacheslav Volodin, anggota parlemen dari negara bagian Duma, mengajukan proposal agar semua anggota parlemen diimunisasi vaksin virus coronan dan mereka yang baru pulang plesiran diminta untuk bekerja dari rumah.

    “Bayangkan konsekuensi bagi negara jika parlemen berhenti bekerja. Setiap hari kita melihat bagaimana rekan kerja kita berakhir di ranjang rumah sakit,” kata Volodin.

    Banyak warga negara Rusia ragu-ragu untuk suntik vaksin virus corona, bahkan menolak empat vaksin virus corona yang disahkan oleh Pemerintah Rusia, salah satunya Sputnik V. Beberapa orang mengatakan ragu karena kurang percaya dengan otoritas, sedang beberapa orang lainnya waswas dengan keamanan vaksin virus corona.    

    Baca juga: Vaksinasi Covid-19 untuk Remaja Dipercepat Supaya Pembelajaran Tatap Muka Aman 

    Sumber: Reuters       

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Prosedur dan Syarat Perjalanan selama PPKM Level 3 Nataru

    Pemerintah mengeluarkan syarat dan prosedur perjalanan selama PPKM saat Natal dan Tahun Baru. Perjalanan ke masuk dari luar negeri juga diperketat.