Cina Sahkan Undang-Undang Larang Banyak PR dan Bimbel di Akhir Pekan

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Orang-orang menjemput anak-anak dari sebuah sekolah di Beijing, Cina, 6 April 2021. [REUTERS/Thomas Peter]

    Orang-orang menjemput anak-anak dari sebuah sekolah di Beijing, Cina, 6 April 2021. [REUTERS/Thomas Peter]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Cina telah mengesahkan undang-undang pendidikan untuk mengurangi "tekanan ganda" pada siswa akibat menumpuknya pekerjaan rumah dari sekolah dan padatnya jadwal bimbingan belajar dalam mata pelajaran inti.

    Pemerintah minta guru mengurangi pekerjaan rumah dan melarang bimbingan belajar setelah sekolah untuk mata pelajaran utama selama akhir pekan dan hari libur, untuk mengurangi  beban akademik yang berat pada anak-anak.

    Cina sebelumnya membuat ketentuan untuk mengatasi kecanduan anak-anak pada game online, yang dianggap sebagai bentuk "candu spiritual", hingga menekan pemujaan "buta" terhadap selebritas internet.

    Parlemen Cina juga sedang mempertimbangkan undang-undang untuk menghukum orang tua jika anak-anak mereka menunjukkan "perilaku yang sangat buruk" atau melakukan kejahatan. 

    Undang-undang baru, yang belum diterbitkan secara penuh, membuat pemerintah daerah bertanggung jawab untuk memastikan bahwa tekanan pada siswa akan berkurang.

    Undang-undang itu  meminta orang tua untuk mengatur waktu anak-anak mereka agas bisa istirahat dan berolahraga yang wajar, sehingga mengurangi stres, kata pejabat pendidikan seperti dikutip Xinhua, Sabtu, 23 Oktober 2021.

    Dalam beberapa bulan terakhir, kementerian pendidikan telah membatasi jam bermain game untuk anak di bawah umur, yang memungkinkan mereka bermain game online selama satu jam pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu saja.

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Semeru: Fakta dan Data...

    Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanis pada 4 Desember 2021. Erupsi Semeru kali ini diduga akibat curah hujan tinggi dan sejumlah faktor.