Kepala Polisi Taliban Tewas Diserang Bom, 11 Lainnya Luka-luka

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Kondisi sebuah masjid komunitas Syiah setelah ledakan bom bunuh diri, di Kunduz, Afghanistan, Jumat, 8 Oktober 2021. Puluhan orang tewas dalam ledakan yang diklaim dilakukan oleh ISIS. REUTERS/Stringer

    Kondisi sebuah masjid komunitas Syiah setelah ledakan bom bunuh diri, di Kunduz, Afghanistan, Jumat, 8 Oktober 2021. Puluhan orang tewas dalam ledakan yang diklaim dilakukan oleh ISIS. REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah bom menghancurkan kendaraan yang membawa kepala polisi Taliban di Afghanistan timur kemarin, Kamis, 14 Oktober 2021. Selain pejabat polisi, bom melukai 11 orang lainnya.

    Ledakan terjadi di Asadabad, ibu kota provinsi Kunar. Menurut seorang pejabat Taliban, bom menargetkan kepala polisi di distrik Shigal.

    "Kepala polisi Taliban telah meninggal dan sebelas orang terluka," katanya kepada AFP seperti dikutip dari Times of India. Dia meminta namannya dirahasiakan.

    Seorang dokter di rumah sakit pusat Kunar mengkonfirmasi bahwa sedang merawat 11 orang yang terluka. Dari korban luka-luka itu, sebanyak empat orang adalah pejuang Taliban dan tujuh orang warga sipil.

    Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Namun kelompok ISIS-Khorasan, yang aktif di Afghanistan timur, telah mengklaim serangan serupa terhadap Taliban sebelumnya.

    Taliban telah berperang dengan ISIS-K sejak muncul pertama kali di Afghanistan pada 2014. ISIS-K telah mengaku bertanggung jawab atas beberapa serangan terbaru.

    Di antara serangan oleh ISIS-K adalah bom bunuh diri di sebuah masjid Syiah di provinsi Kunduz. Serangan menewaskan sekitar 100 orang.

    Baca: Kisah Remaja Putri Afghanistan: Bebas di Pengungsian atau Terkurung di Kampung

    TIMES OF INDIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fitur Stiker

    Fitur "Add Yours" Instagram dapat mengundang pihak yang berniat buruk untuk menggali informasi pribadi pengguna. User harus tahu bahaya oversharing.