Kemarahan Prancis Belum Reda, Tawaran Mendag Australia Bertemu Ditolak

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Australia Scott Morrison berjalan di depan Istana Elysee di Paris, Prancis, 15 Juni 2021. [REUTERS/Pascal Rossignol]

    Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Australia Scott Morrison berjalan di depan Istana Elysee di Paris, Prancis, 15 Juni 2021. [REUTERS/Pascal Rossignol]

    TEMPO.CO, JakartaMenteri Perdagangan Prancis Franck Riester menolak tawaran untuk bertemu dengan mitranya dari Australia, Dan Tehan, bulan depan di Paris.

    Riester mengatakan ketegangan kedua negara tak akan cepat mereda, menyusul keputusan Australia yang membatalkan pesanan kapal selam senilai 40 miliar dolar AS (Rp571,7 triliun) dari Prancis.

    Tehan mengatakan pada radio ABC, Senin, 20 September 2021, bahwa dia "sangat tertarik" untuk bertemu dengan Riester dalam kunjungan ke Paris pada Oktober untuk menghadiri pertemuan Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan  (OECD).

    Namun seorang pejabat di kantor Riester mengatakan pada Jumat, 24 September 2021, bahwa atasannya telah menolak tawaran itu.

    "Kami tak akan menindaklanjuti permintaan menteri Australia itu untuk bertemu. Kami tak bisa bersikap seakan-akan semuanya biasa saja," kata pejabat Prancis tersebut seperti dikutip Reuters.

    Pemerintah Australia pekan lalu membatalkan pesanan armada kapal selam dari Prancis.

    Mereka mengatakan akan membangun sedikitnya delapan kapal selam bertenaga nuklir dengan dukungan teknologi dari Amerika Serikat dan Inggris di bawah kemitraan pertahanan yang baru, AUKUS.

    Menanggapi keputusan itu, Paris memanggil pulang duta besarnya di Australia dan AS.

    Meski Prancis mengatakan akan mengirim lagi duta besarnya di AS setelah pemimpin kedua negara berupaya memperbaiki hubungan lewat telepon, negara itu masih sangat gusar dengan Australia.

    Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan pada Rabu dia sudah berusaha mengatur pembicaraan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, namun gagal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Persebaran Pengungsi di Indonesia Menurut UNHCR

    PBB mengucurkan dana untuk program respons sosial ekonomi inklusif untuk menghadapi Covid-19. UNHCR mendata persebaran penerima manfaat di Indonesia.