Covid-19 di Amerika Serikat Kian Ganas, Rata-rata 2.000 Orang Mati per Hari

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang terapis pernapasan perawatan kritis bekerja dengan pasien positif penyakit coronavirus (COVID-19) di unit perawatan intensif (ICU) di Rumah Sakit Memorial Sarasota di Sarasota, Florida, 11 Februari 2021. [REUTERS/Shannon Stapleton]

    Seorang terapis pernapasan perawatan kritis bekerja dengan pasien positif penyakit coronavirus (COVID-19) di unit perawatan intensif (ICU) di Rumah Sakit Memorial Sarasota di Sarasota, Florida, 11 Februari 2021. [REUTERS/Shannon Stapleton]

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyebaran covid-19 di Amerika Serikat makin ganas meski separuh penduduknya sudah divaksinasi. Rata-rata lebih dari 2.000 orang di Amerika Serikat meninggal per hari akibat virus corona, terburuk dalam enam bulan terakhir.

    Berdasarkan data dari Universitas John Hopkins, dalam tujuh hari terakhir rata-rata kematian akibat Covid-19 di AS mencapai 2.031 orang. Meningkatnya angka kematian disumbang oleh kenaikan kasus infeksi sebesar 13 persen dalam sepekan terakhir atau 43 persen sejak awal September.

    Terakhir kali rata-rata jumlah kematian harian di AS lebih dari 2.000 adalah pada 1 Maret 2021. Sedangkan pada pertengahan Januari yang merupakan musim dingin. angka kematian mencetak rekor tertinggi dengan rata-rata 3.426 per hari.

    Covid-19 juga secara resmi menjadi wabah paling mematikan dalam sejarah Amerika Serikat. Perkiraan angka kematian melampui wabah influenza pada 1918. Kematian harian rata-rata juga lebih dari 2.000 kasus pada awal wabah di April tahun lalu.

    Dalam sepekan terakhir saat ini Florida menyumbang angka kematian tertinggi dengan rata-rata 376 per hari. Urutan kedua adalah Texas rata-rata 283. Berdasarkan populasi, Alabama, Florida, dan Virginia Barat melaporkan jumlah kematian rata-rata 1 per 100.000 penduduk.

    Rawat inap juga meningkat meski menunjukkan tren penurunan. Sekitar 91.500 orang warga AS saat ini dirawat di rumah sakit karena Covid, menurut rata-rata data tujuh hari dari Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan. Pada awal bulan, angkanya hampir 103.000.

    “Jika jumlah kasus turun maka angka kematian juga akan turun," ujar Arturo Casadevall, Ketua Mikrobiologi Molekuler dan Imunologi di Sekolah Kesehatan Masyarakat Johns Hopkins Bloomberg. Perawatan untuk Covid juga meningkat, namun diimbangi terapi yang lebih baik dibandingkan tahun lalu.

    Meningkatnya angka covid-19 karena penyebaran varian Delta yang sangat menular di beberapa negara bagian. Departemen Kesehatan Ohio pada Rabu memperingatkan banyak rumah sakit di negara bagian itu telah mencapai kapasitas puncak.

    Sebagian besar kasus covid-19 terjadi pada pasien yang tidak divaksinasi. Jumlah kasus naik 33 persen dibandingkan awal bulan menjadi rata-rata 6.771 per hari.

    Ahli penyakit menular menyatakan jumlah penderita covid-19 bisa membludak bila tak diimbangi vaksinasi. "Jika tidak ada vaksinasi maka angka kematian akibat varian Delta akan jauh lebih tinggi," ujar Bruce Farber, Kepala Penyakit Menular di Northwell Health New York.

    "Ratusan ribu mungkin jutaan orang akan mati dengan penyebaran varian delta tanpa vaksinasi yang memadai," katanya. Saat ini hampir 55 persen warga Amerika Serikat sudah divaksinasi penuh.

    Baca: Profesor di Inggris: Tanpa Kepastian jika Semua Anak Sekolah Terinfeksi Covid-19

    CNBC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Peringkat Pertama Covid-19 Recovery Index Asia Tenggara: Begini Kondis

    Indonesia berada di peringkat pertama di Asia Tenggara dalam Covid-19 Recovery Index yang dirilis media Jepang. Ada hal yang masih jadi perhatian.