Nicki Minaj Sebut Vaksin Covid Sebabkan Impotensi, Gedung Putih Tawarkan Dokter

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lagu Nicki Minaj berjudul Starship masuk dalam daftar 42 lagu yang dilarang diputar di radio sebelum pukul 10 malam. REUTERS/Stefano Rellandini

    Lagu Nicki Minaj berjudul Starship masuk dalam daftar 42 lagu yang dilarang diputar di radio sebelum pukul 10 malam. REUTERS/Stefano Rellandini

    TEMPO.CO, Jakarta - Gedung Putih angkat bicara atas pernyataan penyanyi rap Nicki Minaj tentang vaksin covid-19 yang menyebabkan impotensi. Juru Bicara Gedung Putih Jen Psaki menawarkan Nicki Minaj berkonsultasi dengan salah satu dokter untuk menjawab pertanyaan tentang keamanan dan kemanjuran vaksin Covid-19.

    Tawaran itu datang setelah Nicki Minaj memposting informasi palsu tentang vaksin di Twitter. Di sisi lain Gedung Putih sedang memerangi informasi keliru tentang vaksin covid-19.

    Rapper itu mengklaim pada hari Rabu, 15 September 2021, bahwa telah diundang ke Gedung Putih dan dia akan pergi. Namun Psaki membantah pernyataan tersebut.

    "Kami tidak berdiskusi soal itu, kami hanya menawarkan untuk melakukan percakapan (dengan dokter)," ujar Psaki kepada wartawan, Kamis, 16 September 2021.

    Menurut Psaki, konsultasi antara Nicki Minaj dengan dokter ditawarkan karena Gedung Putih terlibat dengan public figur. "Ini cukup standar dan kami melakukan sepanjang waktu," kata Psaki dilansir dari CNN.

    Pada Senin lalu, Nicki Minaj mengunggah status di Twitter bahwa dia tidak menghadiri Met Gala di New York City karena persyaratan vaksin Covid-19. Nicki Minaj belum divaksin covid-19.

    Dia mengatakan akan melakukan vaksinasi covid-19 setelah ada penelitian yang cukup. Dia juga mengunggah pernyataan kontroversial dengan menyebutkan vaksin covid-19 bisa menyebabkan impotensi.

    Kepala Penasihat Medis Presiden AS Joe Biden, Anthony Fauci menanggapi pernyataan Minaj. "Ada banyak informasi yang salah sebagian besar di media sosial. Satu-satunya cara yang kami tahu untuk melawan disinformasi adalah memberikan informasi yang benar," ujarnya.

    Pemerintahan Biden sedang berjuang untuk meningkatkan laju vaksinasi nasional. Meski pasokan vaksin berlimpah, masih ada penduduk Amerika Serikat yang menolak karena banyaknya informasi palsu di media sosial.

    Sementara itu para ahli kesehatan memperingatkan bahwa varian Delta yang sangat menular terus menyebar. Saat ini lebih dari 54 persen dari total populasi AS sudah divaksinasi, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS.

    Baca: Nicki Minaj Sebut Vaksin Covid-19 Sebabkan Impotensi, Ini Penjelasan Dokter

    CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi

    Kepolisian RI tengah dibanjiri kritik dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hingga ada tagar #PercumaLaporPolisi.