Top 3 Dunia: Xi Jinping Tolak Temui Joe Biden Hingga Taliban Diprotes Warga

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Cina Xi Jinping berjabat tangan dengan Wapres AS Joe Biden di Beijing, 4 Desember 2013. REUTERS/Lintao Zhang/Pool

    Presiden Cina Xi Jinping berjabat tangan dengan Wapres AS Joe Biden di Beijing, 4 Desember 2013. REUTERS/Lintao Zhang/Pool

    TEMPO.CO, Jakarta - Berita terpopuler internasional sepanjang Rabu, 15 September 2021, di antaranya respons Presiden AS Joe Biden setelah kabar Presiden Cina Xi Jinping menolak ajakannya untuk bertemu tatap muka.

    Kemudian, laporan Taliban yang meminta rumah asrama tentara Afghanistan dikosongkan, dan kekhawatiran jenderal senior AS yang diam-diam menelepon petinggi militer Cina karena khawatir Donald Trump bisa memicu perang.

    Ketiga berita internasional di atas terangkum dalam Top 3 Dunia berikut.

    1. Ajakan Bertemu Tatap Muka Ditolak Xi Jingping? Ini Kata Joe Biden

    Presiden Amerika Serikat Joe Biden membantah laporan media bahwa tawarannya untuk bertemu tatap muka telah ditolak pemimpin Cina Xi Jinping.

    Financial Times mengutip beberapa sumber yang diberi pengarahan tentang panggilan telepon 90 menit antara kedua pemimpin pekan lalu, menyebutkan Xi tidak menerima tawaran Biden dan sebaliknya bersikeras bahwa Washington harus membuat kebijakan yang tidak terlalu keras terhadap Beijing.

    "Itu tidak benar," kata Biden, Selasa, 14 September 2021, ketika ditanya wartawan apakah dia kecewa karena Xi Jinping tidak mau bertemu dengannya.

    Penasihat keamanan nasional Joe Biden, Jake Sullivan, sebelumnya mengatakan laporan itu tidak akurat. Namun, seorang sumber yang termasuk di antara mereka yang diberi pengarahan dalam panggilan telepon itu mengonfirmasi bahwa laporan itu akurat. Baca berita selengkapnya di sini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Peringkat Pertama Covid-19 Recovery Index Asia Tenggara: Begini Kondis

    Indonesia berada di peringkat pertama di Asia Tenggara dalam Covid-19 Recovery Index yang dirilis media Jepang. Ada hal yang masih jadi perhatian.