Varian Delta Bayangi Cina, Penderita Naik Dua Kali Lipat

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah tenaga kesehatan yang mengenakan pakaian pelindung medis berpendingin udara yang dikembangkan oleh Tuoren Group mengumpulkan sampel usap (swab) untuk tes asam nukleat COVID-19 di Kota Changyuan di Xinxiang, Provinsi Henan, Cina, 19 Agustus 2021. Pakaian itu tidak hanya aman dan efektif, tetapi juga membuat proses bekerja pada musim panas terasa lebih nyaman. Xinhua/Yan Songhao

    Sejumlah tenaga kesehatan yang mengenakan pakaian pelindung medis berpendingin udara yang dikembangkan oleh Tuoren Group mengumpulkan sampel usap (swab) untuk tes asam nukleat COVID-19 di Kota Changyuan di Xinxiang, Provinsi Henan, Cina, 19 Agustus 2021. Pakaian itu tidak hanya aman dan efektif, tetapi juga membuat proses bekerja pada musim panas terasa lebih nyaman. Xinhua/Yan Songhao

    TEMPO.CO, Jakarta - Serangan varian delta menyebabkan jumlah penderita infeksi Covid-19 meningkat lebih dari dua kali lipat di provinsi tenggara Cina, Fujian, dalam dua hari terakhir.

    Otoritas kesehatan mendorong para pejabat untuk segera meluncurkan langkah-langkah termasuk pembatasan perjalanan untuk menghentikan penyebaran virus corona.

    Komisi Kesehatan Nasional, Selasa, 14 September 2021, mengatakan 59 kasus baru yang ditularkan secara lokal dilaporkan pada Senin, 13 September, naik dari 22 kasus sehari sebelumnya. Semua kasus ini terjadi di Fujian.

    Hanya dalam empat hari, ada 102 infeksi dilaporkan di Fujian, sebuah provinsi yang berbatasan dengan Zhejiang di utara dan Guangdong di selatan, demikian dilaporkan Reuters.

    Infeksi datang menjelang liburan Hari Nasional selama seminggu yang dimulai pada 1 Oktober, yang biasanya meningkatkan jumlah perjalanan dan turis.

    Wabah domestik terakhir pada akhir Juli hingga Agustus mengganggu perjalanan, memukul sektor pariwisata, perhotelan dan transportasi.

    Wabah Fujian dimulai di Putian, sebuah kota berpenduduk 3,2 juta, dengan kasus pertama dilaporkan pada 10 September. Tes awal pada sampel dari beberapa kasus Putian menunjukkan pasien telah tertular varian Delta yang sangat menular.

    Virus tersebut telah menyebar ke selatan ke kota pesisir Xiamen, yang melaporkan 32 kasus baru penularan komunitas untuk 13 September dibandingkan dengan hanya satu infeksi sehari sebelumnya.

    Seperti Putian, Xiamen telah mengunci beberapa area dengan risiko virus yang lebih tinggi, menghentikan kelas offline di taman kanak-kanak sampai sekolah menengah, menutup tempat-tempat umum seperti bioskop, pusat kebugaran dan bar, dan mengatakan kepada penduduk untuk tidak meninggalkan kota karena alasan yang tidak penting.

    Pasien pertama di cluster Xiamen adalah kontak dekat dengan kasus di Putian, kata otoritas kesehatan Xiamen pada Senin malam.

    Namun, kedua kota tersebut belum mengumumkan penguncian seluruh kota yang ketat seperti yang terlihat pada awal 2020 di Cina.

    Tiga kasus baru penularan komunitas juga dilaporkan di kota Quanzhou terdekat, dibandingkan enam infeksi sehari sebelumnya.

    Satu distrik di Quanzhou, tempat banyak kasus terjadi, telah menghentikan layanan bus, menutup beberapa tempat umum, melarang makan di restoran, dan melarang bepergian keluar distrik.

    Secara keseluruhan, Cina daratan melaporkan 92 kasus virus corona baru pada Senin, 13 September, termasuk infeksi impor, dibandingkan dengan 49 sehari sebelumnya.

    Cina melaporkan 20 kasus baru virus corona tanpa gejala, yang tidak diklasifikasikan sebagai infeksi yang dikonfirmasi, dibandingkan dengan 28 kasus sehari sebelumnya.
    Tidak ada kematian baru yang dilaporkan.

    Sampai 13 September 2021, Cina mencatat 95.340 kasus yang dikonfirmasi, dengan jumlah kematian kumulatif 4.636.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.