Cina Setor Pangan dan Vaksin COVID-19 Senilai 31 Juta Dollar ke Taliban

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu pendiri Taliban, Abdul Ghani Baradar akan menjadi deputi atau wakil perdana menteri Islamic Emirates of Afghanistan. Sebelumnya ia ditunjuk sebagai kepala kantor politik Taliban dan mengawasi penandatanganan perjanjian penarikan pasukan dengan AS. Alexander Zemlianichenko via REUTERS

    Salah satu pendiri Taliban, Abdul Ghani Baradar akan menjadi deputi atau wakil perdana menteri Islamic Emirates of Afghanistan. Sebelumnya ia ditunjuk sebagai kepala kantor politik Taliban dan mengawasi penandatanganan perjanjian penarikan pasukan dengan AS. Alexander Zemlianichenko via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Cina serius dengan niatannya membangun hubungan dekat dengan pemerintahan Taliban di Afghanistan. Dikutip dari CNN, Cina telah memutuskan untuk mengirim bantuan pangan, vaksin COVID-19, obat-obatan, dan perlengkapan musim dingin ke Taliban tahun ini. Adapun nilai bantuan ditaksir sekitar US$31 juta.

    Jubir Kementerian Luar Negeri Cina, Hua Chunyin, mengatakan keputusan tersebut diambil dalam pertemuan antara Taliban dengan menteri-menteri luar negeri dari berbagai negara. Adapun pertimbangannya adalah warga membutuhkan bantuan tersebut untuk bertahan hidup selama Taliban 'membenahi' Afghanistan.

    "Bantuan ini untuk kepentingan darurat warga Afghanistan," ujar Hua Chunyin, Kamis, 9 September 2021.

    Khusus vaksin COVID-19, Chunyin melanjutkan bahwa Cina akan mengirimkan kurang lebih tiga juta dosis vaksin. Tanpa menyebutkan jenis vaksin yang akan dikirimkan dan tanggal pengiriman, Cina menyatakan tiga juta dosis tersebut adalah pengiriman awal. Dengan kata lain, bakal ada pengiriman-pengiriman berikutnya.

    Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi menyebut Amerika dan sekutu-sekutunya lebih bertanggung jawab memberikan bantuan kemanusiaan ke Afghanistan dibanding negaranya. Alasannya, menurut Wang Yi, Amerika cs lah yang menyebabkan krisis di Afghanistan saat ini.

    Pernyataan Wang Yi menyindir keputusan Amerika dan negara-negara anggota NATO menarik mundur pasukannya dari Afghanistan tahun ini. Keputusan tersebut memberi ruang pada Taliban untuk mengambil alih Afghanistan dan mendirikan pemerintahan non-demokratis di sana.

    "Amerika seharusnya bertanggung jawab dengan memberikan bantuan untuk pembangunan dan stabilitas di Afghanistan tanpa melanggar kedaulatan dan kemerdekaan mereka," ujar Wang Yi yang menyebut Taliban sebagai kelompok militer dan politik penting di Afghanistan.

    Taliban, selama ini, mengakui Cina sebagai teman baik. Bahkan, jubir Taliban Zabihullah Mujahid pernah menyebut pembangunan Afghanistan ke depannya akan bergantung pada bantuan dari Cina. Adapun Taliban berjanji akan mencegah kelompok manapun menggunakan Afghanistan sebagai basis untuk melancarkan serangan ke Cina, apapun bentuknya.

    Baca juga: Joe Biden Yakin China Akan Membuat Kesepakatan dengan Taliban

    ISTMAN MP | CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.