Virus Covid-19 Varian Mu Berkembang di Kolombia, Seberapa Bahaya?

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Demonstran yang memakai masker memukuli panci selama protes menuntut bantuan makanan dari pemerintah untuk orang miskin, di tengah wabah Virus Corona di Bogota, Kolombia 20 April 202. REUTERS/Luisa Gonzalez

    Demonstran yang memakai masker memukuli panci selama protes menuntut bantuan makanan dari pemerintah untuk orang miskin, di tengah wabah Virus Corona di Bogota, Kolombia 20 April 202. REUTERS/Luisa Gonzalez

    TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO) sedang mengawasi evolusi Covid-19 varian Mu di Amerika Latin setelah kasusnya ditemukan di Kolombia. Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 30 Agustus 2021 menyatakan, mu sebagai varian yang menjadi perhatian dunia karena lebih tahan terhadap vaksin.

    "Berkat strategi pengawasan yang dilakukan oleh Lembaga Kesehatan Nasional Kolombia, varian yang disebut B1621 ini ditemukan di Kolombia dan negara lainnya, terdeteksi pada Januari," kata penasihat PAHO Jairo Mendez Rico saat konferensi pers virtual, Rabu (1 September 2021).

    Menurut Mendez, varian baru tersebut tidak menimbulkan ancaman atau risiko tertentu sebab transmisi masyarakat di kawasan tersebut masih relatif tidak menentu.

    Kasus varian Mu tercatat di Kosta Rika dan Ekuador, namun tidak memberikan dampak besar dalam hal tingkat keparahan, kematian atau lonjakan penularan, kata Mendez.

    Melalui buletin mingguannya, WHO mengatakan bahwa varian Mu ditemukan di 39 negara, namun secara global jumlahnya menurun dengan prevalensi kurang dari 0,1 persen kasus.

    Akan tetapi Mendez mengatakan, varian itu menyumbang 39 persen kasus di Kolombia dan 13 persen kasus di Ekuador serta memperlihatkan peningkatan yang stabil.

    Ia mengatakan, terkait varian Mu itu, diperlukan pemantauan yang sangat teliti, pencarian bukti tambahan dan perhatian untuk setiap perubahan dalam tindakan epidemiologis atau uji klinisnya.

     XINHUA | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.